Wamena, 16 Mei 2026 — Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo, mengunjungi para pengungsi korban konflik sosial/perang suku yang terjadi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Sabtu (16/5/2026). Para pengungsi saat ini ditampung di Aula Polres Jayawijaya.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur John Tabo turut menyerahkan bantuan sebesar Rp1 miliar untuk mendukung penanganan para pengungsi yang berada di Aula Polres Jayawijaya.
Gubernur menyampaikan bahwa kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi masyarakat yang terdampak konflik sekaligus memastikan penanganan pengungsi berjalan dengan baik.
“Saya datang pagi ini sekaligus melihat para pengungsi yang ditampung oleh bapak Kapolres dan teman-teman LO/Penghubung Polda di Polres ini. Saya sudah bertemu kurang lebih 609 pengungsi yang berada di sini. Ada juga pengungsi di Gereja Katolik sekitar 50 orang dan di Kodim sekitar 103 orang,” ujar John Tabo.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah saat ini memprioritaskan penanganan trauma para pengungsi akibat konflik yang terjadi beberapa hari terakhir. Menurutnya, apabila situasi keamanan kembali kondusif dalam satu hingga dua hari ke depan, maka para pengungsi akan segera dipulangkan ke daerah masing-masing.
“Karena ini sifatnya traumatik, maka kita harus segera menangani mereka. Saya minta kepada aparat untuk merawat dan mengelola para pengungsi ini dengan baik. Pelayanan medis juga harus diatur agar masyarakat bisa mendapatkan pengobatan dan pelayanan kesehatan,” katanya.
Gubernur juga mengungkapkan masih terdapat masyarakat korban luka akibat terkena panah yang takut masuk ke kota untuk berobat ke rumah sakit. Oleh karena itu, pemerintah bersama aparat keamanan terus mengirim tim pelayanan ke sejumlah wilayah terdampak.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan bersama aparat keamanan akan melakukan penyisiran untuk mencari korban-korban yang diduga masih berada di kawasan hutan.
“Kita akan mulai menyisir korban-korban yang ada di hutan bersama aparat keamanan. Setelah semua situasi aman dan kondusif, baru kita berbicara mengenai penyelesaian terhadap para pelaku konflik,” tegasnya.
Sementara itu, Perwira Penghubung Polda Papua di Papua Pegunungan, Kombes Pol Andi Y. Enock, menyampaikan bahwa situasi keamanan di Wamena mulai berangsur kondusif dan aktivitas masyarakat perlahan kembali normal.
“Puji Tuhan, secara umum situasi sudah mulai kondusif. Saya juga sudah keliling kota dan melihat masyarakat mulai beraktivitas seperti biasa. Pasar-pasar juga sudah mulai berjalan kembali,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah bersama aparat keamanan terus berupaya memulihkan kondisi pasca konflik agar masyarakat dapat kembali hidup normal dan perang suku tidak kembali terjadi.
Dalam rangka mendukung pemulihan keamanan, Polda Papua juga akan menambah personel pengamanan di Kabupaten Jayawijaya. Sebanyak 300 personel Brimob direncanakan akan diterjunkan secara bertahap untuk membantu pengamanan wilayah.
“Kami sudah melaporkan kondisi di sini kepada bapak Kapolda. Rencananya sekitar 300 personel Brimob akan diperbantukan untuk membantu pemulihan keamanan di Jayawijaya. Tahap awal kemungkinan sekitar 90 personel terlebih dahulu sambil melihat perkembangan situasi,” jelasnya.
Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan berharap situasi keamanan di Wamena segera pulih sepenuhnya sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan pelayanan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, serta roda perekonomian dapat berjalan normal kembali.
Penulis : Kaleb Lau
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Pemprov Papua Pegunungan















