25 Anak di Wilayah Konflik Mimika Dapat Harapan Baru Lewat Kegiatan Belajar Polisi

- Penulis

Rabu, 13 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIMIKA – Kepedulian terhadap masa depan anak-anak di daerah konflik mendorong Polsek Tembagapura mengambil langkah kemanusiaan dengan membuka kegiatan belajar mengajar bagi anak-anak di Kampung Banti, Utikini, dan Kimbeli, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Wilayah tersebut diketahui sudah lama terdampak konflik keamanan sejak tahun 2017 akibat gangguan dari kelompok kriminal bersenjata. Konflik yang berkepanjangan membuat sejumlah fasilitas pendidikan rusak dan terbakar, hingga aktivitas sekolah perlahan berhenti total.

Bahkan sejak tahun 2024, tidak ada lagi aktivitas pendidikan formal di daerah tersebut. Akibat kondisi itu, banyak anak-anak akhirnya putus sekolah dan kehilangan akses pendidikan.

Melihat kondisi tersebut, Kapolsek Tembagapura, Firman, tergerak untuk menghadirkan pendidikan sederhana bagi anak-anak setempat. Saat ini tercatat sebanyak 25 anak usia 5 hingga 10 tahun mulai mengikuti kegiatan belajar mengajar yang dipusatkan di aula Polsek Tembagapura.

Untuk mendukung kegiatan itu, Kapolsek menempatkan lima personel polisi sebagai tenaga pengajar. Mereka difokuskan untuk memberikan pelajaran dasar seperti membaca dan menulis kepada anak-anak.

“Sebenarnya aktivitas mengajar ini belum lama kami lakukan di Aula Polsek. Kegiatan ini kami lakukan, karena tidak mau anak-anak di sini semakin tertinggal. Mereka juga berhak mendapatkan pendidikan dan masa depan yang baik,” ungkap Kapolsek Firman kepada wartawan, Rabu (13/5/2026).

Ia mengatakan, pendidikan yang diberikan memang masih bersifat dasar, namun diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kembali semangat belajar anak-anak di wilayah konflik tersebut.

“Selain memberikan pelajaran, kami juga menyiapkan perlengkapan alat tulis, seperti buku, pulpen, pensil dan tas. Saat ini kami tengah berupaya agar anak-anak bisa memiliki Sepatu dan baju sekolah. Anak-anak ini kangen mengenakan baju sekolah, kalau ada rejeki kami ingin wujudkan, walau ini kegiatan Pendidikan non formal,” jelasnya.

“Disamping itu juga anggota juga menyediakan makan siang setiap hari bagi anak-anak yang datang belajar. Karena setiap hari mereka harus berjalan kaki sejauh 2 hingga 3 kilometer dari rumah menuju aula Polsek Tembagapura untuk mengikuti kegiatan belajar,” jelasnya.

Meski dengan keterbatasan fasilitas dan kondisi keamanan yang belum sepenuhnya stabil, semangat anak-anak untuk belajar tetap tinggi. Kehadiran aparat kepolisian sebagai pengajar pun mendapat respons positif dari masyarakat setempat.

“Semoga saja pemerintah dan pihak terkait dapat memberikan perhatian lebih terhadap pendidikan di wilayah ini sehingga anak-anak di Banti, Utikini, dan Kimbeli dapat kembali memperoleh pendidikan formal yang layak demi masa depan mereka,” lugasnya.

Sementara itu, Aipda Lebu Tadang mengatakan, kegiatan mengajar tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap kondisi anak-anak di Kampung Banti, Utikini, dan Kimbeli yang cukup lama kehilangan akses pendidikan akibat konflik keamanan yang terjadi di wilayah tersebut.

“Kegiatan ini di prakarsai Kapolsek Tembagapura. Beliau bahkan langsung menugaskan kami 5 orang untuk membantu anak-anak disini, untuk memberikan pelajaran dasar,” ujarnya.

Dalam kegiatan belajar mengajar itu, kata Aipda Lebu, para personel kepolisian memberikan materi membaca, menulis, serta mengenalkan angka kepada anak-anak usia dini. Meski dilakukan dengan fasilitas sederhana, semangat belajar anak-anak dinilai sangat tinggi.

“Anak-anak sangat senang belajar. Itu yang membuat kami ikut semangat untuk terus mengajar. Semoga saja kegiatan ini dapat membantu anak-anak tetap memperoleh pendidikan dasar sambil menunggu adanya perhatian dan dukungan pendidikan formal dari pemerintah,” pungkasnya.

Penulis : Gin

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Polda Papua Tengah

Berita Terkait

Bank Indonesia: Inflasi Papua Masih Aman, Ekonomi Daerah Terus Bergerak Positif
Sinergi Polri dan YPMAK: Distribusi Pangan dan Layanan Kesehatan untuk Warga Kapiraya
Papua Pegunungan Jadi Basis Baru, PGB Tegaskan Komitmen Politik Mandiri
Polres Jayawijaya Maksimalkan Pencarian Korban Jembatan Putus di Kali Wouma
Satresnarkoba Amankan 250 Ranting Ganja di Wamena
Wamendagri Ribka Haluk Dengan Tegas Mengklarifikasi Isu Pemotongan Dana Otsus Papua
Pemuda Katolik Komda Papua Sosialisasi Program Kerja di Dekenat Jayapura
Polda Papua Tengah Tangkap DPO Kasus Pemalangan, Perusakan, dan Pembakaran Mobil di Dogiyai

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:26 WIT

Bank Indonesia: Inflasi Papua Masih Aman, Ekonomi Daerah Terus Bergerak Positif

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:01 WIT

Sinergi Polri dan YPMAK: Distribusi Pangan dan Layanan Kesehatan untuk Warga Kapiraya

Kamis, 14 Mei 2026 - 17:03 WIT

Papua Pegunungan Jadi Basis Baru, PGB Tegaskan Komitmen Politik Mandiri

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:10 WIT

Polres Jayawijaya Maksimalkan Pencarian Korban Jembatan Putus di Kali Wouma

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:58 WIT

Satresnarkoba Amankan 250 Ranting Ganja di Wamena

Berita Terbaru

Daerah

Satresnarkoba Amankan 250 Ranting Ganja di Wamena

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:58 WIT