Daerah

Damaikan Konflik Berkepanjangan, Pj Bupati Elai Giban SE. MM Berharap Semua Pihak Jaga Kedamaian di Kabupen Nduga

KENYAM-Bertempat di Bundaran Salib, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan, Pemerintah Kabupaten Nduga bersama dengan Forkopimda dan Para Tokoh Masyarakat melakukan mediasi/penyelesaian masalah pasca terjadinya pertikaian antara kelompok Ikabus Gwijangge dan kelompok Tarni Wandikbo di Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga yang sudah berjalan enam bulan. (19/07)

Perdamaian tersebut dipimpin langsung Pj. Bupati Nduga Elai Giban, SE. M.M, Dandim 1706/Nduga Letkol Inf Saeri SE, M.M, Kapolres Nduga. AKBP Vinsensius Jimmy Parapaga S.IK, Anggota MRP dan Para Tokoh di Kabupaten Nduga.

Dalam mediasi penyelesaian masalah ini, kedua kelompok bersepakat untuk damai dengan mengakhiri pertikaian yang terjadi dan penandatanganan berita acara pernyataan damai antar kubu ditantangani oleh para Dugure / Panglima perang dari kedua belah kubu.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Nduga juga menyerahkan uang santunan sebagai bentuk konpensasi kepada masing-masing keluarga korban. Konpensasi secara simbolis diberikan oleh Pj Bupati Nduga kepada keluarga pihak korban

Dalam sambutannya Pj Bupati Nduga Elai Giban SE. MM mengucap syukur kepada Tuhan karena telah memberikan khidmat kepada suku Nduga dan berterimakasih kepada seluruh pihak yang berkontribusi selama enam bulan bekerja keras untuk mendamaikan kedua belah pihak, ia juga turut berduka kepada para korban pertikaian, karena itu PJ Bupati menekankan uang yang diberikan kepada keluarga korban adalah bentuk kepedulian Pemerintah

“apa yang kami berikan bukan untuk membayar kepala atau denda adat, namun adalah bentuk santunan kepedulian kami kepada keluarga korban. Saya berharap kedepan tidak ada lagi pertikaian-pertikain yang mengakibatkan perang suku atau antar keluarga yang menimbulkan korban jiwa”Katanya

Dengan perdamaian ini, Pj Bupati meminta agar masyarakat yang beraktivitas dengan normal, tidak membawa alat-alat tajam lagi di wilayah perkotaan kenyam. Hal ini untuk menjaga keamanan dan ketertiban bersama

“Saya berharap kepada masyarakat di Nduga, mulai saat ini beraktivitas secara Normal, tidak bawa alat tajam ke kota. Alat tajam hanya untuk ke kebun saja. Mari kita kembali hidup normal agar perekonomian berjalan lancar,”tagasnya.

Sementara itu, Kapolres Nduga AKPB Vinsensius Jimmy Parapaga S.IK menyatakan bahwa pertikaian kedua belah pihak sudah berlangsung sebanyak 19 kali sejak bulan februari dan mengakibatkan 4 orang meninggal dunia dari kedua belah pihak dan 2 orang meninggal dunia diluar kedua kelompok. Karenanya dengan perdamaian ini, ia meminta agar seluruh elemen masyarakat Nduga dapat menjaga perdamaiaan yang telah disepakati bersama

“Saya minta mari kita jaga perdamaian ini dengan baik, mari kita saling menjaga “harapanya

Kapolres Nduga menambahkan kedepan apabila ada lagi pertikaian masyarakat, maka akan di proses sesuai dengan hukum.

“disini kita sudah bersepakat dan saya harap semua dapat mematuhinya. Apabila kedepan ada tindakkan kriminal, maka akan kami proses sesuai dengan hukum positif di negara ini” Tegasnya

Dalam melaksanakan perdamaian atas pertikaian kelompok masyarakat ini, Pemerintah Kabupaten Nduga memberikan bantuan uang kompensasi sebesar Rp. 3.000.000.000 (Tiga Milyar Rupiah) yang dibagikan kepada para korban.

Adapun pernyataan kesepakatan yang ditandatangani oleh kedua belah pihak adalah sebagai berikut :
1. Kami menyatakan tidak akan perang lagi atau melakukan aksi balas dendam antara satu sama lain
2. Kami tidak akan melakukan pembalasan diluar wilayah kabupaten Nduga
3. Pihak pemerintah Nduga tidak lagi mengizinkan penyelesaian masalah melalui denda adat dan/atau membayar kepala tetapi selanjutnya akan mengacu pada Perda yang akan ditetapkan
4. Kepada siapapun yang merencanakan, membantu, mendukung, melindungi turut serta dan melakukan pembunuhan dan tindak kejahatan lainnya, baik perorangan kelompok ataupun golongan maka akan dituntut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Tangani Keaksaraan, Dispenbud Kota Jayapura Perkuat Jenjang Pendidikan Dasar

JAYAPURA-Penanganan masalah keaksaraan di Kota Jayapura, tetap menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota…

9 jam ago

DWP Papua Pegunungan Gelar Rangkaian Program Edukatif dan Sosial pada HUT ke-27, Dorong Lahirnya Perempuan Berkarakter dan Berdaya

WAMENA – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Papua Pegunungan mulai mematangkan persiapan peringatan Hari Ulang…

9 jam ago

Jelang Agenda Besar Olahraga Daerah, KONI Papua Pegunungan Siapkan Pelantikan Pengurus Kabupaten dan Bimtek Strategis

WAMENA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Pegunungan mematangkan persiapan pelantikan pengurus KONI…

9 jam ago

Kantah Jayawijaya Lakukan Pengukuran Ulang Tanah Runway Bandara Wamena, Pastikan Presisi Data dan Kepastian Hukum

WAMENA — Kantor Pertanahan Kabupaten Jayawijaya memenuhi undangan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten…

1 hari ago

Kantah Jayawijaya Hadir dalam Mediasi Polres: Klarifikasi Teknis Pertanahan Distrik Asso Lokobal Jadi Fokus Utama

WAMENA – Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Jayawijaya terus berkomitmen mendukung penanganan dan penyelesaian dinamika pertanahan…

1 hari ago

Kapolda Jermias Rontini Ingin Hidupkan Kembali Rumah Apung Kwatisore, Potensi Hiu Paus Nabire Didorong Jadi Ikon Wisata dan Penggerak Ekonomi Lokal

NABIRE – Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini berencana menghidupkan kembali rumah apung di…

1 hari ago