Ketua Pokja Bidang Penguatan Ketahanan Keluarga TP PKK Nduga, Ny. Susanti Paseru, menegaskan bahwa pihaknya hadir untuk memastikan barang yang dijual layak konsumsi. Ia menekankan pentingnya pedagang menyediakan makanan bergizi, bukan produk kadaluarsa yang justru mengancam kesehatan anak-anak. “Kami ingin anak-anak Nduga tumbuh sehat dengan asupan bergizi, bukan terpapar makanan berbahaya,” ujarnya penuh kepedulian.
Kepala Disperindakop dan UKM, Erias Gwijangge, S.IP, menambahkan bahwa sidak ini bukan rutinitas semata, melainkan langkah nyata pemerintah. Ia mengungkapkan masih ditemukan makanan untuk anak-anak yang tidak layak konsumsi. “Ini sangat berbahaya bagi generasi muda kita. Pedagang harus bertanggung jawab secara moral dan hukum,” tegasnya.
Sementara itu, Makla Gwijangge, Staf Ahli Bupati Nduga, menyoroti praktik sebagian pedagang yang menaikkan harga tanpa alasan jelas. Ia menegaskan pemerintah hadir langsung di lapangan untuk memastikan harga terkendali dan kualitas barang terjamin. “Barang tidak layak, apalagi untuk anak-anak, harus segera ditarik dari peredaran. Ini komitmen bersama demi masa depan Nduga yang sehat,” katanya.
Sidak gabungan ini menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah dan TP PKK terhadap kesehatan keluarga di Nduga. Lebih dari sekadar pengawasan harga dan stok, kegiatan ini menegaskan bahwa perlindungan anak-anak dari makanan berbahaya adalah prioritas utama. Pemerintah berkomitmen melakukan pemantauan rutin agar pasar tetap sehat, harga stabil, dan masyarakat terlindungi.
Penulis : Gin
Editor : Tim Redaksi















