WAMENA – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jayawijaya melakukan rekapitulasi verifikasi administrasi (Vermin) perbaikan kedua terhadap bakal calon Bupati dan Wakil Bupati melalui jalur Independent atau perseorangan Kabupaten Jayawijaya tahun 2024 di Kantor KPU Jayawijaya Jalan SD Percobaan Wamena. Sabtu, (10/8/24). Hasilnya telah memenuhi syarat sehingga tiga bakal calon Bupati dan wakil Bipati akan mengikuti perivikasi vaktual dua tanggal 12- 16 Agustus 2024.
Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Antonius Wetipo dan Deki Karoba meminta dukungan terhadap seluruh masyarakat Kabupaten Jayawijaya dalam proses verifikasi vaktual (Vervak) dua, melalui petugas yang akan mengambil data.
“Untuk memasuki verifikasi tahap kedua, saya Antonius dengan Dekim meminta dukungan kepada segenap masyarakat Jayawijaya 40 distrik terutama distrik yang akan memberikan dukungan atau memberikan tangapan yang baik terhadap pasangan (ADEM),”kata Bakal Calon Bupati Antonius Wetipo usai lakukan Vermin dua.
Ia meminta tak ada yang membangun isu hoax untuk menghambat atau membingungkan masyarakat dalam proses verfikasi vaktual dua.
“Kepada seluruh masyarakat tidak mendengar isu-isu atau hoax yang dikembangkan oleh kelompok tertentu, untuk menghambat atau mengangu hingga menghasut kerja penyelenggara (PPS) dalam memberikan dukungan verifikasi vaktual ke dua, terhadap Pasangan Antonius Wetipo dan Dekim Karoba ( ADEM),”katanya lagi.
Kata dia, Kita menghargai proses tanpa harus saling menyudutkan antara sesama pendukung guna mewujudkan pesta demokrasi yang baik di Jayawijaya.
“Kalo ada rekan -rekan lain yang ingin juga sudah siap untuk kontekstasi dalam pilkada, silahkan urus bagianya mereka, jangan menaganggu urusan bagianya kami, Ini jalur yang kami tempuh karena kami tidak menganggu jalur yang ditempu rekan-rekan lain,”ujarnya.
Selama tak ada yang mengintervensi maka, prosess ini akan berjalan baik agar diketahui proses demokrasi di Jayawijaya yang benar.
“Kita harus mengajarkan proses demokrasi yang benar terhadap masyarakat Jayawijaya terutama para politisi membingungkan masyarakat dalam proses berdemokarasi yang baik,”pesanya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf terhadap masyarakat Jayawijaya jika dalam roses ini menyingung hati masyarakat.
”Suara rakyat itu suara Tuhan,jika ada yang mendukung kami maaju melalui jalur independent tentu Tuhan dan Alam leluhur balim mau supaya kami ikut dalam kontestasi pilkada Jayawijaya 2024. Jangan alergi dengan proses, kita belum masuk di arena pertandingan,”katanya.
Hal yang sama Dekim Karoba calon Wakil Bupati Jayawijaya mengharapkan, menghidupkan iklim demokrasi Jayawijaya pasalnya, Jayawijaya merupakan ibu kota Provinsi Papua Pegunungan.
“ Jayawijaya akan menjadi tolak ukur untuk 7 Kabupaten di Papua Pegunungan, Kandidat yang akan maju secara Bersama ciptakan iklim proses demokrasi yang baik, memberikan Pendidikan politik kepada rakyat agar memahami bahwa demokrasi itu hidup jadi lebih banyak calon lebih bagus supaya masyarakat juga menentukan pihan kepada siapa, akan terlihat siapa yang diinginkan oleh masyarakat untuk jadi pemimpin di Jayawijaya lima tahun akan dating,”tutupnya.
NABIRE — Raut haru tak bisa disembunyikan dari wajah Ibu Sari warga Kabupaten Nabire saat…
Nabire –Lonjakan kejahatan jalanan di Papua Tengah menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Sepanjang Januari hingga…
Nabire – Dalam momentum Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol.…
Jayapura – Kehadiran Polri melalui Operasi Cinta Damai Noken 2026 kembali dirasakan langsung manfaatnya oleh…
Jayapura– Polda Papua melalui Polres Biak Numfor bergerak cepat menangani peristiwa ledakan yang diduga berasal…
Sugapa – Personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 mengamankan seorang pria berinisial EK (18) yang…