Konflik Berkepanjangan di Tanah Papua Dinilai Mengorbankan Masyarakat Sipil, Presiden Harus Tarik Pasukan Non-Organik

- Penulis

Kamis, 16 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAYAPURA – Situasi keamanan di Tanah Papua kembali menjadi sorotan setelah eskalasi baku tembak antara TNI dan TPNPB menimbulkan korban jiwa dari kalangan masyarakat sipil. Peristiwa tragis ini terutama terjadi di wilayah Papua Pegunungan dan Papua Tengah, di mana ibu-ibu, guru, perawat, bahkan anak-anak usia dini menjadi korban penembakan.

Menanggapi kondisi tersebut, Tokoh Muda Papua Nioluen Kotouki menyerukan kepada Presiden Republik Indonesia untuk segera menarik seluruh pasukan non-organik dari Papua dan membuka ruang dialog damai. Ia menilai pendekatan keamanan yang selama ini dilakukan justru memperpanjang penderitaan masyarakat.

“Sudah bertahun-tahun penanganan politik ideologi di tanah Papua dilakukan dengan pendekatan moncong senjata. Akibatnya, nyawa masyarakat sipil terus menjadi korban, dan nasib mereka tidak pernah diurus dengan tuntas menurut hukum negara,” tegas Nioluen.

Dialog Damai Sebagai Jalan Keluar

Nioluen menekankan bahwa Indonesia adalah negara besar yang menganut paham demokrasi. Oleh karena itu, menurutnya, pemerintah seharusnya mencari opsi lain selain kekerasan, yakni membuka ruang dialog antara negara dan TPNPB.

“Harusnya di masa Otsus jilid dua ini tidak lagi ada gencatan senjata. Otonomi khusus lahir sebagai resolusi konflik, bahkan empat provinsi baru lahir dalam rahim Otsus. Artinya, kita sudah berada di fase di mana tidak ada lagi alasan untuk mengedepankan senjata,” ujarnya.

Kajian LIPI Diabaikan

Nioluen juga menyoroti bahwa kajian dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah memberikan rekomendasi alternatif untuk meredam konflik di Papua. Namun, rekomendasi tersebut hingga kini diabaikan oleh pemerintah pusat.

“Para petinggi negara tidak bisa masa bodoh dengan kondisi konflik berkepanjangan di tanah Papua. Kajian LIPI sudah ada, tapi tidak dijalankan,” katanya.

Darurat Kemanusiaan di Distrik Sinak

Kondisi darurat saat ini terjadi di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, di mana anak-anak usia dini, ibu-ibu, dan sejumlah pemuda menjadi korban penembakan. Situasi ini dinilai sebagai alarm serius yang harus segera ditangani oleh Presiden RI.

Nioluen menegaskan bahwa penarikan pasukan non-organik dan pembukaan ruang dialog damai adalah langkah mendesak untuk menghentikan siklus kekerasan yang terus berulang.

Seruan ini mencerminkan harapan masyarakat Papua agar konflik yang berkepanjangan tidak lagi mengorbankan warga sipil. Dengan dialog damai, diharapkan tercipta solusi yang lebih manusiawi dan berkelanjutan, sehingga Papua benar-benar bisa menikmati kedamaian di era Otonomi Khusus jilid dua.

Penulis : Gin

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Detik-Detik Pesawat Caravan PK-LTF Keluar Landasan di Intan Jaya, Ban Diduga Terlepas Saat Menyentuh Runway dan Dua Penumpang Terluka
Polri Hadir untuk Masyarakat, Kapolres Puncak Jaya dan Bhayangkari Serahkan Bantuan Sembako kepada Keluarga Korban Kebakaran di Distrik Muara
Maximus Tipagau Bantah Terlibat sebagai Penyelenggara Seminar Potensi Mineral dan Migas Papua, Perusahaan Minta Klarifikasi Terbuka
Wujud Kepedulian terhadap Pendidikan Anak Papua, Kapolres Puncak Jaya dan Bhayangkari Turun Langsung Berikan Perlengkapan Sekolah kepada Siswa SD Negeri Mulia
Dari Pantai MAF, Polda Papua Tengah Perkuat Gerakan Peduli Lingkungan, Bersihkan Pantai dan Tanam Pohon
Perkuat Iman dan Integritas Pelayanan, Kantor Pertanahan Jayawijaya Gelar Ibadah Rutin Bulanan Persekutuan Doa Oikumene
Lewat Jumat Curhat, Kapolda Papua Tengah Dengarkan Keluhan Warga soal Narkoba dan Begal
Buka IHT SMAN 2 Jayapura, Kadis Dikbud Tekankan Disiplin dan Pembentukan Karakter Siswa

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:23 WIT

Detik-Detik Pesawat Caravan PK-LTF Keluar Landasan di Intan Jaya, Ban Diduga Terlepas Saat Menyentuh Runway dan Dua Penumpang Terluka

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:45 WIT

Polri Hadir untuk Masyarakat, Kapolres Puncak Jaya dan Bhayangkari Serahkan Bantuan Sembako kepada Keluarga Korban Kebakaran di Distrik Muara

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:06 WIT

Maximus Tipagau Bantah Terlibat sebagai Penyelenggara Seminar Potensi Mineral dan Migas Papua, Perusahaan Minta Klarifikasi Terbuka

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:55 WIT

Wujud Kepedulian terhadap Pendidikan Anak Papua, Kapolres Puncak Jaya dan Bhayangkari Turun Langsung Berikan Perlengkapan Sekolah kepada Siswa SD Negeri Mulia

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:32 WIT

Dari Pantai MAF, Polda Papua Tengah Perkuat Gerakan Peduli Lingkungan, Bersihkan Pantai dan Tanam Pohon

Berita Terbaru