Bom di Tanah Leluhur, Warga Lanny Jaya Minta Negara Jangan Abaikan Hak Hidup OAP

- Penulis

Selasa, 9 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LANNY JAYA, 9 JUNI 2026– Suara keras datang dari kalangan intelektual Lanny Jaya menyusul tragedi yang menewaskan seorang anak muda bernama Pendite Weya (18) di Kampung Wunabunggu, Distrik Malagai, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan. Korban meninggal dunia akibat ledakan granat saat sedang bersama orang tuanya mencari buah pandan/kelapa hutan di dusun mereka.

Nioluen Kotouki, mewakili intelektual Lanny Jaya, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh hanya hadir memberi bantuan bahan makanan semata, tetapi harus bertindak lebih jauh. “Yang paling penting adalah mengungkap siapa pelaku yang memasang bom di tempat aktivitas warga. Ini bukan sekadar musibah, ini pelanggaran HAM berat yang merenggut nyawa anak Papua,” tegasnya.

Menurut Kotouki, lokasi kejadian adalah dusun dan hutan yang secara turun-temurun menjadi warisan leluhur masyarakat setempat. “Negara tidak bisa mengkapling hak hidup orang asli Papua. Tempat itu adalah tanah warisan, ruang hidup yang tidak boleh diganggu,” ujarnya dengan nada penuh keprihatinan.

Ia meminta Bupati dan DPRD Lanny Jaya untuk segera membantu keluarga korban dengan mendorong aparat mengungkap pelaku agar diproses sesuai hukum yang berlaku. Desakan juga ditujukan kepada Polda Papua agar segera melakukan investigasi menyeluruh.

Kotouki menilai, kehadiran pos TNI di Wunabunggu sejak beberapa waktu lalu telah menimbulkan ketegangan dan rasa tidak aman bagi warga. “Sejak ada pos TNI di wilayah itu, aktivitas masyarakat mencari makan di hutan jadi terganggu. Anak-anak sekolah pun tidak bisa belajar maksimal karena suasana tidak kondusif,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa kondisi ini membutuhkan perhatian serius pemerintah pusat. Presiden RI diminta mengevaluasi keberadaan Markas Komando Operasi (Koops) TNI Habema yang wilayah operasinya mencakup enam provinsi di Tanah Papua. Menurutnya, keberadaan satgas harus diatur agar tidak menimbulkan trauma berkepanjangan bagi masyarakat.

Masyarakat setempat berharap pemerintah dapat memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan sehingga mereka bisa kembali beraktivitas di tanah leluhur tanpa rasa takut. “Kami ingin hidup tenang di kampung sendiri, mencari makan di hutan seperti yang dilakukan leluhur kami. Pemerintah harus hadir memberi rasa aman, bukan sebaliknya,” kata salah satu tokoh masyarakat.

Tragedi ini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk segera bertindak. Ungkapan duka tidak cukup; yang dibutuhkan adalah langkah nyata mengungkap pelaku, menegakkan hukum, dan memastikan masyarakat Papua Pegunungan tidak lagi kehilangan nyawa akibat ledakan bom yang ditinggalkan di tanah mereka.

Penulis : Gin

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Langkah Cepat Pemda Lanny Jaya: Pastikan Fakta, Beri Dukungan, dan Dengarkan Aspirasi Warga Malagi
Kerja Sama Strategis: RSUD Elvirda Sara Gandeng RSUD Mimika untuk Magang dan Rujukan Pasien
Percepat Pembangunan Lanny Jaya, Bupati Aletinus Yigibalom Lakukan Pertemuan Dengan Kemendes PDT dan KSP
Bunda PAUD Papua Pegunungan Dorong Penguatan Pendidikan Karakter pada Penamatan TK Koinonia Wamena
Polda Papua Tengah Ungkap Jaringan Peredaran Obat Keras Ilegal di Dogiyai, Pelaku Terancam 12 Tahun Penjara
Inflasi Papua dan DOB Mei 2026 Tetap Terkendali, Daya Beli Masyarakat Terjaga
Pj Sekda Puncak Jaya Ingatkan ASN Jaga Integritas dan Etika
SK CPNS Sudah Ditandatangani, Penyerahan Tunggu Finalisasi Administrasi

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 06:46 WIT

Bom di Tanah Leluhur, Warga Lanny Jaya Minta Negara Jangan Abaikan Hak Hidup OAP

Senin, 8 Juni 2026 - 20:45 WIT

Langkah Cepat Pemda Lanny Jaya: Pastikan Fakta, Beri Dukungan, dan Dengarkan Aspirasi Warga Malagi

Senin, 8 Juni 2026 - 17:23 WIT

Kerja Sama Strategis: RSUD Elvirda Sara Gandeng RSUD Mimika untuk Magang dan Rujukan Pasien

Senin, 8 Juni 2026 - 16:59 WIT

Percepat Pembangunan Lanny Jaya, Bupati Aletinus Yigibalom Lakukan Pertemuan Dengan Kemendes PDT dan KSP

Senin, 8 Juni 2026 - 16:15 WIT

Bunda PAUD Papua Pegunungan Dorong Penguatan Pendidikan Karakter pada Penamatan TK Koinonia Wamena

Berita Terbaru