Festival Etnik Religi Tolikara 2026 Resmi Diluncurkan, Budaya dan Iman Jadi Satu

- Penulis

Rabu, 22 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karubaga, 21 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten Tolikara resmi meluncurkan Festival Etnik Religi Tolikara 2026 yang akan diselenggarakan pada 12–13 Agustus 2026. Peluncuran yang dipimpin langsung oleh Bupati Tolikara, Willem Wandik, S.Sos., di Aula Bappeda Kabupaten Tolikara, Igari, Selasa (21/7), menjadi langkah awal dalam menghadirkan sebuah agenda tahunan yang memadukan pelestarian budaya dengan penguatan nilai-nilai keagamaan.

Rangkaian peluncuran diawali dengan ibadah bersama yang dipimpin Pdt. Aten Yikwa, S.Th., M.Th., dilanjutkan dengan pengukuhan panitia Festival Etnik Religi Tolikara 2026 serta pertunjukan budaya yang mengisahkan sejarah masuknya Injil di Lembah Tolikara.

Suasana acara semakin semarak ketika sekitar 100 pelajar dari berbagai sekolah di Kota Karubaga menampilkan permainan ukulele dan membawakan lagu-lagu rohani sebagai simbol semangat generasi muda dalam mendukung pelestarian budaya dan kehidupan iman di Kabupaten Tolikara.

Dalam khotbahnya yang mengangkat tema “Melayani Tuhan Melalui Karunia” berdasarkan 1 Petrus 4:10–11, Pdt. Aten Yikwa mengajak seluruh panitia dan masyarakat untuk memanfaatkan talenta yang dimiliki sebagai bentuk pelayanan kepada Tuhan sekaligus mendukung suksesnya Festival Etnik Religi yang untuk pertama kalinya digelar di Kabupaten Tolikara.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Willem Wandik juga mengukuhkan panitia penyelenggara sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tolikara menjadikan Festival Etnik Religi sebagai agenda tahunan yang dilaksanakan setiap bulan Agustus.

Menurutnya, festival ini bukan sekadar perayaan budaya, melainkan ruang untuk merawat sejarah masuknya Injil sekaligus memperkuat identitas masyarakat Tolikara.

“Budaya dan agama merupakan dua hal yang saling melengkapi. Keduanya menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Karena itu, Festival Etnik Religi akan terus kita laksanakan setiap tahun sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan warisan leluhur,” ujar Willem Wandik.

Bupati menjelaskan, Festival Etnik Religi Tolikara 2026 akan menampilkan sejumlah agenda utama, di antaranya Tarian Kolosal Sejarah Masuknya Injil di Lembah Tolikara, Lendawi (Tradisi Ratapan) yang merupakan bagian dari budaya masyarakat Tolikara, serta Atraksi Tandem Paralayang yang diharapkan menjadi daya tarik bagi masyarakat maupun wisatawan.

Ia juga meminta seluruh panitia segera menyusun tahapan kerja dan melakukan berbagai persiapan secara matang agar pelaksanaan festival berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Menurut Willem Wandik, festival tersebut dipersembahkan sebagai bentuk penghormatan kepada para tokoh dan pembawa Injil yang telah meletakkan dasar kehidupan rohani masyarakat Tolikara.

“Melalui festival ini kita mengenang jasa para pembawa Injil dan para orang tua yang telah menerima Injil dengan sukacita. Dari Tolikara pula pelayanan Gereja Injili GIDI berkembang ke berbagai wilayah di Papua. Sejarah ini harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda,” katanya.

Bupati berharap Festival Etnik Religi dapat menjadi sarana edukasi sekaligus media promosi budaya daerah sehingga generasi muda semakin mengenal sejarah, mencintai budaya lokal, dan terus menjaga nilai-nilai keimanan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Etnik Religi Tolikara 2026, Herbert S. Imbiri, S.AP., mengatakan festival tersebut lahir dari semangat untuk menghidupkan kembali kecintaan masyarakat terhadap budaya sekaligus memperkuat kehidupan iman sebagai fondasi pembangunan.

Menurutnya, Festival Etnik Religi membawa pesan tentang damai, kasih, dan harapan, sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan yang berkelanjutan harus dimulai dari masyarakat yang mengenal jati dirinya, berakar pada budaya, hidup dalam iman, serta menjaga persaudaraan.

“Kami berharap Festival Etnik Religi Tolikara menjadi milik seluruh masyarakat, tidak hanya sebagai perayaan tahunan, tetapi juga sebagai media pelestarian budaya, penguatan iman, serta promosi potensi daerah kepada masyarakat luas,” tutup Herbert.

Penulis : Kaleb Lau

Editor : Buendi

Sumber Berita: Pemda Tolikara

Berita Terkait

BAZNAS Papua Hadirkan Pengobatan dan Pijat Gratis untuk Korban Kebakaran Dok V
Pemkot Jayapura Ajak FOCIM Bangun Kebersamaan
Pemda Lanny Jaya Kembali Salurkan Bantuan untuk Tiga Distrik Terdampak Hujan Es. Bama, Posko Hingga Tim Kesehatan Diterjunkan
OTK Berondong Tembakan ke Truk Tangki, Polisi Lakukan Perlawanan
Resmi Dilantik, AKBP Yudha Wicaksono Pimpin Polres Puncak Jaya
Gerbong Mutasi Bergerak, Wajah Baru Polda Papua Tengah Resmi Dilantik
Pemkab Nduga Salurkan 2,5 Ton Beras untuk Warganya Yang Mengungsi di Distrik Walaik Kabupaten Jayawijaya
Tak Hanya Terima Bantuan, Guru Dibekali Keterampilan Operasikan Starlink

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 23:22 WIT

BAZNAS Papua Hadirkan Pengobatan dan Pijat Gratis untuk Korban Kebakaran Dok V

Sabtu, 5 September 2026 - 16:59 WIT

Pemkot Jayapura Ajak FOCIM Bangun Kebersamaan

Sabtu, 5 September 2026 - 16:36 WIT

Pemda Lanny Jaya Kembali Salurkan Bantuan untuk Tiga Distrik Terdampak Hujan Es. Bama, Posko Hingga Tim Kesehatan Diterjunkan

Jumat, 4 September 2026 - 22:42 WIT

OTK Berondong Tembakan ke Truk Tangki, Polisi Lakukan Perlawanan

Jumat, 4 September 2026 - 22:35 WIT

Resmi Dilantik, AKBP Yudha Wicaksono Pimpin Polres Puncak Jaya

Berita Terbaru

Daerah

Pemkot Jayapura Ajak FOCIM Bangun Kebersamaan

Sabtu, 5 Sep 2026 - 16:59 WIT