Categories: Uncategorized

Bupati Gusbager Terus Hadir Ditengah-tengah Petani, Kali Ini Berikan Bantuan Pada Petani di Yamara dan Wonerejo

ARSO-Bupati Keerom Piter Gusbager S. Hut, MUP terus memberikan motivasi agar masyarakat terus bekerja mengembangkan pertanian di Kabupaten Keerom. Kali ini komitmen itu kembali diperlihatkan dengan turun langsung ditengah masyarakat Kampung Yamara dan Wonerejo agar lebih semangat dalam membuka dan mengembangkan pertanian jagung didaerah Food Estate Keerom.

Dalam kunjungan tersebut Bupati anak asli Keerom ini selain berdiskusi dan memberikan motivasi juga memberikan bantuan satu unit motor bagi ketua penyuluh, alat semprot hama dan uang bantuan motivasi sebesar Rp 100 juta bagi 49 Kepala Keluarga petani dan juga memberikan Rp 100 juta untuk pemilik hak ulayat atau adat.

“Hari ini saya menghadiri pertemuan dengan para petani dari Kampung Yamara dan Wonorejo untuk mendorong, memberikan motivasi untuk persiapan pembukaan lahan jagung,”Ungkap Bupati Gusbager, Selasa (22/8)

Pemberian motivasi untuk masyarakat Yamara dan Wonerejo tersebut agar masyarakat membuka lahan pertanian pada lahan zona 1, zona 2 dan zona 3 yang sudah dibersihkan namum ditanami agar segera mungkin ditanami.

“Saya memberikan bantuan, satu alat semprot, uang tali asih kepada petani pemilik sebagai apresiasi kepada petani lahan ini sudah dibuka dan juga kepada adat yang masing-masing Rp 100 juta dan tadi ada motor untuk ketua penyuluhan agar membantu dirinya dalam memberikan penyuluhan kepada petani,”Katanya.

Pemberian bantuan dan juga hadirnya pemerintah ditengah-tengah masyarakat sebagai tanda komitmen pemerintah, memberikan dukungan dan dorongan kepada petani bahwa petani tidak sendiri.

“Harapan saya, petani bisa komitmen mengelola lahan mereka. Karena di situ ada uang, uang bagi orang Keerom ada di tanah yang subur ini,”Bebernya.

Lebih jauh Gusbager mengatakan jika masyarakat serius mengelola pertaniannya dan dengan dukungan bibit, pupuk penyuluh dan alsintan yang disiapkan pemerintah maka menurutnya tidak ada lagi alasan masyarakat untuk tidak membuka lahan pertaniannya.

“Yang tidak serius mengelola lahan pemerintah akan mengambil alih untuk diolah dan 10 persennya hasilnya dipotong setiap panen untuk petani pemilik lahan. Ini komitmennya harus dibuat, jadi petani yang malas Pemda akan langsung mengambil alih,”Pungkasnya.(gin)

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Tangani Keaksaraan, Dispenbud Kota Jayapura Perkuat Jenjang Pendidikan Dasar

JAYAPURA-Penanganan masalah keaksaraan di Kota Jayapura, tetap menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota…

14 jam ago

DWP Papua Pegunungan Gelar Rangkaian Program Edukatif dan Sosial pada HUT ke-27, Dorong Lahirnya Perempuan Berkarakter dan Berdaya

WAMENA – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Papua Pegunungan mulai mematangkan persiapan peringatan Hari Ulang…

14 jam ago

Jelang Agenda Besar Olahraga Daerah, KONI Papua Pegunungan Siapkan Pelantikan Pengurus Kabupaten dan Bimtek Strategis

WAMENA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Pegunungan mematangkan persiapan pelantikan pengurus KONI…

14 jam ago

Kantah Jayawijaya Lakukan Pengukuran Ulang Tanah Runway Bandara Wamena, Pastikan Presisi Data dan Kepastian Hukum

WAMENA — Kantor Pertanahan Kabupaten Jayawijaya memenuhi undangan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten…

2 hari ago

Kantah Jayawijaya Hadir dalam Mediasi Polres: Klarifikasi Teknis Pertanahan Distrik Asso Lokobal Jadi Fokus Utama

WAMENA – Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Jayawijaya terus berkomitmen mendukung penanganan dan penyelesaian dinamika pertanahan…

2 hari ago

Kapolda Jermias Rontini Ingin Hidupkan Kembali Rumah Apung Kwatisore, Potensi Hiu Paus Nabire Didorong Jadi Ikon Wisata dan Penggerak Ekonomi Lokal

NABIRE – Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini berencana menghidupkan kembali rumah apung di…

2 hari ago