Perjalanan Panjang Ipana: Dari Kenyam ke Makassar, Harapan Baru bagi Anak Nduga

- Penulis

Senin, 22 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kenyam, Nduga — Di balik keterbatasan akses dan tantangan geografis Papua Pegunungan, sebuah kisah penuh haru dan keteguhan hati lahir dari perjalanan seorang anak bernama Ipana Sabeye. Anak asal Kabupaten Nduga ini akhirnya tiba di Rumah Sakit Kementerian Kesehatan (RS Kemenkes) Wahidin Sudirohusodo Makassar, Minggu malam (21/6/2026), untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan setelah melewati proses rujukan berjenjang yang panjang: dari Kenyam, Timika, hingga akhirnya Makassar.

Kabar gembira ini disampaikan oleh Bupati Nduga, Yoas Beon, SIP melalui Direktur RSUD Elvrida Sara Kenyam, dr. Nataniel Hadi, yang dengan penuh dedikasi mendampingi Ipana sepanjang perjalanan. “Puji Tuhan, hari ini Ipana telah tiba di Makassar dan langsung mendapatkan pelayanan kesehatan di RS Kemenkes Wahidin Sudirohusodo,” ungkap dr. Nataniel dengan mata berbinar, seolah melepaskan beban panjang perjuangan.

 Perjalanan Penuh Rintangan

Sebelum tiba di Makassar, Ipana sempat menjalani perawatan di RSUD Elvrida Sara Kenyam. Kondisinya yang membutuhkan penanganan lebih serius membuat tim medis merujuknya ke RSUD Mimika. Selama dua pekan di Timika, dokter akhirnya memutuskan bahwa layanan kesehatan yang lebih komprehensif hanya bisa diperoleh di Makassar.

Namun, perjalanan ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya, keluarga Ipana sempat membawanya ke Wamena untuk berobat. Tenaga medis menyarankan rujukan ke Jayapura, tetapi keterbatasan biaya membuat langkah itu terhenti. Di titik inilah pemerintah daerah turun tangan. Bupati Yoas Beon memastikan Ipana dijemput dari kediamannya di Kenyam, dirawat di Mimika, lalu diterbangkan ke Makassar.

 Anak Yatim Piatu yang Jadi Perhatian

Lebih menyayat hati, Ipana ternyata seorang anak yatim piatu. Kondisi ini membuat pemerintah daerah dan tenaga medis memberikan perhatian khusus. “Setelah mengetahui bahwa anak ini yatim piatu, saya bertekad membantu dan mendampinginya seperti anak saya sendiri agar bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak,” kata dr. Nataniel dengan suara bergetar.

Kehadiran sosok dokter yang tidak hanya berperan sebagai tenaga medis, tetapi juga sebagai figur ayah bagi Ipana, menjadi gambaran nyata kemanusiaan yang hidup di tengah keterbatasan.

 Komitmen Pemerintah Daerah

Kasus Ipana menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Nduga dalam memastikan hak kesehatan warganya, terutama mereka yang terhimpit keterbatasan ekonomi dan akses. Bupati Yoas Beon menegaskan bahwa peningkatan layanan kesehatan di RSUD Elvrida Sara Kenyam terus dilakukan secara bertahap. Namun, bila ada pasien yang membutuhkan rujukan lebih lanjut, pemerintah selalu siap mendukung hingga ke rumah sakit rujukan tingkat nasional.

“Tidak ada warga Nduga yang boleh merasa sendirian dalam menghadapi sakit. Pemerintah hadir untuk memastikan setiap orang mendapat hak atas pelayanan kesehatan yang layak,” tegas Nataniel

 Harapan Baru untuk Masa Depan

Kini, Ipana menjalani pengobatan di Makassar dengan harapan besar agar kesehatannya segera pulih. Pemerintah Kabupaten Nduga berharap ia dapat kembali ke kampung halamannya, tumbuh sehat, dan beraktivitas bersama masyarakat. Kisah Ipana bukan hanya tentang seorang anak yang berjuang melawan sakit, tetapi juga tentang solidaritas, kepedulian, dan komitmen pemerintah daerah dalam merangkul warganya.

Kisah Ipana adalah cermin perjuangan Papua Pegunungan: bahwa di tengah segala keterbatasan, selalu ada harapan, selalu ada tangan yang terulur, dan selalu ada komitmen untuk memastikan setiap anak Papua berhak atas masa depan yang sehat dan penuh cahaya.

Penulis : Gin

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Pemkab Nduga

Berita Terkait

Papua Tengah Siapkan Pelatihan Barista untuk Generasi Muda OAP
STT Arastamar Wamena Raih Akreditasi “Baik Sekali” untuk Program Studi PAK
STT Arastamar Wamena Gelar Sidang Skripsi dan Tesis, 45 Mahasiswa Siap Wisuda
Polda Papua Tengah Dorong Partisipasi Publik Lewat Kompetisi HUT Bhayangkara
Polri Hadirkan Bakti Kesehatan: Deteksi Dini Stunting di Sekolah Dasar Mimika
DWP Papua Pegunungan Gelar Seminar dan Rakerda I di Wamena, Perkuat Sinergi Perempuan Berkualitas Menuju Indonesia Emas
Pemprov Papua Pegunungan Dorong Ketahanan Pangan Melalui Pengembangan 2.000 Hektare Sawah Rakyat di Jayawijaya
Tanam Padi Perdana di Kampung Perabaga, Dirjen Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan RI Tegaskan Papua Pegunungan Jadi Prioritas Pengembangan Pangan

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 16:59 WIT

Papua Tengah Siapkan Pelatihan Barista untuk Generasi Muda OAP

Senin, 22 Juni 2026 - 16:23 WIT

STT Arastamar Wamena Raih Akreditasi “Baik Sekali” untuk Program Studi PAK

Senin, 22 Juni 2026 - 15:57 WIT

STT Arastamar Wamena Gelar Sidang Skripsi dan Tesis, 45 Mahasiswa Siap Wisuda

Senin, 22 Juni 2026 - 15:28 WIT

Polda Papua Tengah Dorong Partisipasi Publik Lewat Kompetisi HUT Bhayangkara

Senin, 22 Juni 2026 - 14:56 WIT

Polri Hadirkan Bakti Kesehatan: Deteksi Dini Stunting di Sekolah Dasar Mimika

Berita Terbaru