Jayapura, 27 April 2026 – Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol, menghadiri Rapat Koordinasi Teknis Percepatan Eliminasi AIDS, Tuberkulosis, Malaria (ATM), dan Kusta di Tanah Papua Tahun 2026 yang diselenggarakan di Jayapura pada 27–29 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan RI.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Ones Pahabol menegaskan bahwa sektor kesehatan merupakan hal yang sangat penting dan mendasar dalam kehidupan manusia. Ia menyampaikan bahwa setiap kehidupan manusia memiliki nilai yang sangat berarti.
“Kesehatan adalah hal yang paling utama. Kelahiran seseorang mungkin tidak menggoncang dunia, tetapi kematian satu orang saja sangat berarti dan mengguncang kehidupan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa kondisi pelayanan kesehatan di Papua Pegunungan masih sangat terbatas. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain kondisi geografis yang sulit, keterisolasian wilayah di sebagian besar kabupaten, keterbatasan sumber daya manusia, serta akses transportasi yang masih bergantung pada pesawat udara. Kondisi tersebut berdampak pada tingginya angka kematian di wilayah tersebut.
Wakil Gubernur juga menyoroti tingginya kasus malaria yang masih menjadi penyakit dominan di Papua Pegunungan, khususnya di wilayah dataran rendah seperti Yahukimo. Selain itu, penyakit HIV/AIDS dan kusta juga menjadi perhatian serius yang memerlukan penanganan bersama secara terpadu.
Ia menjelaskan bahwa pola hidup masyarakat yang masih tinggal secara komunal dalam satu honai dengan beberapa keluarga turut meningkatkan risiko penularan penyakit. Ditambah dengan keterbatasan pemahaman mengenai pola hidup bersih dan sehat, hal ini menyebabkan penyebaran penyakit menjadi lebih cepat.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Papua Pegunungan menyampaikan sejumlah harapan kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Kesehatan, antara lain:
1. Pembangunan rumah sakit yang layak, penyediaan tenaga medis, serta kelengkapan alat kesehatan dan fasilitas pengobatan yang memadai.
2. Penyediaan rumah sehat yang layak huni bagi masyarakat di tujuh kabupaten guna mengurangi risiko penularan penyakit.
Ia juga berharap agar Menteri Kesehatan Republik Indonesia dapat berkunjung langsung ke Papua Pegunungan untuk melihat kondisi riil masyarakat di lapangan.
Menutup sambutannya, Wakil Gubernur menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan siap mendukung penuh serta bekerja sama dengan pemerintah pusat dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
“Pada prinsipnya, kami siap berkolaborasi dengan pemerintah pusat untuk mewujudkan Indonesia yang sehat,” tegasnya.
Penulis : Gin
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Pemprov Papua Pegunungan















