Jelang Pilkada Papua, MDF Ziarah ke Makam Ondofolo Ifar Besar dan Penginjil Daud Pakade

- Penulis

Rabu, 18 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SENTANI – Bakal Calon Gubernur Papua, Matius Fakhiri melakukan ziarah ke makam leluhur para Ondofolo Ifar Besar dan juga makam penginjil Daud Pekade di kampung Ifar Besar, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (17/09/2024) pagi.

Dengan menggunakan Kapal Motor Emfote dan Itaufili, Cagub Matius Fakhiri dan rombongan bergerak dari dermaga Khalkote menuju pulau yang ada di tengah Danau Sentani untuk melakukan Ziarah.

Fakhiri didampingi Ondofolo dan Hoselo Ifar Besar serta Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Jayapura diantaranya Calon Bupati, Jhon Ormuseray, dr.Jhon Manangsang dan Ted Mokay.

Usai melakukan ziarah, Fakhiri dan rombongan menghadiri acara Temu Sapa bersama Masyarakat Adat Tanah Tabi dan Nusantara, yang digelar di Jembatan Kuning, Kampung Ifar Besar.

Dalam acara ini tampak hadir, sesepuh, politikus senior asal Bumi Khenambay Umbay, Jhon Ibo mantan Ketua DPR Papua dan Yusuf Wally mantan Bupati Keerom.

Matius Fakhiri yang ditemui wartawan usai acara temu sapa mengatakan, kegiatan ziarah dan mengunjungi situs sejarah injil masuk di tanah Papua khususnya di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura ini, memang sudah diniatkan sejak awal olehnya, saat pertama kali menyatakan diri untuk maju sebagai Calon Gubernur Provinsi Papua.

Sebelumnya, Matius Fakhiri bersama Aryoko Rumaropen (calon wakil Gubernur) juga telah melakukan ziarah dan mengunjungi situs bersejarah di Kampung Enggros – Tobati Kota Jayapura sepekan lalu.

“Ini masuk daerah wilayah Ifar Besar, saya ditemani Ondofolo Ifar Besar, Willem Yoku untuk kita datang berziarah ke Makam Ondofolo dan juga mengunjungi situs bersejarah masuknya injil pertama kali di wilayah Ifar besar yang ada di pulau Ejau,” ujarnya.

“Mudah mudahan Tuhan meridhoi, melapangkan niat saya, melancarkan semua usaha yang telah dilakukan oleh para pendukung saya, untuk saya maju jadi pemimpin di Provinsi Papua, itulah tujuan saya hadir disini,” ucapnya.

Menurut Matius, masyarakat Ifar Besar juga merupakan bagian dari keluarganya.
“Anakku kawin dengan marga Yoku. Jadi sebenarnya saya kembali ke tengah-tengah keluarga besar saya. Sehingga saya berharap ini jangan jadi buah bibir,” terangnya.

Matius berterima kasih kepada para Ondofolo, Hoselo, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan seluruh masyarakat Ifar Besar.
“Terima kasih sudah menerima saya disini,” ucapnya.

Dengan niat yang tulus, dilanjutkan dengan kegiatan Temu Sapa. Ini menjadi awal yang baik bagi seorang Matius Fakhiri – Aryoko Rumaropen untuk maju bertarung dalam Pilkada Papua tahun 2024.

“Saya sangat bahagia dan berterima kasih, karena saya diterima oleh keluarga besar. Apalagi di acara temu sapa, hadir juga tokoh politik senior yang sudah punya nama pada masanya, sebagai generasi muda saya harus hormati dan mendengarkan nasehat yang disampaikan oleh mereka,” katanya.

Menutup wawancaranya, Matius Fakhiri kembali mengingatkan kepada para pejuang (peserta) dalam Pilkada baik Provinsi hingga Kabupaten Kota agar bertarung secara sehat, tidak menggunakan identitas politik untuk menjatuhkan lawan dan membuat terjadi perpecahan di antara kita semua.
“Semua yang bertaruh ini saya sangat kenal dekat, sehingga saya selalu berpesan untuk tidak menimbulkan masalah dengan menyebarnya fitnah, menjelek jelekan kontestan lainnya. Karena tentunya itu dilarang oleh agama manapun,” pesannya.

Matius juga berharap melalui kegiatan temu sapa ini dapat merekatkan tali persaudaraan, untuk satu tujuan pilihan pada 27 November mendatang.
“Saya selalu mengingat bahwa Tuhan sudah tahu siapa yang akan menjadi pemimpin pada 27 November besok. Semoga kita menjadi bagian yang dipilih oleh Tuhan tersebut,” harapnya.

Ketua Panitia Acara Temu Sapa, Ramses Wally menegaskan, secara adat memang tidak ada paksaan untuk memilih calon pemimpin Papua. Namun menjatuhkan pilihan kepada pasangan Matius Fakhiri – Aryoko Rumaropen adalah keputusan yang tepat.

“Kami menilai dia (Matius Fakhiri) adalah pemimpin yang baik, figur tepat pimpin Papua. Bahwa akhirnya ondofolo, selango mendukung, itu keputusan kami. Karena secara adat ada dua hal dari kami berbicara yaitu berkat dan kutuk.

Kami ambil yang berkat, kami mau berkat kami yaitu Matius Fakhiri dan Aryoko Rumaropen,” tegas Ramses.

Ondofolo Ifar Besar menegaskan, sebagai pemimpin adat ia melihat selama ini, meski kepala daerah terus berganti namun perkembangan pembangunan di Papua masih saja tertinggal dengan daerah lain.

“Oleh sebab itu sebagai Tokoh Adat Papua, kami melihat sosok Matius Fakhiri adalah sosok yang tepat untuk memimpin Papua dengan pengalaman sebelumnya sebagai Kapolda Papua, kami yakin dapat menjadikan Papua keluar dari ketertinggalan, dan membawa perubahan yang lebih baik ke depan,” tegasnya optimis. (tim)

Berita Terkait

Kantah Jayawijaya Lakukan Pengukuran Ulang Tanah Runway Bandara Wamena, Pastikan Presisi Data dan Kepastian Hukum
Kantah Jayawijaya Hadir dalam Mediasi Polres: Klarifikasi Teknis Pertanahan Distrik Asso Lokobal Jadi Fokus Utama
Kapolda Jermias Rontini Ingin Hidupkan Kembali Rumah Apung Kwatisore, Potensi Hiu Paus Nabire Didorong Jadi Ikon Wisata dan Penggerak Ekonomi Lokal
Kabut Asap Tebal di Lembah Baliem Ganggu Operasional Bandara Wamena, Jarak Pandang Turun hingga 500 Meter
Kupon BBM Dinilai Hambat Pelayanan, DPRK Jayawijaya Minta Pengawasan Ketat dan Koordinasi Lintas Instansi
Pendidikan Demokrasi Berkelanjutan: KPU Papua Pegunungan Tanamkan Kesadaran Politik Sejak Dini di Kalangan Pelajar SMA Kristen Wamena
Polres Nduga Hadir di Tengah Siswa SD Inpres Kenyam, Dorong Generasi Muda Tumbuh Disiplin, Taat Aturan, dan Berkarakter
Polres Paniai Komitmen Perkuat Sinergi Lintas Instansi, Dukung Satpol PP Tegakkan Perda dan Ciptakan Ketertiban Umum

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:51 WIT

Kantah Jayawijaya Lakukan Pengukuran Ulang Tanah Runway Bandara Wamena, Pastikan Presisi Data dan Kepastian Hukum

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:40 WIT

Kantah Jayawijaya Hadir dalam Mediasi Polres: Klarifikasi Teknis Pertanahan Distrik Asso Lokobal Jadi Fokus Utama

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:13 WIT

Kapolda Jermias Rontini Ingin Hidupkan Kembali Rumah Apung Kwatisore, Potensi Hiu Paus Nabire Didorong Jadi Ikon Wisata dan Penggerak Ekonomi Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:26 WIT

Kabut Asap Tebal di Lembah Baliem Ganggu Operasional Bandara Wamena, Jarak Pandang Turun hingga 500 Meter

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:09 WIT

Kupon BBM Dinilai Hambat Pelayanan, DPRK Jayawijaya Minta Pengawasan Ketat dan Koordinasi Lintas Instansi

Berita Terbaru