Jejak 85 Hari Pemerintahan Gubernur Fakhiri Perkuat Fondasi Papua Cerah

- Penulis

Kamis, 1 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri usai menggelar refleksi akhir tahun sekaligus memaparkan jejak 85 hari kepemimpinan, Rabu 31 Desember 2025. (Foto: Syaiful)

Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri usai menggelar refleksi akhir tahun sekaligus memaparkan jejak 85 hari kepemimpinan, Rabu 31 Desember 2025. (Foto: Syaiful)

JAYAPURA – Pada 31 Desember 2025, Gubernur Matius D. Fakhiri telah genap 85 hari memimpin Pemerintahan Provinsi Papua. Kepemimpinan berjalan mulus berkat kerja keras bersama Wakil Gubernur Aryoko Rumaropen.

Langkah-langkah terobosan telah dilakukannya usai dilantik Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada 8 Oktober 2025. Langkah tersebut bersifat prioritas dan strategis hingga penghujung tahun.

“Tidak terasa 85 hari telah berlalu sejak saya dan Aryoko Rumaropen dilantik Presiden Prabowo Subianto. Waktu 2 bulan 25 hari merupakan waktu yang singkat, namun disisa waktu tahun 2025 telah berhasil melakukan langkah-langkah terobosan yang bersifat prioritas dan strategis,” ungkapnya saat refleksi akhir tahun di Jayapura, Rabu 31 Desember 2025.

Menurut Gubernur Fakhiri, langkah yang dilakukannya telah membuat fondasi lebih kuat dalam mewujudkan Papua lebih cerah. Langkah pertama tidak lain membangun sinergi dan konsolidasi dengan Pemerintah Pusat.

“Sehari usai pelantikan, kami mendatangi sejumlah kementerian dan lembaga strategis untuk memastikan dukungan pencapaian pembangunan Papua. Rangkaian kunjungan ini merupakan langkah yang dirancang untuk memastikan seluruh program pembangunan di Papua berjalan searah dengan kebijakan nasional,” ucapnya.

Rangkaian kunjungan ini, lanjutnya, sekaligus menjawab kebutuhan pelayanan dasar di berbagai sektor. Adapun langkah kedua yang dilakukan Gubernur Fakhiri yakni konsolidasi kelembagaan dan komunikasi publik.

Konsolidasi kelembagaan ini bertujuan untuk memastikan seluruh perangkat pemerintah di Provinsi Papua bergerak senafas dan berirama. Selain itu juga berorientasi pada pelayanan yang prima. Salah satunya, pelayanan di sektor kesehatan.

Bagi Gubernur Fakhiri, pelayanan kesehatan ini menjadi salah satu agenda penting. Alasan, karena dalam inspeksi di beberapa rumah sakit pemerintah masih ditemukan beberapa masalah pelayanan yang belum berpihak pada masyarakat kecil.

Temuan ini membuatnya, mengambil langkah memperkuat manajemen di rumah sakit. Tentu saja, langkah tersebut sebagai percepatan peningkatan pelayanan dasar dan transformasi pelayanan kesehatan masyarakat.

Sementara terkait dengan komunikasi publik, Gubernur Fakhiri telah membuka kran komunikasi langsung dengan masyarakat secara terjadwal. Langkah ini, selain sebagai perbaikan atau kebuntuan komunikasi dan interaksi masyarakat dengan pemerintah.

Selain itu juga untuk membangun relasi dan sekaligus wahana peningkatan partisipasi masyarakat dalam mensukseskan agenda-agenda pembangunan di Provinsi Papua.

Langkah ketiga adalah penguatan ketahanan pangan guna mewujudkan swasembada pangan di Provinsi Papua. Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian RI telah menggelontorkan program strategis nasional berupa cetak sawah seluas 640 hektare di Distrik Bonggo, Kabupaten Sarmi pada tahun 2025.

Program cetak sawah ini akan berlanjut di tahun 2026, dengan target 5.380 hektar di Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom. Dengan program strategis nasional ini membuat Gubernur Fakhiri semakin optimis melangkah mewujudkan Papua cerah pada tahun 2026.

Ia bahkan akan menjadikan Papua sebagai lumbung pangan di tanah Papua. Tak hanya itu, Gubernur Fakhiri meyakini Papua akan menjadi penyangga penyangga sebagai profesi-profesi di seluruh tanah Papua.

Setelah langkah ketiga, Gubernur Fakhiri melanjutkan langkah keempat berupa pelayanan mudik gratis. Program ini telah dirancang menyambut Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Gubernur Fakhiri memanjatkan syukur program tersebut dapat terlaksana berkat komunikasi dan koordinasi yang intens dengan Kementerian Perhubungan RI.

“Puji Tuhan, Alhamdulillah, saya dan saudara Wakil Gubernur dapat menunaikan harapan masyarakat Papua yang telah lama merindukan mudik Natal secara gratis. Program ini telah berhasil secara resmi dilepas oleh Wakil Gubernur Papua pada tanggal 17 Desember 2025,” ungkapnya.

Sejatinya, kata Gubernur Fakhiri, mudik gratis Natal dan Tahun Baru, bukan hanya sekedar menyediakan moda transportasi laut dan darat secara gratis. Namun, program ini akan menjadi role model pembangunan konektivitas antara kota dan wilayah yang murah terjangkau dan berkualitas ke depan.

Untuk mewujudkan Papua Cerah, Gubernur Fakhiri melakukan langkah kelima berupa agenda perlindungan sosial. Dalam langkah ini, Ia akan meluncur meluncurkan Kartu Jalan atau Jaminan Sosial Lanjut Usia di tahun 2026.

“Program ini merupakan bentuk komitmen kami untuk memberikan perhatian pada kesejahteraan kepada orang-orang tua yang sudah tidak berdaya baik secara fisik maupun psikis,” kata Fakhiri.

Pria yang pernah menjabat Kapolda Papua ini mengakui dari langkah terobosan yang telah dilakukan pada 2025, masih banyak tantangan yang dihadapi mendatang. Meski demikian, tantangan tersebut tidak menjadi penghalang dalam mewujudkan harapan Papua cerah.

Selain masalah kesehatan, Gubernur Fakhiri juga berjanji meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan. Langkah ini tidak lain dilakukan dalam rangkah meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai generasi emas Papua.

Program lain adalah pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Gubernur Fakhiri juga memastikan dalam kepemimpinan akan melakukan percepatan pembangunan konektivitas antar wilayah yang berkualitas dan cepat.

Pemerintahan Gubernur Fakhiri juga akan melakukan penguatan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan kelautan dan perikanan, pertanian, perkebunan, peternakan dan pariwisata.

Sebelum mengakhiri refleksi, Purnawirawan Jenderal Polri Bintang Tiga ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk merawat persatuan dan kebersamaan.  Sebab baginya, persatuan merupakan modal dasar untuk mewujudkan Papua cerah. (*)

Penulis : Syaiful

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Polda Papua Tengah Kerahkan Operasi Patuh Noken 2026 Selama 14 Hari, Pengendara Melawan Arus hingga Pelaku Balap Liar Jadi Sasaran Utama
BMKG Catat 788 Titik Panas di Papua Pegunungan, Kabut Asap Ganggu Penerbangan
Kabut Asap Karhutla Masih Selimuti Wamena, Penerbangan Penumpang dan Kargo Belum Kembali Normal hingga Akhir Oktober
BKPPD Puncak Jaya Matangkan Persiapan Latsar CPNS Formasi 2024, Peserta Didorong Siap Jadi ASN Profesional dan Berintegritas
Pemkab Puncak Jaya Mulai Persiapan Latsar CPNS Formasi 2024, Peserta Ambil Training Kit Sebagai Tahap Awal Pembentukan ASN Profesional
SMP Negeri 1 Nabire Barat Juara Turnamen Mini Soccer Kapolda Papua Tengah Cup I 2026, Taklukkan SMP Negeri 5 Nabire dengan Skor Tipis di Final
Polres Dogiyai Dekatkan Polisi dan Generasi Muda Lewat Program Polidik, Tanamkan Disiplin dan Karakter Sejak Usia Dini
Buronan Kasus Penembakan Karyawan PT Freeport Indonesia Akhirnya Ditangkap di Timika, Polisi Dalami Keterlibatan dalam Jaringan KKB

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:37 WIT

Polda Papua Tengah Kerahkan Operasi Patuh Noken 2026 Selama 14 Hari, Pengendara Melawan Arus hingga Pelaku Balap Liar Jadi Sasaran Utama

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:14 WIT

BMKG Catat 788 Titik Panas di Papua Pegunungan, Kabut Asap Ganggu Penerbangan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:03 WIT

Kabut Asap Karhutla Masih Selimuti Wamena, Penerbangan Penumpang dan Kargo Belum Kembali Normal hingga Akhir Oktober

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:20 WIT

BKPPD Puncak Jaya Matangkan Persiapan Latsar CPNS Formasi 2024, Peserta Didorong Siap Jadi ASN Profesional dan Berintegritas

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:06 WIT

Pemkab Puncak Jaya Mulai Persiapan Latsar CPNS Formasi 2024, Peserta Ambil Training Kit Sebagai Tahap Awal Pembentukan ASN Profesional

Berita Terbaru