Piet Hariyanto Soyan: Dari Tukang Ojek hingga Wakil Ketua DPRD Jayapura

- Penulis

Kamis, 24 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura – Piet Hariyanto Soyan adalah sosok inspiratif yang membuktikan bahwa kerja keras, ketekunan, dan semangat pantang menyerah dapat membawa seseorang dari kehidupan sederhana menuju posisi terhormat. Lahir di Jayapura pada 11 Oktober 1980, ia memulai perjalanan hidupnya dari Kampung Demta hingga akhirnya menduduki kursi terhormat sebagai Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten Jayapura.

Awal Pendidikan dan Masa Kecil

Piet memulai pendidikan formalnya di SD Inpres I Demta, lulus pada tahun 1991. Ia melanjutkan ke SMP Cenderawasih Jayapura dan kemudian ke STM Negeri Jayapura, sebelum akhirnya menyelesaikan pendidikan di SMK Negeri 1 Makale Tana Toraja pada tahun 1998. Pendidikan ini menjadi fondasi awal bagi dirinya untuk memahami pentingnya ilmu pengetahuan dalam membangun masa depan.

Masa Sulit dan Perjuangan Hidup

Setelah sempat kuliah di ATJ, Piet memutuskan untuk berhenti pada awal tahun 2000. Masa-masa sulit pun dimulai. Ia bekerja sebagai kondektur bis Riska dengan rute Demta-Hamadi selama dua tahun. Pada tahun 2002, ia beralih menjadi tukang ojek, sebuah pekerjaan yang ia jalani hingga tahun 2003.

Tidak berhenti di situ, Piet kemudian bekerja di PT Gizand Putera Abadi, sebuah perusahaan kayu di Demta. Namun, pada tahun 2005, perusahaan tersebut terkena kasus ilegal logging, sehingga ia dirumahkan. Masa ini menjadi titik balik dalam hidupnya. Ia membuka bengkel tambal ban selama setahun, sambil belajar Microsoft Office dan Excel secara otodidak. Dengan keterampilan baru ini, ia memulai usaha pengetikan dan fotokopi, bahkan melatih pemuda setempat untuk mengetik dan membuat laporan kampung. Selain itu ia pernah bekerja di beberapa pekerjaan yang benar-benar menyasar kepada kesejahteraan masyarakat yakni sebagai,
Pendamping Lokal Desa 2016-2018.
Pendamping Kampung di Kampung Demta 2013-2016.
Kordinator Kader Pemberdayaan Masyarakat Kampung 2015-2016.
Pendamping Kampung di Program Nasional. Pemberdayaan Masyarakat Respek 2008- 2013.

Semangat Wirausaha dan Pengabdian

Selain usaha pengetikan, Piet juga membuka rental PlayStation 2 sambil tetap menjadi tukang ojek. Pada malam hari, ia ikut orang memancing untuk membantu perekonomian keluarganya. Semua usaha ini menunjukkan semangatnya untuk terus berjuang demi kehidupan yang lebih baik.

Langkah Menuju Kepemimpinan

Pengalaman hidup yang penuh perjuangan ini membentuk karakter kepemimpinan Piet. Ia mulai aktif dalam organisasi politik dan kepemudaan, seperti menjadi Sekretaris DPAC PKB Distrik Demta dan Ketua KNPI Distrik Demta. Pada tahun 2019, ia terpilih menjadi Anggota DPRD Kabupaten Jayapura, dan kemudian dipercaya menjadi Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jayapura.

Kerja keras dan dedikasinya tidak berhenti di situ. Pada tahun 2024, Piet kembali terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Jayapura, dengan jabatan strategis sebagai Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten Jayapura. Posisi ini adalah bukti nyata bahwa perjuangan dan kerja kerasnya dihargai oleh masyarakat.

Kehidupan Pribadi

Piet adalah seorang suami yang setia kepada istrinya, Novita Jeremias, dan ayah yang penuh kasih bagi tiga anaknya: Aurellia Christy Juniar Soyan, Varellio Domenic Soyan, dan Alazne Queen Amari Soyan. Keluarga menjadi motivasi utama dalam setiap langkah perjuangannya.

Inspirasi bagi Generasi Muda

Kisah hidup Piet Hariyanto Soyan adalah inspirasi bagi generasi muda Papua, khususnya di Kabupaten Jayapura. Ia menunjukkan bahwa dengan semangat pantang menyerah, kerja keras, dan dedikasi, seseorang dapat mengatasi segala rintangan dan mencapai kesuksesan. Dari seorang tukang ojek hingga menduduki kursi terhormat di DPRD, perjalanan hidupnya adalah bukti bahwa mimpi bisa menjadi kenyataan dengan usaha yang tak kenal lelah. (Yigibalom)

Penulis : Gin

Editor : Buendi

Sumber Berita: Yigibalom

Berita Terkait

Konflik Berkepanjangan di Tanah Papua Dinilai Mengorbankan Masyarakat Sipil, Presiden Harus Tarik Pasukan Non-Organik
PBB dan PKSA Papua Desak Pencarian Diki Barus Dibuka Terang Benderang
Aiptu Dominggus Gannaran Dijemput di Bandara Sentani, Langsung Dirujuk ke RS Bhayangkara
Puluhan Personel Brimob Kawal Mediasi di Bokondini Kabupaten Tolikara
Senjata Api Polisi Dikembalikan, Polres Tolikara Apresiasi Peran Tokoh Masyarakat
Operasi Damai Cartenz Tegaskan Langkah Terukur Hadapi Gangguan Keamanan Yahukimo
Perempuan Papua Pegunungan Teladani Kartini, Perkuat Silaturahmi Lewat Halalbihalal DWP
Tak Ada Penahanan Anggaran, Pemprov Papua Pegunungan Tegaskan Persoalan Berawal dari Kesalahan Penyusunan RKA MRP

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 17:37 WIT

Konflik Berkepanjangan di Tanah Papua Dinilai Mengorbankan Masyarakat Sipil, Presiden Harus Tarik Pasukan Non-Organik

Kamis, 16 April 2026 - 17:18 WIT

PBB dan PKSA Papua Desak Pencarian Diki Barus Dibuka Terang Benderang

Kamis, 16 April 2026 - 16:53 WIT

Aiptu Dominggus Gannaran Dijemput di Bandara Sentani, Langsung Dirujuk ke RS Bhayangkara

Kamis, 16 April 2026 - 16:36 WIT

Puluhan Personel Brimob Kawal Mediasi di Bokondini Kabupaten Tolikara

Kamis, 16 April 2026 - 06:56 WIT

Senjata Api Polisi Dikembalikan, Polres Tolikara Apresiasi Peran Tokoh Masyarakat

Berita Terbaru