Papua Hadapi Lonjakan Kasus HIV/AIDS, Mahasiswa Gelar Edukasi Pencegahan

- Penulis

Jumat, 18 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAYAPURA- Ditengah-tengah meningkatnya kasus HIV/AIDS di Provinsi Papua, mahasiswa Keperawatan Universitas Jayapura melakukan sosialisasi dan praktek, terkait mencegah HIV/AIDS menggunakan alat kontrasepsi atau kondom kepada puluhan mahasiswa di Jayapura.

Kegiatan Praktek Kerja Keperawatan Komunitas Mahasiswa Universitas Jayapura ini berlangsung di Asrama Kontrakan Mahasiswa Tambrauw yang berstudi studi Kota Jayapura, Papua, Kamis (17/4/2025).

Salah satu Mahasiswa Keperawatan Universitas Jayapura, Lulu Rahmawati menjelaskan tentang cara mencegah penularan HIV/AIDS menggunakan kondom.

Menurut Lulu, pertama-tama membuka plastik kondom menggunakan tangan dengan hati-hati. Tidak boleh membukanya menggunakan gigi ataupun gunting dan silet.

“Setelah dibuka, ambil kondomnya dan pasang di ujung penis. Kondom yang dipasang harus sampai ujung,” jelasnya sambil diperagakan menggunakan jari tangan oleh para mahasiswa dan peserta lainnya yang mengikuti sosialisasi kegiatan tersebut.

Lulu menambahkan, setelah melakukan hubungan seks, maka kondom yang digunakan harus dilepas secara baik, lalu diingat, sebelum membuangnya di tempat sampah.

“Lalu setelah itu, cuci tangan yang bersih,” ungkapnya.

Selain itu, untuk mencegah penularan HIV/AIDS, sebaiknya absen dari seks secara bebas dan setia kepada satu pasangan.

“Tidak melakukan hubungan seks secara sembarangan dan setia kepada satu pasangan,” jelasnya.

Selain itu, mahasiswa semester 6 itu menjelaskan mengenai virus HIV/AIDS yang dapat menyerang kekebalan tubuh seseorang pada periode 3-4 bulan.

Adapun gejala penyakit yang dialami adalah demam tinggi berkepanjangan, tidak ada selera makan atau napsu makan hilang, diare terus menerus tanpa henti.

“Jika mengalami gejala semacam ini sebaiknya memeriksa langsung ke Puskesmas atau Rumah Sakit, guna mengetahui penyakitnya,” jelas Lulu.

Sementara itu, Ricardo salah satu mahasiswa lainnya mengatakan, penularan HIV/AIDS bisa melalui beberapa hal, salah satunya seks bebas.

“Ada beberapa penularan HIV/AIDS yakni, melalui jarum suntik, seks bebas, ibu hamil yang terkena HIV/AIDS bisa tertular ke anak dalam kandungan dan ibu menyusui yang HIV/AIDS bisa tertular saat menyusui,” jelas dihadapan puluhan mahasiswa yang hadir.

Bagi para penderita HIV/AIDS, agar mengontrolnya secara rutin di Puskesmas atau Rumah Sakit, sehingga bisa diedukasi dan dapat meminum obat ARV secara rutin.

“Para penderita HIV/AIDS yang meminum obat ARV secara rutin, akan hidup normal dan sehat seperti orang sehat pada umumnya. Obat ini akan dikonsumsi seumur hidup bagi para penderita HIV/AIDS,” ujar Ricardo.

Sementara itu, dari data yang dihimpun Kompas.com dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua tahun 2024 menyebutkan bahwa kasus penukaran HIV/AIDS di Provinsi Papua pada tahun 2024 mencapai 21.129 orang.

Kasus HIV/AIDS mengalami peningkatan selama Januari hingga Desember 2024, dibandingkan dengan tahun 2023 yakni, 18.471 orang.

“Jumlah warga yang terinfeksi HIV/AIDS hingga Desember 2024 tercatat 21.129 orang tersebar di sembilan kabupaten dan kota di Provinsi Papua,” ungkap Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr Arry Pongtiku dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (17/4/2025).

Menariknya, menurut Arry pengidap kasus HIV/AIDS kebanyakan berada pada usia produktif atau generasi muda di Papua.

“Paling banyak yang terkena penyakit HIV/AIDS berusia 14-49 tahun di Papua mencapai 19.288 orang,” katanya.

Berikut ini data penderita HIV/AIDS di sembilan kabupaten/kota di Provinsi Papua tahun 2024:

1. Kota Jayapura tercatat 8.864 kasus

2. Kabupaten Jayapura 5.480 kasus

3. Kabupaten Biak Numfor 3.374 kasus

4. Kabupaten Kepulauan Yapen 2.069 kasus

5. Kabupaten Keerom 522 kasus,

6. Kabupaten Waropen 286 kasus

7. Kabupaten Supiori 253 kasus

8. Kabupaten Sarmi 205 kasus.

9. Kabupaten Mamberamo Raya 76 Kasus

Sementara itu, Pembina Ikatan Mahasiswa Tambrauw (IMT) di Jayapura, Roberth Yewen mengucapkan terima kasih kepada Jurusan Keperawatan Universitas Jayapura yang telah memberikan sosialisasi kepada para mahasiswa Tambrauw di Kota studi Jayapura.

“Saya berharap, sosialisasi yang diberikan ini memberikan dampak positif bagi ade-ade mahasiswa Tambrauw di Jayapura, untuk mencegah dirinya dari bahaya HIV/AIDS,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Yewen ini meminta kepada mahasiswa Tambrauw di Jayapura, agar fokus belajar dan jangan terjerumus dalam seks bebas yang dapat membahayakan masa depannya kelak.

“Saya minta ade-ade mahasiswa fokus belajar, karena kalian adalah masa depan Kabupaten Tambrauw. Jaga kesehatan dengan baik dan tidak muda terjerumus dalam hal-hal negatif yang dapat merugikan masa depanmu kelak,” ujarnya.

Penulis : Gin

Editor : Buendi

Berita Terkait

Konflik Berkepanjangan di Tanah Papua Dinilai Mengorbankan Masyarakat Sipil, Presiden Harus Tarik Pasukan Non-Organik
PBB dan PKSA Papua Desak Pencarian Diki Barus Dibuka Terang Benderang
Aiptu Dominggus Gannaran Dijemput di Bandara Sentani, Langsung Dirujuk ke RS Bhayangkara
Puluhan Personel Brimob Kawal Mediasi di Bokondini Kabupaten Tolikara
Senjata Api Polisi Dikembalikan, Polres Tolikara Apresiasi Peran Tokoh Masyarakat
Operasi Damai Cartenz Tegaskan Langkah Terukur Hadapi Gangguan Keamanan Yahukimo
Perempuan Papua Pegunungan Teladani Kartini, Perkuat Silaturahmi Lewat Halalbihalal DWP
Tak Ada Penahanan Anggaran, Pemprov Papua Pegunungan Tegaskan Persoalan Berawal dari Kesalahan Penyusunan RKA MRP

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 17:37 WIT

Konflik Berkepanjangan di Tanah Papua Dinilai Mengorbankan Masyarakat Sipil, Presiden Harus Tarik Pasukan Non-Organik

Kamis, 16 April 2026 - 17:18 WIT

PBB dan PKSA Papua Desak Pencarian Diki Barus Dibuka Terang Benderang

Kamis, 16 April 2026 - 16:53 WIT

Aiptu Dominggus Gannaran Dijemput di Bandara Sentani, Langsung Dirujuk ke RS Bhayangkara

Kamis, 16 April 2026 - 16:36 WIT

Puluhan Personel Brimob Kawal Mediasi di Bokondini Kabupaten Tolikara

Kamis, 16 April 2026 - 06:56 WIT

Senjata Api Polisi Dikembalikan, Polres Tolikara Apresiasi Peran Tokoh Masyarakat

Berita Terbaru