WAMENA – Senin, 11 Mei 2026 menjadi momen bersejarah bagi Kabupaten Lanny Jaya. Bunda Helena Tabuni Yigibalom S.Pd resmi dikukuhkan sebagai Bunda PAUD Kabupaten Lanny Jaya dalam acara pengukuhan bersama tujuh Bunda PAUD kabupaten lainnya di Provinsi Papua Pegunungan.
Pengukuhan yang berlangsung di salah satu hotel di Wamena ini dipimpin langsung oleh Ketua Bunda PAUD Provinsi Papua Pegunungan, Anggieta Bestari Tabo, serta diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Papua Pegunungan.

Dalam sambutannya, Bunda Anggieta menegaskan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen bersama untuk memperkuat layanan pendidikan anak usia dini di Tanah Papua. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam memastikan setiap anak memperoleh hak atas pendidikan, pengasuhan, kesehatan, perlindungan, dan gizi yang baik.
“Mari kita bergandengan tangan membangun kolaborasi yang kuat demi menghadirkan layanan PAUD yang merata, berkualitas, dan menjangkau hingga pelosok Papua Pegunungan. Dengan kerja bersama dan pertolongan Tuhan, saya percaya kita mampu melahirkan generasi emas Papua,” ujar Anggieta Bestari Tabo.
Sementara itu, setelah resmi dikukuhkan sebagai Bunda PAUD Kabupaten Lanny Jaya, Bunda Helena Tabuni Yigibalom S.Pd menyampaikan rasa syukur dan komitmen yang mendalam untuk memajukan pendidikan anak usia dini di Papua Pegunungan.
“Hari ini adalah momen bersejarah, bukan hanya bagi saya pribadi, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Lanny Jaya. Pengukuhan ini adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan ketulusan hati. Anak-anak kita adalah masa depan Papua, mereka adalah generasi emas yang harus dipersiapkan sejak dini dengan pendidikan yang berkualitas, penuh kasih, dan sesuai dengan budaya kita,” ujar Helena.
Ia menekankan bahwa peran Bunda PAUD bukan sekadar simbol, melainkan penggerak utama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan anak usia dini. Helena menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini harus menjadi fondasi pembangunan sumber daya manusia Papua Pegunungan.
“Sebagai Bunda PAUD, saya akan berusaha menjadi jembatan antara pemerintah, keluarga, dan masyarakat. Kita harus memastikan bahwa setiap anak, baik di kota maupun di pelosok kampung, mendapatkan hak yang sama atas pendidikan, pengasuhan, kesehatan, perlindungan, dan gizi yang baik. Tidak boleh ada anak Papua yang tertinggal,” tegasnya.
Helena juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bergandengan tangan membangun kolaborasi yang kuat. Menurutnya, keberhasilan PAUD tidak bisa dicapai hanya oleh satu pihak, melainkan melalui kerja bersama yang melibatkan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, gereja, tokoh masyarakat, dan keluarga.
“Saya percaya, dengan kerja sama yang solid dan pertolongan Tuhan, kita mampu menghadirkan layanan PAUD yang merata dan berkualitas hingga ke pelosok Lanny Jaya. Mari kita jadikan anak-anak kita sebagai generasi yang cerdas, sehat, berkarakter, dan berdaya saing. Mereka kelak akan menjadi pemimpin yang membawa damai, kemajuan, dan harapan bagi Papua dan Indonesia,” tambahnya.
Helena menutup pernyataannya dengan doa dan harapan agar amanah sebagai Bunda PAUD dapat dijalankan dengan penuh dedikasi, serta menjadi langkah nyata dalam membangun masa depan pendidikan anak usia dini di Papua Pegunungan.

Penulis : Gin
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Pemda Lanny Jaya















