Debat Pamungkas, Pasangan MARI-YO Tampil Memukau

- Penulis

Kamis, 21 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAYAPURA,- Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua nomor urut 2, Matius Fakhiri-Aryoko Rumaropen (MARI-YO) melakoni debat publik ketiga atau terakhir yang digelar di Ballroom Hotel JS Luwansa, Jalan HR Rasuna Said No. 22 Kav. C Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Kamis (21/11/2024) malam.

Dalam debat Pemilihan Gubernur (Pilgub) ketiga Papua Calon Gubernur Papua Matius Fakhiri memaparkan solusi nyata dalam menangani penyusunan Aparatur Sipil Negara (ASN), pengurangan anggaran akibat adanya Daerah Otonomi Baru (DOB).

“Sebagai gubernur dan wakil di Papua yang terlah dimekarkan, langkah yang akan kami lakukan adalah menyusun konsep mitigasi terhadap permasalahan belanja ASN, sehingga tidak membebani fiskal dengan berkoordinasi dengan pemerintah pusat,” jelas Fakhiri.

Sementara soal peningkatan inovasi secara berkesinambungan, Fakhiri mengatakan program yang akan dilakukan apabila terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua yakni mengoptimalkan kerjasama antar Lembaga pemerintah dan swasta guna melahirkan ide-ide inovasi terbaru.

Selain itu memastikan konsep berkelanjutan dengan memaksimalkan potensi kearifan lokal seperti pembangkit listrik bertenaga mikro hidro, serta pendekatan aspek pembangunan disentralisasi struktural.

Hal ini sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2021 tentang Badan Riset Inovasi Nasional dan Permendagri Nomor 7 Tahun 2023 tentang Badan Riset Inovasi Daerah, katanya.

Terkait pemekaran di Papua, ujar Fakhiri adalah untuk mempermudah sekaligus memperpendek layanan pemerintah, sehingga masyarakat bisa mendapat dan merasakan manfaat dari pemekaran.

“Pemekaran bukan untuk membagi kekuasaan, tapi bagaimana pemangku kepentingan betul-betul melayani masyarakat tanpa membuat hal-hal yang tidak boleh dilakukan yakni KKN. Inilah nyawa terpenting dari pemekaran yang dilakukan di Papua,” ujarnya.

Sementara Calon Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen menyatakan tema perdebatan ketiga sejalan dengan visi Papua maju dan Harmoni. Dengan Misi ini mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bebas KKN melalui perencanaan terintegrasi, pengawasan dan evaluasi berbasis digital.

Selain itu membangun sarana dan prasarana diantaranya pelabuhan pesisir, bandara perintis, rumah sakit internasional, pasar tradisional modern, pendidikan unggul, ekonomi kerakyatan berbasis kearifan lokal sebagai implementasi Undang-undang Otonomi Khusus.

Memperluas dan mempermudah investasi yang beradaptasi terhadap kearifan lokal guna meningkatkan IPM sesuai dengan amanat UU Otsus.

Melakukan deregulasi peraturan yang mengatur kewenangan pusat dan daerah guna mengoptimalkan dana Otsus sesuai dengan peraturan yang berlaku. Selain itu, memaksimalkan sumber-sumber PAD guna mendukung program strategi nasional di bidang ketahanan serta infrastruktur sosial.

“Visi dan misi ini merupakan komitmen kami untuk mendukung visi dan misi besar Presiden dan Wakil Presiden menuju Indonesia Emas 2045,” kata Rumaropen.

Diakhir segmen perdebatan, Matius Fakhiri menegaskan Papua sebagai bagian dari NKRI sudah harus mampu membuktikan yang terbaik terhadap kemajuan wilayah, dan harmonisasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam implementasi program-program strategis.

“Untuk itu, bersama MARI-YO Papua maju dan harmonis membangun bangsa. Saatnya kita untai karya nyata, bukan karya cerita,”.

“Jangan lupa tanggal 27 November 2024, seluruh warga Papua yang memiliki hak suara untuk memilih, datang ke TPS untuk coblos nomor 2, Matius Fakhiri-Aryoko Rumaropen,” tegas Fakhiri sambil melantunkan lagu Koes Plus berjudul Kolam Susu. (TIM)

Penulis : Gin

Editor : Buendi

Sumber Berita: TIM MARI-YO

Berita Terkait

Ritual Adat “Yigin Engale Goki” Pelepasan Tali Panah dan Patah Panah Masyarakat Lanny Tegaskan Kesepakatan Perdamaian
Polres Boven Digoel Jemput 44 Penambang Kawe, Pastikan Pelayanan Humanis
Kapolda Papua Tengah Apresiasi Kinerja Bupati Puncak Saat Peresmian Guest House Elvis Tabuni
Serahkan Rp 1.2 M, 44 Ekor Babi dan 18 Ton Beras dan Bama. Bupati Aletinus Yigibalom Tegaskan: Bantuan Perdamaian Bukan Denda Kepala
Penamatan SD Inpres Mulia: Awal Perjalanan Menuju Masa Depan Lebih Baik
Wamendagri Ribka Haluk Apresiasi Perdamaian Adat Konflik Wouma–Kurima dan Lanny di Wamena
Gubernur John Tabo Tegaskan Perdamaian Adat Jadi Fondasi Papua Pegunungan
Patah Panah, Sambung Persaudaraan, Kurima dan Lanny Sepakat Berdamai

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 20:24 WIT

Ritual Adat “Yigin Engale Goki” Pelepasan Tali Panah dan Patah Panah Masyarakat Lanny Tegaskan Kesepakatan Perdamaian

Senin, 25 Mei 2026 - 18:27 WIT

Polres Boven Digoel Jemput 44 Penambang Kawe, Pastikan Pelayanan Humanis

Senin, 25 Mei 2026 - 14:04 WIT

Kapolda Papua Tengah Apresiasi Kinerja Bupati Puncak Saat Peresmian Guest House Elvis Tabuni

Senin, 25 Mei 2026 - 08:27 WIT

Serahkan Rp 1.2 M, 44 Ekor Babi dan 18 Ton Beras dan Bama. Bupati Aletinus Yigibalom Tegaskan: Bantuan Perdamaian Bukan Denda Kepala

Senin, 25 Mei 2026 - 07:56 WIT

Penamatan SD Inpres Mulia: Awal Perjalanan Menuju Masa Depan Lebih Baik

Berita Terbaru