Bimtek Pustakawan 2026: Perpustakaan Harus Inklusif dan Mudah Diakses

- Penulis

Senin, 7 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WAMENA, 7 September 2026 — Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan mendorong perpustakaan di daerah itu bertransformasi menjadi pusat pengetahuan dan literasi masyarakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kapasitas tenaga perpustakaan dan pustakawan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Tenaga Perpustakaan dan Pustakawan Tahun 2026 yang digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Papua Pegunungan di Aula Grand Sartika Wamena, Senin.

Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Papua Pegunungan, Lukas W. Kossay, saat membuka kegiatan mewakili Gubernur Papua Pegunungan, mengatakan keberadaan perpustakaan memiliki peran strategis dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.

“Perpustakaan merupakan salah satu sarana penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, meningkatkan budaya membaca, memperluas wawasan, serta membuka akses masyarakat terhadap ilmu pengetahuan dan informasi,” katanya saat membacakan sambutan Gubernur.

Ia mengatakan Papua Pegunungan sebagai provinsi yang terus berkembang membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman.

Karena itu, peningkatan kompetensi tenaga perpustakaan dan pustakawan menjadi bagian penting dalam memperkuat pelayanan literasi kepada masyarakat.

Menurut dia, perpustakaan tidak boleh hanya dipandang sebagai tempat menyimpan dan meminjam buku, tetapi harus dikembangkan sebagai ruang pembelajaran yang terbuka, inklusif dan mudah diakses masyarakat.

“Perpustakaan harus menjadi ruang yang terbuka, inklusif, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap peserta Bimtek dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh di tempat kerja masing-masing serta menjadi penggerak literasi di lingkungan masyarakat.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Papua Pegunungan, Anthony M. Mirin, mengatakan penguatan perpustakaan menjadi salah satu fokus pihaknya, terutama karena kelembagaan perpustakaan daerah masih dalam tahap pengembangan.

“Kami sekarang fokus bagaimana supaya kantor perpustakaan daerah ini harus jadi. Ini yang penting,” katanya.

Anthony mengatakan pihaknya juga mendorong kolaborasi dengan pemerintah kabupaten, perguruan tinggi, sekolah dan berbagai pihak lainnya untuk memperkuat ekosistem literasi di Papua Pegunungan.

Menurut dia, perkembangan teknologi, termasuk internet dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), harus diimbangi dengan kemampuan membaca, memahami dan berpikir kritis.

“AI itu semua dari data. Dia berdasarkan data yang dikumpulkan oleh manusia yang dimasukkan ke dalam sistem. Jadi ini penting sekali supaya generasi ke depannya jangan sampai mereka hanya berharap pada digital dan tidak bisa memahami konsep-konsep serta membuat inovasi-inovasi untuk ke depan,” ujarnya.

Selain meningkatkan kapasitas tenaga perpustakaan, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan untuk memetakan kondisi perpustakaan di delapan kabupaten di Papua Pegunungan.

Anthony mengatakan pendataan diperlukan untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan perpustakaan di masing-masing kabupaten, termasuk daerah yang telah memiliki perpustakaan daerah maupun yang belum.

“Kesempatan mereka hadir, nanti kami akan ambil data dan diskusi dengan mereka. Nah, ini yang penting,” katanya.

Bimtek yang berlangsung 7–8 September 2026 itu diikuti tenaga perpustakaan dan pustakawan dari delapan kabupaten di Papua Pegunungan, termasuk pengelola perpustakaan sekolah dan perguruan tinggi.

Anthony berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan peserta, tetapi menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan dalam pengelolaan perpustakaan di daerah.

“Kita bagaimana bisa saingi, bisa hadirkan pengetahuan melalui perpustakaan. Buku itu yang penting,” katanya.

Ia menegaskan pengembangan perpustakaan harus tetap mengikuti perkembangan teknologi tanpa meninggalkan fungsi utama perpustakaan sebagai pusat pengetahuan dan pembelajaran bagi masyarakat.

Penulis : Kaleb

Editor : A. Buendi

Sumber Berita: Pemprov Papua Pegunungan

Berita Terkait

Kuliah Umum STPN Sleman, Nusron dan Rocky Gerung Dorong Kebebasan Berpikir
Pemprov Papua Pegunungan Salurkan Bantuan Studi Akhir Rp20 Miliar untuk 1.674 Mahasiswa
Itwasum Polri Gelar Audit Kinerja di Polda Papua Tengah, Dorong Tata Kelola Transparan
Kebakaran Hebat di Paniai Timur: 40 Rumah Ludes, 11 Warga Tewas, Polisi Kerahkan Water Canon dan Selidiki Penyebab
BAZNAS Papua Hadirkan Pengobatan dan Pijat Gratis untuk Korban Kebakaran Dok V
Pemkot Jayapura Ajak FOCIM Bangun Kebersamaan
Pemda Lanny Jaya Kembali Salurkan Bantuan untuk Tiga Distrik Terdampak Hujan Es. Bama, Posko Hingga Tim Kesehatan Diterjunkan
OTK Berondong Tembakan ke Truk Tangki, Polisi Lakukan Perlawanan

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:16 WIT

Kuliah Umum STPN Sleman, Nusron dan Rocky Gerung Dorong Kebebasan Berpikir

Senin, 7 September 2026 - 14:50 WIT

Bimtek Pustakawan 2026: Perpustakaan Harus Inklusif dan Mudah Diakses

Senin, 7 September 2026 - 13:04 WIT

Pemprov Papua Pegunungan Salurkan Bantuan Studi Akhir Rp20 Miliar untuk 1.674 Mahasiswa

Senin, 7 September 2026 - 10:40 WIT

Itwasum Polri Gelar Audit Kinerja di Polda Papua Tengah, Dorong Tata Kelola Transparan

Senin, 7 September 2026 - 06:05 WIT

Kebakaran Hebat di Paniai Timur: 40 Rumah Ludes, 11 Warga Tewas, Polisi Kerahkan Water Canon dan Selidiki Penyebab

Berita Terbaru