Dugaan Penyanderaan 9 Perempuan di Jila, Paulinus Ohee: Jangan Jadikan Warga Sipil Korban

- Penulis

Senin, 24 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAYAPURA – Tokoh Pemuda Adat Tabi, Paulinus Ohee, mengecam keras dugaan penyanderaan terhadap sembilan perempuan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, yang diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata.

Paulinus menilai dugaan tindakan tersebut merupakan perbuatan yang tidak manusiawi dan tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun. Menurutnya, masyarakat sipil, terutama perempuan dan anak-anak, harus mendapatkan perlindungan serta rasa aman, termasuk di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan keamanan.

“Saya ingin menyampaikan terkait kejadian di Kabupaten Mimika, di Distrik Jila, di mana ada penyanderaan terhadap sembilan wanita yang dilakukan oleh kelompok bersenjata,” kata Paulinus dalam keterangan tertulis di Jayapura, Senin (24/8/2026).

Ia mengatakan, apabila informasi tersebut benar, penyanderaan terhadap sembilan perempuan bukan hanya menjadi persoalan keamanan, tetapi juga merupakan persoalan kemanusiaan yang harus mendapat perhatian serius dari seluruh pihak.

Menurut Paulinus, tindakan kekerasan dan penyanderaan terhadap warga sipil dapat menimbulkan trauma serta dampak psikologis dan sosial yang berkepanjangan, baik bagi korban maupun keluarga mereka.

“Menurut saya, ini tindakan yang sangat tidak manusiawi dan tidak terpuji,” tegasnya.

Paulinus juga menyoroti pentingnya penghormatan terhadap harga diri dan martabat perempuan. Ia menegaskan bahwa perempuan tidak boleh dijadikan sasaran kekerasan, intimidasi, penyanderaan, maupun alat untuk mencapai kepentingan kelompok tertentu.

“Perbuatan tersebut sangat merusak harga dan martabat daripada para wanita tersebut,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta seluruh pihak menghormati hak-hak masyarakat sipil serta menghindari tindakan yang dapat semakin memperburuk situasi keamanan dan kondisi sosial masyarakat di Papua.

Paulinus juga mendorong aparat keamanan untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh guna memastikan fakta dan kronologi kejadian. Ia berharap keselamatan sembilan perempuan tersebut menjadi prioritas dan para korban memperoleh perlindungan serta pendampingan yang diperlukan.

Menurutnya, persoalan keamanan di Papua harus diselesaikan tanpa mengorbankan masyarakat sipil. Kekerasan terhadap warga yang tidak terlibat dalam konflik, kata dia, hanya akan memperpanjang rasa takut dan menghambat aktivitas masyarakat.

“Kami sangat mengutuk tindakan keji yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata di Kabupaten Mimika,” kata Paulinus.

Ia mengajak pemerintah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan suasana yang aman dan damai.

Paulinus menilai kondisi yang aman sangat penting agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas pendidikan, pelayanan pemerintahan, perekonomian, serta kehidupan sosial tanpa dihantui rasa takut.

“Jangan lagi masyarakat sipil menjadi korban. Perempuan harus dilindungi dan dihormati martabatnya,” ujarnya.

Ia berharap dugaan penyanderaan tersebut segera mendapat penanganan serius sehingga kondisi para korban dapat dipastikan dan mereka bisa kembali berkumpul bersama keluarga dalam keadaan aman.

Penulis : Gin

Editor : Buendi

Berita Terkait

Dari Pantai MAF, Polda Papua Tengah Perkuat Gerakan Peduli Lingkungan, Bersihkan Pantai dan Tanam Pohon
Perkuat Iman dan Integritas Pelayanan, Kantor Pertanahan Jayawijaya Gelar Ibadah Rutin Bulanan Persekutuan Doa Oikumene
Lewat Jumat Curhat, Kapolda Papua Tengah Dengarkan Keluhan Warga soal Narkoba dan Begal
Buka IHT SMAN 2 Jayapura, Kadis Dikbud Tekankan Disiplin dan Pembentukan Karakter Siswa
Sat Reskrim Polres Jayawijaya Gencarkan Patroli 3C di Wamena, Enam Motor Diamankan dan Kendaraan Hilang Berhasil Ditemukan
Tingkatkan Gizi dan Kesadaran Hidup Sehat, TP PKK Lanny Jaya Hadir untuk Masyarakat Kuyawage
Pemprov Papua Pegunungan Distribusikan 25.000 Bibit Ikan dan 3,8 Ton Pakan, Dorong Ketahanan Pangan serta Tingkatkan Kesejahteraan Petani
MRP Papua Pegunungan Pertanyakan Kuota IPDN yang Hilang, Tiga Kabupaten Hanya Loloskan Dua Praja dari Jatah Tiga Orang

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:32 WIT

Dari Pantai MAF, Polda Papua Tengah Perkuat Gerakan Peduli Lingkungan, Bersihkan Pantai dan Tanam Pohon

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:11 WIT

Perkuat Iman dan Integritas Pelayanan, Kantor Pertanahan Jayawijaya Gelar Ibadah Rutin Bulanan Persekutuan Doa Oikumene

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:46 WIT

Lewat Jumat Curhat, Kapolda Papua Tengah Dengarkan Keluhan Warga soal Narkoba dan Begal

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:25 WIT

Buka IHT SMAN 2 Jayapura, Kadis Dikbud Tekankan Disiplin dan Pembentukan Karakter Siswa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:13 WIT

Sat Reskrim Polres Jayawijaya Gencarkan Patroli 3C di Wamena, Enam Motor Diamankan dan Kendaraan Hilang Berhasil Ditemukan

Berita Terbaru