WAMENA — Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letkol Inf. Ilham Datu Ramang menyebut situasi keamanan di Kabupaten Jayawijaya, khususnya wilayah pinggiran dan sejumlah distrik, belum sepenuhnya dapat dinyatakan aman pascarangkaian aksi penembakan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Ilham mengatakan, rangkaian kejadian tersebut antara lain penembakan saat kegiatan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB), penembakan terhadap tiga aparatur sipil negara (ASN) di Distrik Muliama, serta penembakan seorang sopir di kawasan Habema.
Menurutnya, kondisi di wilayah dalam Kota Wamena hingga saat ini relatif aman dan aktivitas masyarakat masih berjalan normal. Namun, kondisi berbeda terdapat di sejumlah wilayah distrik yang berada di luar pusat kota.
“Kalau di dalam kota sampai saat ini kondisi aman. Tetapi untuk yang di pinggir-pinggir, terutama di distrik-distrik, kami belum bisa menjamin,” ujar Ilham, Sabtu (3/10/2026).
Ia menyebut sejumlah wilayah seperti Distrik Asologaima dan kawasan Napua hingga ke wilayah atas masih menjadi perhatian aparat keamanan. Keterbatasan personel menjadi salah satu kendala dalam memberikan pengamanan secara menyeluruh di seluruh distrik.
“Tidak mungkin seluruh distrik kita jaga dengan menempatkan personel, karena memang keterbatasan personel,” katanya.
Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan aparat bersama Pemerintah Kabupaten Jayawijaya untuk sementara menarik tenaga kesehatan dan tenaga pengajar non-OAP dari sejumlah wilayah distrik ke dalam Kota Wamena.
Ilham menegaskan, kebijakan tersebut bukan berarti pelayanan publik dihentikan. Tenaga kesehatan dan guru tetap menjalankan tugas, namun untuk sementara dipusatkan di wilayah perkotaan. Sementara pelayanan di distrik tetap diupayakan dengan tenaga kesehatan dan guru yang ada.
“Pelayanan tetap berjalan. Untuk sementara tenaga nakes dan guru non-OAP ditarik ke dalam kota, sedangkan tenaga OAP tetap memberikan pelayanan di distrik dengan segala keterbatasan,” jelasnya.
Ia mengatakan keputusan tersebut diambil menyusul adanya sejumlah kejadian yang menyasar warga non-OAP. Namun, Ilham juga menegaskan bahwa berdasarkan pernyataan yang disampaikan kelompok bersenjata, sasaran aksi kekerasan tidak semata-mata terbatas pada warga non-OAP, tetapi juga aparat maupun pihak lain yang dianggap sebagai sasaran.
Karena itu, Kodim 1702/Jayawijaya bersama Polres Jayawijaya terus meningkatkan patroli, khususnya di wilayah pinggiran kota dan sejumlah daerah yang dinilai membutuhkan perhatian keamanan.
“Karena kekurangan personel, saya pun turun langsung bersama teman-teman Polri melaksanakan patroli,” ujarnya.
Ilham menjelaskan, keterbatasan personel juga berkaitan dengan luasnya wilayah tanggung jawab. Saat ini, keberadaan Koramil di wilayah Jayawijaya masih terbatas, sementara harus mencakup 40 distrik.
Ia berharap situasi keamanan di Jayawijaya segera kembali normal sehingga seluruh aktivitas masyarakat, termasuk pelayanan pendidikan dan kesehatan, dapat berlangsung tanpa rasa takut.
“Kami tidak mau lagi ada kejadian penembakan seperti yang kemarin-kemarin, karena pasti akan menambah traumatik masyarakat dan menimbulkan ketakutan,” katanya.
Ilham juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama ketika melakukan perjalanan keluar dari wilayah tempat tinggalnya. Imbauan serupa telah disampaikan kepada paguyuban-paguyuban masyarakat non-OAP agar turut membantu menyampaikan informasi keamanan kepada anggotanya.
“Kami menghimbau agar apabila keluar dari distrik atau wilayah-wilayah yang mereka tempati, mungkin agak dibatasi,” ujarnya.
Di sisi lain, Ilham mengajak seluruh masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan tetap menjaga situasi keamanan bersama. Ia memastikan aparat keamanan akan terus melakukan patroli untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat, baik di dalam maupun di luar Kota Wamena.
“Saya menghimbau kepada oknum-oknum yang selama ini memberikan teror kepada masyarakat di Kabupaten Jayawijaya untuk segera meninggalkan Kabupaten Jayawijaya. Kami dari aparat keamanan akan terus aktif melaksanakan patroli untuk menjamin keamanan seluruh masyarakat,” tegasnya.
NDUGA – Memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74 Tahun 2026, Pengurus Cabang Bhayangkari Nduga…
WAMENA — Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kabupaten Jayawijaya menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dalam rangka…
JAYAPURA — Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nduga menggelar Rapat Paripurna dalam rangka pembukaan, pembahasan…
ILU, Sabtu, 3 Oktober 2026 — Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya bersama masyarakat Wilayah II melaksanakan…
Nduga, Papua Pegunungan – Wakil Panglima Komando Operasi (Wapangkoops) TNI Habema, Kolonel Inf Herry Purwanto,…
ILU, Sabtu, 3 Oktober 2026 — Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya bersama masyarakat Wilayah II melaksanakan…