Wamena – Ribuan batang tanaman ganja hasil temuan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–PNG Mobile Yonif 725/Woroagi dimusnahkan bersama Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan di halaman Polres Jayawijaya, Senin (20/7/2026).
Pemusnahan dilakukan setelah Satgas Pamtas menemukan sejumlah lokasi penanaman ganja di Distrik Tangma, Kurima, dan Taelarek selama pelaksanaan tugas teritorial di wilayah Papua Pegunungan.
Komandan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 725/Woroagi, Letkol Inf. Muhamad Syafril, mengatakan penemuan tersebut berawal saat personelnya menjalankan misi pembinaan teritorial dengan memberikan pelayanan kesehatan, bantuan penerangan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH), serta berbagai pelayanan kemasyarakatan di daerah pegunungan yang sulit dijangkau.
Menurutnya, temuan pertama terjadi pada 18 April 2026 berupa 15 batang tanaman ganja dengan tinggi sekitar 30 hingga 40 sentimeter. Setelah itu, Satgas segera berkoordinasi dengan Polres Jayawijaya, Polres Yahukimo, Kodim Jayawijaya, dan Kodim Yahukimo untuk menindaklanjuti temuan tersebut.
Syafril menjelaskan, medan yang berat dan cuaca ekstrem menjadi tantangan utama dalam proses pengungkapan lokasi-lokasi penanaman ganja. Personel bahkan harus menempuh perjalanan hingga tiga hari melintasi pegunungan dengan kondisi hujan untuk mencapai lokasi.
Pengembangan penyelidikan kemudian membuahkan hasil. Pada 10 Juni 2026, Satgas kembali menemukan sekitar 300 batang ganja di wilayah Kurima, Kabupaten Yahukimo, tepatnya di sekitar kawasan Air Garam Kompleks.
Selanjutnya, pada 18 Juni 2026, ditemukan lagi sekitar 400 batang ganja di Distrik Taelarek, Kabupaten Jayawijaya. Dari hasil analisis dan penelusuran lanjutan di sejumlah titik, Satgas akhirnya menemukan sekitar 5.000 batang tanaman ganja yang kemudian dilaporkan kepada Polres Jayawijaya dan Polres Yahukimo untuk diproses sesuai ketentuan hukum.
Letkol Inf. Muhamad Syafril menegaskan, pengungkapan tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI untuk melindungi generasi muda Papua dari bahaya penyalahgunaan narkotika sekaligus mendukung tugas kepolisian dalam pemberantasannya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh warga yang telah memberikan informasi serta mendukung tugas Satgas selama bertugas di wilayah Jayawijaya, Yahukimo, dan Lanny Jaya.
“Kami berharap kehadiran Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 725/WRG dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, tidak hanya melalui pelayanan kemasyarakatan, tetapi juga dalam upaya menjaga keamanan dan menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkotika,” pungkasnya.
Penulis : Gin
Editor : Buendi















