JAYAPURA – Dalam sebuah operasi gabungan yang dilaksanakan antara Operasi Damai Cartenz 2025 dan Opsnal Polda Papua berhasil menangkap terduga pelaku jaringan pergeseran senjata api ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Puncak Jaya pimpinan Lerimayu Telenggen. Operasi ini berlangsung sejak 1 Maret hingga 7 Maret 2025, dengan melibatkan personel gabungan dari Satgas Operasi Damai Cartenz dan Polres Keerom.
Kapolda Papua Inspektur Jenderal Polisi Petrus Patrige Rudolf Renwarin mengungkapkan bahwa target utama operasi ini adalah Yuni Enumbi, seorang eks anggota TNI yang diduga terlibat dalam pergeseran senjata api dari Jayapura menuju Puncak Jaya. Dalam penangkapan yang dilakukan pada Kamis malam, 6 Maret 2025, Yuni Enumbi bersama dua orang lainnya, Yudhi Kalalo (sopir lajuran) dan Matius Payokwa (helper), diamankan di wilayah KM 76 Kabupaten Keerom.
*Barang Bukti yang Diamankan*
Kapolda mengatakan barang bukti yang diamankan antara lain:
*1. SENJATA API LARAS PANJANG ( 2 PUCUK JENIS SS1 V1 PINDAD) DALAM KEADAAN BELUM TERANGKAI :
a) 2 buah Laras SS1 V1 ( terbungkus karet ban mobil dilapis karton sparepart)
b) 2 buah popor SS1 V1 ( terbungkus karet ban mobil dilapis karton sparepart)
c) 2 buah piston, 2 pir, 2 pemalu (terbungkus karet ban mobil dilapis karton )
d) 2 pasang : pelindung Laras (terbungkus karet ban mobil dilapis karton)
e) 2 buah kamar magasen (terbungkus karet ban mobil dilapis karton)
f) 2 buah grip (terbungkus karet ban mobil dilapis karton)
*2. SENPI PENDEK : 4 PUCUK JENIS G2 PINDAD.*
a) 1 pistol G2 Pindad + 1 magasen (terbungkus dengan karet ban mobil dan di lakban)
b) 1 pistol G2 Pindad + 1 magasen (terbungkus dengan karet ban mobil dan di lakban)
c) 1 pistol G2 Pindad + 1 magasen (terbungkus dengan karet ban mobil dan di lakban)
d) 1 pistol G2 Pindad + 1 magasen (terbungkus dengan karet ban mobil dan di lakban)
*3. MAGASEN TERPISAH SEBANYAK 4 BUAH :
1 buah magasen SS1 V1(terbungkus dus dibalut lakban)
4 magasen pistol (terbungkus dus dibalut lakban)
*4. AMUNISI SEBANYAK 882 BUTIR, TERDIRI :
a) 19 butir call 5,56 / 5TJ (terbungkus plastik ungu)
b) 13 butir call 5,56 / 5TJ (terbungkus plastik ungu)
c) 20 butir call 5,56 / 5TJ (terbungkus plastik ungu)
d) 20 butir call 5,56 / 5TJ (plastik hitam)
e) 250 butir 9mm (dalam dus, terbungkus dalam karet ban)
f) 560 butir call 5,56/5 TJ (terbungkus kain pembungkus warna hijau, dus amunisi)
– Senapan Angin 1 Pucuk, dalam keadaan belum terangkai :
a) 1 paket laser senter + mounting (terbungkus dalam dos)
b) 1 teleskop + peredam (1 paket) untuk senapan angin, terbungkus dalam dos dibalut lakban
c) 1 popor kayu warna coklat untuk senapan angin, terbungkus dalam dos dibalut lakban
d) 1 Laras dan tabung senapan angin, terbungkus dalam dos dibalut lakban
– Uang tunai Rp 369.600.000 (Tiga ratus enam puluh sembilan juta rupiah)
Kapolda menambahkan bahwa ciri-ciri senjata memang keluaran Pindad dan sangat mirip keluaran Pindad namun harus dilakukan pemeriksaan secara forensik.
Sedangkan mengenai teraveliasi dengan salah satu bakal calon Bupati di Puncak Jaya. Kapolda menekankan bahwa belum ada informasi namun pihaknya akan memastikan lebih lanjut.
Ia tidak mau menanggapi hal tersebut lebih jauh karena dapat berpotensi dapat mengganggu keamanan di Puncak Jaya.
Asal dari pendanaan tersebut, Kapolda Papua mengatakan bahwa masih melakukan pemeriksaan dari mana pendanaan tersebut. Sementara dari tersangka belum ada pengakuan dari tersangka.
*Modus Operasi dan Pengakuan Pelaku*
Kepala Operasi Damai Cartenz-2025, Brigjen Polisi, Faizal Ramadhani menjelaskan bahwa Yuni Enumbi telah dipecat dari kesatuan TNI pada tahun 2022 akibat kasus jual-beli senjata api. Berdasarkan pengakuannya, senjata yang disita dalam operasi ini dibeli seharga Rp1,3 miliar melalui transaksi dari Surabaya. Barang tersebut kemudian rencananya akan diserahkan kepada KKB Puncak Jaya untuk mendukung kegiatan mereka.
Sopir lajuran dan helper yang turut diamankan mengaku tidak mengetahui isi dari barang yang mereka bawa. Mereka menyebut hanya bertugas mengantarkan barang sesuai instruksi.
*Komitmen Jamin Keamanan Wilayah Papua*
Kepala Operasi Damai Cartenz-2025, Brigjen Polisi, Faizal Ramadhani menegaskan bahwa seluruh barang bukti akan didokumentasikan dan diamankan. Selain itu, operasi ini menunjukkan komitmen TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua, khususnya dalam menekan aktivitas kriminal bersenjata.
Keberhasilan ini sekaligus menegaskan bahwa aparat keamanan terus hadir di tengah masyarakat untuk menciptakan keamanan dan kedamaian di Papua. Operasi serupa akan terus dilakukan guna memastikan wilayah Papua aman dari ancaman kelompok bersenjata.
Penulis : Gin
Editor : A. Buendi
Sumber Berita: Polda Papua















