Jayapura, 8 Mei 2026 – Polda Papua menunjukkan respons cepat dan terukur dalam menangani situasi pasca kericuhan yang terjadi usai pertandingan sepak bola antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Jumat malam.
Pertandingan yang berlangsung sengit sejak sore hari berakhir dengan skor tipis 1-0 untuk kemenangan Adhyaksa FC. Namun, euforia pertandingan berubah menjadi ketegangan ketika sejumlah suporter Persipura meluapkan kekecewaan atas hasil tersebut. Situasi di dalam dan sekitar stadion pun sempat memanas.
🔹 Kapolda Papua Pimpin Langsung Pengamanan
Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si., didampingi Wakapolda Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., S.H., M.H., memimpin langsung pengamanan bersama sekitar 700 personel gabungan TNI-Polri. Para pejabat utama Polda Papua turut hadir memastikan langkah-langkah pengendalian berjalan cepat dan efektif.
Kericuhan bermula sekitar pukul 19.16 WIT, sesaat setelah peluit panjang dibunyikan. Sejumlah suporter turun ke lapangan dan melakukan pengejaran terhadap pemain Adhyaksa FC serta perangkat pertandingan. Sekitar pukul 20.00 WIT, massa di luar stadion mulai melakukan perusakan fasilitas umum dan pembakaran kendaraan di area sekitar.
🔹 Langkah Cepat Aparat Gabungan
Menanggapi situasi tersebut, aparat gabungan segera melakukan pengamanan, pengendalian massa, dan pemulihan situasi. Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., menyampaikan bahwa personel langsung bergerak untuk mencegah meluasnya gangguan kamtibmas.
“Personel gabungan langsung melakukan langkah pengamanan dan pengendalian massa agar situasi tidak berkembang lebih luas. Hingga saat ini kondisi di sekitar Stadion Lukas Enembe berangsur aman dan kondusif,” ujar Kabid Humas.
Ia menambahkan, kericuhan dipicu oleh tingginya emosi dan kekecewaan suporter, serta adanya oknum provokator yang memanfaatkan situasi untuk memicu tindakan anarkis.
🔹 Kerugian dan Korban
Berdasarkan pendataan awal, sedikitnya 10 personel kepolisian mengalami luka-luka, termasuk Kapolres Jayapura. Satu personel masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Selain itu, satu warga sipil juga dilaporkan menjadi korban.
Kerusakan material cukup besar:
- 25 unit kendaraan roda empat dan 3 kendaraan roda enam rusak berat atau terbakar.
- 9 sepeda motor hangus terbakar dan 27 unit lainnya hilang.
- Sejumlah fasilitas di kompleks Stadion Lukas Enembe juga rusak, termasuk pecahnya kaca area akuatik dan ruang Video Operation Control (VOC).
“Beberapa kendaraan operasional dari Polres dan Polda turut menjadi sasaran perusakan, termasuk satu unit ambulans milik Timkeslap Satbrimob Polda Papua yang hangus terbakar,” jelas Kombes Cahyo.
🔹 Langkah Penegakan Hukum
Tim gabungan dari Satreskrim Polres Jayapura dan Tim Inafis Polda Papua kini melakukan identifikasi kerusakan, pendataan korban, serta penyelidikan terhadap pelaku provokasi dan perusakan. Sebanyak 14 orang telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Situasi di sekitar stadion mulai berangsur kondusif sekitar pukul 23.45 WIT, dan dilanjutkan dengan apel konsolidasi personel pengamanan pada pukul 00.20 WIT. Polda Papua memastikan akan terus melakukan patroli dan pengamanan lanjutan di sekitar lokasi untuk menjaga stabilitas keamanan.
🔹 Imbauan untuk Masyarakat
Kabid Humas menegaskan, masyarakat dan suporter diimbau untuk menahan diri, tidak mudah terprovokasi, serta mempercayakan penanganan situasi kepada aparat keamanan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Papua untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan tidak terpengaruh provokasi. Sepak bola harus menjadi ajang persaudaraan, bukan perpecahan,” tutupnya.
Penulis : Gin
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Polda Papua















