JAYAPURA-Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd., membuka kegiatan In House Training (IHT) SMA Negeri 2 Jayapura di SIP Azana Hotel Jayapura, Jumat (23/10).
Rocky Bebena menyampaikan ucapan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada kepala SMAN 2 Jayapura serta tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang telah menginisiasi pelaksanaan IHT ini Diakuinya IHT ini sangat penting, karena merupakan cikal bakal dalam menyusun konsep kerja selama satu tahun kedepan.
“Apa yang kita mau buat, apa yang kita mau laksanakan dan yang telah kita lakukan tahun lalu tercapai tidak targetnya. Itu harus ada ukuran dan kenapa kita buat seperti itu, supaya kita bisa mengevaluasi,” ungkap Rocky Bebena.
Untuk itu, dalam IHT ini Rocky Bebena meminta seluruh peserta untuk aktif dalam memberikan pendapat dan masukan.
“Dalam IHT ini buat evaluasi utamanya kelompok mata pelajaran, punya perencanaan, kiat-kiat dan terobosan yang akan dibuat untuk lebih baik. Setiap guru sebelum rancang pembelajaran, maka mental harus disiapkan terlebih dahulu,” tegasnya.
Selain menyiapkan mental, Rocky Bebena juga mengingatkan kepada tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah untuk memperhatikan masalah kedisiplinan terutama Kedisiplinan dalam mengajar. Dirinya meminta agar tenaga pendidik dalam menjalankan tugasnya tidak hanya mengejar materi yang diajarkan kepada anak didik selesai.
“Guru dalam mengajar harus bisa melihat karakter anak didiknya. Untuk apa kita berprestasi kalau karakternya tidak bagus,” tegasnya.
Hal lain yang diingatkan oleh Rocky Bebena kepada para tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yaitu terkait kedisiplinan dalam memakai seragam dan atribut sebagai Aparatur Sipil Negara.
“Sebagai ASN di lingkungan sekolah, kita harus memperhatikan seragam dan atribut yang kita pakai, apakah sesuai dengan aturan yang berlaku atau tidak. Jadi sebelum kita tegur anak didik, maka kita perlu melihat dan mengoreksi diri kita sendiri,” tandasnya.
Dalam kesempatan itu, Rocky Bebena juga mengingatkan kepada tenaga pendidik dan tenaga kependidikan untuk tidak merokok di lingkungan sekolah. Sebab dirinya sudah mendapat masukan dari masyarakat khususnya orang tua siswa, agar tenaga pendidik dan tenaga kependidikan bisa menjadi contoh dan teladan bagi anak didik.
“Kalau mengajar atau berada di lingkungan sekolah jangan merokok. Karena ada juga orang tua yang menyampaikan agar jangan ada tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang merokok di lingkungan sekolah,” pungkasnya.(Yonathan)
Penulis : Gin
Editor : A. Buendi















