Wamena, 11 Mei 2026 — Pendidikan anak usia dini menjadi salah satu perhatian utama dalam pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Yahukimo. Melalui penguatan peran Bunda PAUD, pemerintah daerah berupaya menghadirkan layanan pendidikan yang lebih merata hingga menjangkau distrik dan kampung-kampung terpencil.
Hal tersebut ditandai dengan dikukuhkannya Ny. Ami Y. Yahuli, S.Kep sebagai Bunda PAUD Kabupaten Yahukimo Masa Bakti 2025–2030 dalam acara Pengukuhan Bunda PAUD Kabupaten se-Provinsi Papua Pegunungan di Grand Baliem Hotel Wamena, Senin (11/5).
Pengukuhan dilakukan oleh Bunda PAUD Provinsi Papua Pegunungan Ny. Anggieta Bestari Tabo dan disaksikan langsung oleh Gubernur Papua Pegunungan John Tabo bersama jajaran pimpinan OPD, pengurus Pokja Bunda PAUD, tokoh perempuan, serta tamu undangan lainnya.
Dalam pernyataannya usai dikukuhkan, Ny. Ami Y. Yahuli mengatakan bahwa program Bunda PAUD sejalan dengan visi dan misi Presiden Republik Indonesia dalam mencerdaskan anak bangsa serta mendukung visi pembangunan Kabupaten Yahukimo, yakni Yahukimo Cerdas, Yahukimo Sehat, dan Yahukimo Mandiri.
“Hari ini kami bersyukur karena Bunda PAUD telah dilantik secara sah untuk melaksanakan kegiatan pendidikan anak usia dini. Setelah ini kami akan kembali dan melantik pengurus sampai ke distrik-distrik agar pelayanan PAUD bisa menjangkau seluruh wilayah,” ujarnya.
Menurutnya, pelayanan Bunda PAUD tidak bisa berjalan sendiri, melainkan harus terintegrasi mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten hingga distrik dan kampung. Karena itu, pihaknya akan membangun kerja sama bersama istri kepala distrik dan istri kepala kampung guna menjangkau anak-anak usia dini di wilayah terpencil Yahukimo.
Ny. Ami menjelaskan, pada periode kedua kepemimpinannya sebagai Bunda PAUD, sejumlah program prioritas akan terus dilanjutkan, di antaranya penguatan PKBM, TK, dan PAUD di berbagai wilayah Yahukimo.
Ia menyebut, saat ini pihaknya telah memiliki satu PKBM binaan hasil kolaborasi PKK dan Bunda PAUD. Selain itu, anggota Bunda PAUD Yahukimo juga melibatkan guru-guru PAUD yang selama ini telah dibina dan dilatih untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini.
“Kami bekerja sama dengan UNICEF untuk melatih guru-guru PAUD agar memiliki kemampuan khusus dalam menangani anak usia dini. Guru PAUD tidak bisa disamakan dengan guru SD karena mereka membutuhkan keterampilan khusus,” katanya.
Dari hasil pembinaan tersebut, para guru PAUD di Yahukimo telah berhasil menyusun kurikulum pembelajaran bermuatan lokal yang akan segera diluncurkan dalam beberapa bulan ke depan.
Tidak hanya itu, Bunda PAUD Yahukimo juga telah mengirim lima anak asli daerah untuk menempuh pendidikan di sekolah SPG PAUD sebagai upaya meningkatkan kualitas SDM tenaga pendidik PAUD di masa depan.
“Puji Tuhan mereka sekarang sudah semester empat dan lima. Walaupun kemampuan kami terbatas, kami tetap berusaha mempersiapkan SDM pendidikan PAUD dari anak-anak daerah sendiri,” ungkapnya.
Selain pengembangan kurikulum PAUD, pihaknya juga telah menyusun buku bermuatan lokal untuk siswa SD kelas 1 hingga kelas 3 sebagai bagian dari kesinambungan kurikulum antara PAUD dan pendidikan dasar.
Menurut Ny. Ami, berbagai program yang telah dibangun selama lima tahun terakhir akan terus dilanjutkan pada periode kepengurusan saat ini agar fondasi pendidikan anak usia dini di Yahukimo semakin kuat.
“Kami hanya melanjutkan praktik-praktik baik yang sudah dibangun sebelumnya supaya pelayanan pendidikan anak usia dini di Yahukimo semakin berkembang,” tutupnya.
Penulis : Kaleb Lau
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Pemprov Papua Pegunungan















