Papua Pegunungan

Ini Sembilan Kesepatakan Dalam Penanganan Stunting di Kabupaten Nduga

KENYAM-Pemerintah Daerah Kabupaten Nduga kembali melaksanakan workshop koordinasi konsultasi dalam rangka penyusunan rencana aksi daerah dan rembuk stunting yang dilaksanakan pada Selasa (22/8/2023)

Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Nduga Namia Gwijangge S.Pd. M.SI dan forkopimda serta diikuti oleh beberapa Organisasi Perangkat Daerah yang terlibat langsung dalam rencana penanggulangan stunting seperti Dinas kesehatan, Dinas Sosial, Bapelitbangda, Dispendukcapil, Perindag, Pertanian dan Perikanan dan Pekerjaan Umum.

Pembicara dari Bangda Kemendagri, Samtoro Larobu dalam pembahasan rembuk stunting disepakati adanya 9 komitmen untuk melakukan percepatan pencegahan dan penurunan stunting yang akan dilakukan oleh para peserta rembuk stunting diantarannya adalah:

  1. Berdasarkan data sunting kabupaten Nduga menurut SSGI tahun 2022 sebesar 50,2% maka ditargetkan penurunan angka stunting Kabupaten Nduga pada tahun 2023 sebesar 5 %
  2. Menyepakati secara bersama-sama melaksanakan 8 aksi konvergensi pencegahan dan penurunan stunting.
  3. Menyepakati sasaran prioritas 10 kampung tahun berjalan dan 10 kampung untuk tahun rencana serta rencana program dan kegiatan yang disertai indikator dan target kinerja dan kebutuhan pendaan dalam rencana kegiatan konvergensi pencegahan dan penurunan stunting terintegrasi di Kabupaten Nduga.
  4. Menyepakati bahwa OPD terkait dan Pemerintah Kampung akan memprioritaskan alokasi kebutuhan pendanaan program dan kegiatan terkait dengan pencegahan dan penurunan stunting dalam APBD dan APB Kampung.
  5. Meningkatkan peran distrik dalam mendukung kampung dalam percepatan pencegahan penurunan stunting.
  6. Meningkatkan peran kampung dalam melakukan konvergensi program/kegiatan dalam percepatan pencegahan penurunan stunting terintegrasi di kampung.
  7. Mengintensifkan gerakan masyarakat hidup bersih dan sehat (PHBS) diseluruh perangkat daerah, distrik dan kampung
  8. Mengoptimalkan pendampingan keluarga pada 5 kelompok sasaran yaitu: remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui dan balita umur 0-59 bulan
  9. Bersedia melakukan komitmen ini dengan ikhlas sera penuh tanggung jawab.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Nduga, Namia Gwijangge mengusulkan 2 saran kongkrit terkait penanggulangan stunting yakni mengajak masing-masing kepala OPD untuk menjadi orang tua asuh dan kedua membangun dapur umum untuk memberikan makanan tambahan.

“Kita harus segera membuat langkah kongkrit, tidak perlu terlalu banyak rapat dan lain-lain, mari kita menjadi orang tua asuh dari anak anak stunting ini dan membuat dapur umum untuk mereka. Saya menyakini apabila kita serius, permasalahan ini segera selesai”Tegasnya.(Humas/gin)

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Serahkan 15 Milyar Untuk Pembangunan Gereja, Bupati Yoas Beon: Jadi Fondasi Masyarakat Beriman dan Sejahtera di Nduga

KENYAM, 1–2 Juni 2026 – Pemerintah Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan, kembali menegaskan komitmennya dalam…

4 jam ago

Bupati Wilem Wandik Tinjau RSUD Tolikara, Dorong Peningkatan Status ke Tipe C

Karubaga, 2 Juni 2026 – Komitmen Pemerintah Kabupaten Tolikara dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kembali…

5 jam ago

Bupati Wilem Wandik Launching Kantor TP PKK Tolikara dan Posyandu Karubaga

Karubaga, 2 Juni 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun…

7 jam ago

Kejurda Atletik Papua 2026 Siap Digelar, Piala Gubernur Jadi Perebutan

JAYAPURA, 2 Juni 2026 – Panitia Kejuaraan Daerah (Kejurda) Atletik Papua Tahun 2026 yang memperebutkan…

8 jam ago

TP PKK Kabupaten Tolikara Peringati HKG PKK ke-54, Perkuat Semangat Pengabdian Menuju Keluarga Sejahtera dan Indonesia Emas 2045

Karubaga, 2 Juni 2026* – Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Tolikara menggelar peringatan Hari Kesatuan…

8 jam ago