Tidak Dicover BPJS,  Anak Asal Mamberamo Raya Penyakit Misterius Butuh Uluran Tangan

- Penulis

Selasa, 27 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAYAPURA-Seorang anak yang mengalami penyakit serius asal Mamberamo Raya membutuhkan ukuran tangan, bagaimana tidak  Ais Utasad (4 tahun), anak asal Kampung Eri (Sikari 2) Distrik Roufaer Kabupaten Mamberamo Raya belakangan berobat ke Jayapura dan harus masuk keluar RS yang ada di Kota Jayapura seperti RSUD Jayapura, RSUD Abepura, RS Provita dan terakhir saat ini berobat di RS Dian Harapan.

Malangnya lagi BPJS yang dipegangnyapun tak mampu menanggung bebannya karena harus membayar biaya pemeriksaan sebesar Rp 6 Juta dan Rp 4 Juta di dua rumah sakit yang berbeda

Jefri Upetaya, pendamping pasien ini mengatakan benjolan itu diduga berawal dari kegiatan mancing setahun lalu. Yang mana saat mancing itulah leher pasien tertusuk kayu di leher kanannya. Awalnya hanya benjolan kecil,  namun dari waktu ke waktu kian membengkak besar hingga seperti ini. Kondisi itu ikut mempengaruhi suaranya ketika berbicara.

“ Dia tidak pernah dibawa berobat, karena orang tua tidak punya uang,” kata Jefri. (27/2/2024).
Sudah setahun Ais menderita penyakit misterius itu, tapi baru dirujuk ke rumah sakit pekan lalu. Orang tuanya beralasan tidak memiliki biaya. Setelah dapat sedikit uang, orangtuanya membawanya ke RSUD Kawera di Mamberamo Raya Januari lalu. Namun karena tidak bisa tertangani, sehingga ia dirujuk ke RSUD Abepura, RSUD Dok II, RS Provita hingga terakhir di RS Dian Harapan Waena.

Perjalanan panjang keluar masuk rumah sakit, jadi derita tersendiri bagi keluarga. Uang yang terkumpul dari keluarga di kampung, sudah tak mampu lagi membiayai sejumlah pemeriksaan dari rumah sakit-rumah sakit rujukan itu. “Kami pakai BPJS, tapi masih harus bayar habis 6 juta untuk periksa city scan di RSUD Abe dan 4 juta untuk bayar pemeriksaaan lab di RS Provita,” kata Jefri Upetaya, salah satu keluarga yang mendamping pasien ini.

Hampir dua bulan berada di Jayapura tanpa kejelasan, membuat Jefri dan keluarga putus asa. Biaya dari keluarga bukan saja habis di administrative pemeriksaan yang mahal dan tak dicover BPJS, tapi juga biaya makan dan minum keluarga yang mendampingi.

Jefri bercerita, waktu ke RSUD Dok II hanya diambil sampel untuk diperiksa di lab, lalu disuruh pulang hari Minggu kemarin. Tidak dirawat padahal kondisi anak memprihatinkan seperti kurang gizi, dan hari Senin disuruh kembali. Karena tidak punya uang lagi, akhirnya tidak dibawa ke RSUD Jayapura. Lalu dia tinggal di gubuk Kompleks warga Sikari di bukit dekat Blok H Perumnas IV Waena.

Direktur RSUD Abepura, dr. Daisy C Urbinas yang dikonfirmasi terkait biaya Rp 6 Juta yang diminta pihak RSUD Abepura ke keluarga pasien, mengaku belum mengetahui hal itu, dan berjanji akan mengecek langsung ke bidang yang menangani.

“ Saya di luar kota, saya ada minta keterangan dari bidang terkait,” balas dokter Daisy Urbinas.

Sementara itu, update terbaru dari pihak keluarga mengatakan pasien saat ini sudah ditangani tim medis Rumah Sakit Dian Harapan Waena, karena itu keluarga minta dukungan doa dari masyarakat, agar penyakit Ais ini dapat segera ditangani dan beban keluarga juga dapat diringankan.(*)

Penulis : Gin

Editor : A. Buendi

Berita Terkait

74 Pelajar Terbaik Ikuti Diklat Paskibraka Provinsi Papua Pegunungan 2026
Syukuran Satu Tahun Kepemimpinan, Bupati Puncak Jaya Ajak ASN Jadi Teladan
Bupati Puncak Jaya Tegaskan Disiplin ASN dan CPNS sebagai Fondasi Pemerintahan Profesional
Usai Aksi Pemalangan, Polres Mimika Gerak Cepat Amankan Lima Terduga Pelaku Pembegalan
Polres Puncak Gelar Nobar Final Piala Dunia, Wujudkan Kebersamaan Polri dan Masyarakat
Kapolres Mimika Imbau Suporter Final Piala Dunia Jaga Ketertiban
Turnamen Kapolda Papua Tengah Cup 2026 Lahirkan Juara Muda Bulutangkis di Mimika
Kapolda Papua Tengah : Ajak Masyarakat Rayakan Final Piala Dunia dengan Sportivitas

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 11:48 WIT

74 Pelajar Terbaik Ikuti Diklat Paskibraka Provinsi Papua Pegunungan 2026

Senin, 20 Juli 2026 - 10:58 WIT

Syukuran Satu Tahun Kepemimpinan, Bupati Puncak Jaya Ajak ASN Jadi Teladan

Senin, 20 Juli 2026 - 10:29 WIT

Bupati Puncak Jaya Tegaskan Disiplin ASN dan CPNS sebagai Fondasi Pemerintahan Profesional

Senin, 20 Juli 2026 - 08:27 WIT

Usai Aksi Pemalangan, Polres Mimika Gerak Cepat Amankan Lima Terduga Pelaku Pembegalan

Minggu, 19 Juli 2026 - 21:26 WIT

Polres Puncak Gelar Nobar Final Piala Dunia, Wujudkan Kebersamaan Polri dan Masyarakat

Berita Terbaru