Daerah

DP3AKB Puncak Jaya Gelar Orientasi Kader Bangga Kencana, Fokus pada Kesehatan Reproduksi, Peran Keluarga, dan Pencegahan Penyakit

MULIA, 15 Oktober 2026 – Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) melaksanakan kegiatan Orientasi dan Pelatihan Teknis bagi Kader Bangga Kencana Tahun Anggaran 2026, Kamis (15/10/2026), di Mulia.

Kegiatan yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun Anggaran 2026 ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kapasitas kader dalam mendukung pembangunan keluarga, khususnya melalui pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga.

Materi yang disampaikan mencakup kesehatan reproduksi, kesehatan ibu dan anak, perencanaan kehamilan, pencegahan penyakit menular seksual, deteksi dini kanker pada perempuan, serta penguatan peran keluarga dalam membangun kehidupan yang sehat dan harmonis.

Narasumber pertama, Kepala Seksi Edukasi dan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) DP3AKB, Maria Barekala, A.Md.Keb., menjelaskan pentingnya pemahaman kesehatan reproduksi bagi masyarakat, mulai dari masa remaja, pasangan usia subur hingga lanjut usia.

Menurutnya, pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi perlu diberikan secara berkelanjutan agar masyarakat mampu menjaga kesehatan diri, memahami perubahan fisik sesuai tahap kehidupan, serta mengambil keputusan yang tepat terkait kesehatan reproduksi.

Maria juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi, menerapkan pola hidup sehat, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Bagi perempuan yang sedang merencanakan kehamilan maupun yang telah hamil, pemeriksaan kehamilan secara rutin di fasilitas kesehatan sangat diperlukan untuk memantau kondisi ibu dan perkembangan janin.

Ia mengingatkan bahwa kehamilan perlu direncanakan dengan baik, disertai pemenuhan gizi seimbang, istirahat cukup, aktivitas fisik sesuai kondisi, serta dukungan keluarga. Ibu hamil juga dianjurkan menjalani persalinan di fasilitas kesehatan dengan tenaga medis yang kompeten guna mengurangi risiko komplikasi bagi ibu dan bayi.

Selain itu, Maria menjelaskan pentingnya kewaspadaan terhadap risiko kehamilan, termasuk kehamilan pada usia terlalu muda atau terlalu tua, jarak kehamilan yang terlalu dekat, serta keterlambatan dalam mengambil keputusan dan memperoleh pertolongan medis.

Dalam materi mengenai infeksi menular seksual dan HIV, ia mengajak masyarakat untuk memahami cara penularan, melakukan pencegahan, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang tidak biasa. Ia juga menegaskan pentingnya menghindari stigma dan diskriminasi terhadap orang yang hidup dengan HIV serta memberikan dukungan kepada mereka untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan menjalani pengobatan sesuai anjuran tenaga medis.

Lebih lanjut, Maria mendorong perempuan untuk melakukan deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara. Ia mengajak masyarakat memanfaatkan layanan pemeriksaan yang tersedia di puskesmas maupun rumah sakit serta segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila menemukan keluhan atau perubahan yang mencurigakan.

Sementara itu, narasumber kedua, Kepala Bidang DP3AKB, Periben Enumbi, S.T., menekankan pentingnya peran orang tua dalam menjaga kesehatan keluarga, memberikan pendidikan yang tepat kepada anak-anak, serta membangun komunikasi yang baik antara suami dan istri.

Menurut Periben, keluarga memiliki tanggung jawab besar dalam membimbing anak-anak agar memahami pentingnya menjaga kesehatan diri dan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Pendidikan kesehatan reproduksi perlu diberikan sesuai usia dan tahap perkembangan anak agar mereka memiliki pengetahuan yang benar serta dapat melindungi diri dari perilaku berisiko.

Ia juga mengajak masyarakat untuk membangun kehidupan rumah tangga yang harmonis melalui sikap saling menghormati, kesetiaan, keterbukaan, dan tanggung jawab bersama. Apabila terdapat anggota keluarga yang mengalami masalah kesehatan, keluarga diharapkan memberikan dukungan, bukan menjauhi atau memberikan stigma.

Dalam penjelasannya mengenai HIV, Periben menegaskan bahwa orang yang hidup dengan HIV tetap berhak memperoleh kasih sayang, dukungan keluarga, dan pelayanan kesehatan. Masyarakat perlu memahami bahwa HIV tidak menular melalui penggunaan peralatan makan bersama, sehingga tidak seharusnya ada perlakuan diskriminatif terhadap anggota keluarga yang hidup dengan HIV.

Melalui kegiatan orientasi dan pelatihan teknis ini, DP3AKB Kabupaten Puncak Jaya berharap para kader Bangga Kencana dapat meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat di lingkungan masing-masing, termasuk kepada orang tua, remaja, pasangan usia subur, serta kelompok keluarga lainnya.

Dengan meningkatnya pemahaman dan keterlibatan masyarakat, pembangunan keluarga di Kabupaten Puncak Jaya diharapkan semakin kuat, sehingga terwujud keluarga yang sehat, harmonis, mandiri, dan sejahtera.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Papua Pegunungan Tajamkan Detail Engineering Design, Pembangunan Kantor Gubernur, DPR, dan MRP Dipastikan Matang dan Terintegrasi

TANGERANG SELATAN – 15 Oktober 2026. Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan melakukan penajaman Detail Engineering Design…

3 jam ago

Patroli Rutin Polres Dogiyai Susuri Terminal, Pasar, dan Kampung, Hadirkan Rasa Aman Serta Dorong Warga Aktif Jaga Lingkungan

DOGIYAI – Polres Dogiyai terus meningkatkan upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui patroli…

3 jam ago

Kapolda Cup I 2026 Hadirkan 36 Tim SMP, Ajang Pembinaan Sepak Bola Usia Dini Menuju Profesional dan Harapan Lahirnya Generasi Timnas Indonesia

NABIRE – Turnamen Mini Soccer Kapolda Cup I Tahun 2026 tingkat SMP se-Kabupaten Nabire resmi…

8 jam ago

KPU Papua Pegunungan Gelar Forum Konsultasi Publik, Perkuat Keterbukaan Informasi dan Transformasi Digital

WAMENA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Pegunungan menggelar Forum Konsultasi Publik tentang Standar…

22 jam ago

Koordinasi BPN Jayawijaya dan Kanwil Papua, Upaya Konkret Percepat Penyelesaian Masalah Pertanahan di Distrik Pisugi

JAYAPURA – Kantor Pertanahan Kabupaten Jayawijaya terus berkomitmen menyelesaikan berbagai persoalan pertanahan di wilayah kerjanya.…

23 jam ago

Satresnarkoba Polres Nabire Tangkap Dua Pemuda, Amankan 104,57 Gram Ganja yang Dibawa dari Jayapura

NABIRE – Satuan Reserse Narkoba Polres Nabire menangkap dua pemuda berinisial FR (19) dan MYMA…

1 hari ago