Ditpolairud Polda Papua Tengah Sisir Laut Nabire Cari Perahu Hilang

- Penulis

Rabu, 26 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NABIRE – Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Papua Tengah terus bergerak melakukan pencarian terhadap sebuah perahu motor yang dilaporkan hilang saat dalam perjalanan dari Kabupaten Kepulauan Yapen (Serui) menuju Kabupaten Waropen, Provinsi Papua.

Perahu motor berwarna putih yang menggunakan dua mesin tempel masing-masing berkekuatan 15 PK tersebut bertolak dari Serui pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 05.00 WIT. Perahu itu membawa lima orang, terdiri dari satu motoris dan empat penumpang.

Kelima orang tersebut yakni Amsal Yowei selaku motoris, Malfin Yowei sebagai masyarakat, serta tiga anggota Polres Waropen, masing-masing Bripda Lamek Abon, Bripda Farel Raunsai dan Bripda Melfin Maniani.

Direktur Polisi Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Papua Tengah Kombes Pol. Mas Anton Widyodigdo mengatakan pihaknya telah menerjunkan personel untuk membantu pencarian perahu tersebut.

“Ini hari ketiga kita ikut melakukan pencarian. Personel terus bergerak menyisir sejumlah wilayah perairan yang diduga menjadi jalur hanyutnya perahu. Kami juga berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait dan masyarakat pesisir untuk mendapatkan informasi sekecil apa pun yang dapat membantu menemukan lima orang yang berada di dalam perahu,” kata Mas Anton, Rabu (26/8/2026).

Ia menjelaskan, informasi mengenai kondisi perahu pertama kali diketahui setelah salah satu penumpang, Bripda Lamek Abon, menyampaikan informasi melalui grup komunikasi bahwa rombongan mengalami kondisi hanyut di tengah laut.

“Berdasarkan informasi terakhir yang diterima tim, perahu tersebut diduga hanyut ke arah barat menuju perairan wilayah Kabupaten Nabire, Papua Tengah,” jelasnya.

Pencarian Diperluas

Pada hari pertama, tim melakukan pencarian di sejumlah wilayah perairan, di antaranya Mor, Mambor dan Wapoga. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Memasuki pencarian berikutnya, wilayah penyisiran diperluas dengan melibatkan unsur SAR menuju perairan Nabire Timur.

Pencarian dilakukan dengan metode penyisiran permukaan laut sekaligus menyusuri sejumlah pesisir pantai yang diperkirakan menjadi lokasi yang memungkinkan perahu terbawa arus.

Beberapa sektor yang menjadi sasaran pencarian meliputi Sektor A di sekitar perairan Kampung Napan, Distrik Napan; Sektor B di sekitar perairan Pulau Moor, Distrik Kepulauan Mora; serta Sektor C di sekitar Pulau Babi, Distrik Kepulauan Mora.

Tim kemudian melanjutkan penyisiran menuju wilayah Wapoga. Dari wilayah tersebut, personel bergerak menuju Kampung Hariti, Mambor dan sejumlah pulau di sekitarnya guna memperluas sektor pencarian.

“Dalam pelaksanaannya, personel Ditpolairud juga terus berkoordinasi dengan masyarakat di wilayah pesisir. Informasi dari masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam menentukan arah pencarian, terutama dengan mempertimbangkan kondisi arus, angin dan karakteristik perairan,” jelasnya.

Kabut Asap Hambat Pencarian

Upaya pencarian tidak berlangsung mudah. Tim menghadapi kendala berupa kabut asap dan udara kabur sebagai dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kabupaten Nabire.

Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang di laut sangat terbatas, yakni hanya sekitar 300 meter. Situasi ini menyulitkan personel melakukan penyisiran secara visual sekaligus meningkatkan risiko keselamatan dalam pelayaran.

“Dengan kondisi jarak pandang yang sangat terbatas, pencarian pada hari kedua akhirnya dihentikan sementara sekitar pukul 17.45 WIT dengan tetap mempertimbangkan keselamatan personel,” tuturnya.

Mas Anton menegaskan, pencarian akan terus dilakukan dengan tetap berkoordinasi dengan unsur terkait dengan memperhatikan perkembangan informasi di lapangan.

“Kami berharap ada informasi dari masyarakat maupun pihak lain yang melihat keberadaan perahu tersebut. Setiap informasi akan kami tindak lanjuti. Yang paling penting saat ini adalah keselamatan lima orang yang berada di dalam perahu dan upaya menemukan mereka secepat mungkin,” tegasnya.

Penulis : Gin

Editor : A. Buendi

Sumber Berita: Polda Papua Tengah

Berita Terkait

Satresnarkoba Polres Nabire Tangkap Dua Pemuda, Amankan 104,57 Gram Ganja yang Dibawa dari Jayapura
Naik Jadi Tipe C, RSUD Tiom Akan Dibangun Gedung Empat Lantai Seluas 7.000 Meter Persegi, Jadi Simbol Transformasi Layanan Kesehatan Masyarakat Lanny Jaya
Polda Papua Tengah Catat 926 Kasus Konvensional dan 39 Kasus Transnasional, Evaluasi Triwulan III Jadi Dasar Perkuat Pencegahan Kejahatan
Polres Jayawijaya Amankan Terduga Pelaku Pembunuhan di Bolakme, Cegah Konflik Antarkeluarga
Polri Tangkap Dua Anggota KKB Kodap XVI Yamue, Satu Tewas Ditembak Saat Melawan di Jalan Seradala Yahukimo
Polda Papua Tengah Gelar Kerja Bakti di GBI Samabusa, Wujud Kepedulian Polri Bangun Fasilitas Ibadah dan Pererat Silaturahmi
Tak Menyangka Jadi Kapolres Mimika Sehari, Tiga Anak Punya Cerita Istimewa
Wakil Bupati Mus Kogoya Tinjau Puskesmas Dondopaga, Serap Aspirasi Masyarakat dan Pengemudi Ojek di Kulirik

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:02 WIT

Satresnarkoba Polres Nabire Tangkap Dua Pemuda, Amankan 104,57 Gram Ganja yang Dibawa dari Jayapura

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:46 WIT

Naik Jadi Tipe C, RSUD Tiom Akan Dibangun Gedung Empat Lantai Seluas 7.000 Meter Persegi, Jadi Simbol Transformasi Layanan Kesehatan Masyarakat Lanny Jaya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:51 WIT

Polda Papua Tengah Catat 926 Kasus Konvensional dan 39 Kasus Transnasional, Evaluasi Triwulan III Jadi Dasar Perkuat Pencegahan Kejahatan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:10 WIT

Polres Jayawijaya Amankan Terduga Pelaku Pembunuhan di Bolakme, Cegah Konflik Antarkeluarga

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:59 WIT

Polri Tangkap Dua Anggota KKB Kodap XVI Yamue, Satu Tewas Ditembak Saat Melawan di Jalan Seradala Yahukimo

Berita Terbaru