Akses Yetti–Senggi–Mamberamo Terputus, BBPJN Papua–Papua Pegunungan Turunkan Alat Berat

- Penulis

Sabtu, 25 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura – Satuan Kerja (Satker) PJN II Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Papua–Papua Pegunungan bergerak cepat menangani longsor yang terjadi di ruas Jalan Trans Papua, tepatnya pada segmen Yetti–Senggi–Mamberamo.

Akses Jalan Trans Papua menuju Papua Pegunungan terputus akibat longsor yang terjadi pada Minggu (19/4/2026). Longsor dipicu curah hujan tinggi, menyebabkan badan jalan amblas sepanjang 80 meter dengan kedalaman mencapai 12 meter.

Kasatker PJN II, Yohanes Melsasail, mengatakan percepatan penanganan dilakukan untuk menjaga konektivitas antar wilayah, terutama dalam mendukung kelancaran distribusi bahan makanan (bama) ke Papua Pegunungan.

“Langkah percepatan penanganan dilakukan guna memastikan konektivitas tetap terjaga. Longsor ini sebelumnya sempat menghambat arus logistik dan mobilitas masyarakat,” ujar Yohanes, Jumat (24/4/2026).

Sebagai langkah awal, ungkap Yohanes, pihaknya telah mengerahkan alat berat berupa excavator, bulldozer, serta peralatan pendukung lainnya ke lokasi kejadian.

“Pekerjaan membutuhkan waktu karena kami harus melakukan penurunan grade, penimbunan, serta pemasangan geotextile stabilisasi dan geobag untuk perkuatan badan jalan. Kami perkirakan pekerjaan rampung dalam dua minggu ke depan,” jelasnya.

Selain itu, kata Yohanes, BBPJN juga menyiapkan jalur alternatif guna memastikan distribusi logistik tetap berjalan. Arus lalu lintas sementara dialihkan melalui rute Yetti–Yabanfa–Warlef yang tembus ke Senggih (bandara) dengan jarak sekitar 14 kilometer.

“Kami telah melakukan survei dan jalur alternatif ini dinilai cukup aman untuk dilalui kendaraan logistik. Ini menjadi solusi sementara agar pasokan bahan makanan tidak terhenti,” katanya.

Yohanes memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, longsor berdampak pada distribusi logistik menuju wilayah Papua Pegunungan.

Ia juga mengimbau para pengemudi kendaraan logistik agar tidak menunggu di lokasi jalan terputus dan segera menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan.

“Kami mengimbau kendaraan logistik untuk melalui jalur alternatif, agar tidak terjadi penumpukan kendaraan yang dapat menghambat proses penanganan,” pungkasnya.

Penulis : Gin

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Piala Gubernur Papua: 200 Atlet Berlaga di Kejurda Atletik 2026
Kejurda Atletik Papua: Ajang Seleksi Menuju PON dan Kejurnas
DPR Papua Pegunungan Sambut Positif Raihan WTP Pemprov
DWP dan DP3KB Kabupaten Nduga Bersinergi Turunkan Risiko Stunting di Nduga
Ikuti Sidak Pasar Gabungan, PKK Nduga: Pedagang Wajib Jual Produk Bergizi, Bukan Ancaman Kesehatan Anak
Apresiasi Gubernur John Tabo: WTP Bukti Transparansi dan Akuntabilitas Papua Pegunungan
Papua Pegunungan Kembali Raih Opini WTP dari BPK atas LKPD 2025
Disperindagkop Nduga Gelar Sidak Pasar, Pastikan Harga Stabil dan Barang Layak Konsumsi

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 23:44 WIT

Piala Gubernur Papua: 200 Atlet Berlaga di Kejurda Atletik 2026

Kamis, 18 Juni 2026 - 23:33 WIT

Kejurda Atletik Papua: Ajang Seleksi Menuju PON dan Kejurnas

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:02 WIT

DPR Papua Pegunungan Sambut Positif Raihan WTP Pemprov

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:24 WIT

DWP dan DP3KB Kabupaten Nduga Bersinergi Turunkan Risiko Stunting di Nduga

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:47 WIT

Ikuti Sidak Pasar Gabungan, PKK Nduga: Pedagang Wajib Jual Produk Bergizi, Bukan Ancaman Kesehatan Anak

Berita Terbaru

Daerah

DPR Papua Pegunungan Sambut Positif Raihan WTP Pemprov

Kamis, 18 Jun 2026 - 17:02 WIT