Yosua Noak Douw Harumkan Papua Lewat Sastra Kemanusiaan

- Penulis

Sabtu, 27 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karubaga, Tolikara — Kabar membanggakan datang dari jantung Pegunungan Papua. Yosua Noak Douw, pemuda berbakat asal Karubaga, Kabupaten Tolikara, berhasil menorehkan prestasi gemilang di dunia sastra nasional. Puisinya terpilih sebagai salah satu dari 150 karya terbaik dalam Antologi Puisi “Air Mata Sumatera”, sebuah proyek literasi berskala nasional yang digagas Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI.

Antologi ini mengangkat tema bencana alam yang melanda Sumatera pada akhir 2025, dan menjadi wadah ekspresi sekaligus solidaritas bagi para penyintas. Proses kurasi dilakukan secara ketat oleh tiga kurator nasional ternama: Sulaiman Juned, Muhammad Subhan, dan Jarwansya.

Dalam wawancaranya, Yosua menyampaikan bahwa puisi adalah “jembatan antara realitas sosial dan suara nurani.” Ia menambahkan, “Antologi ini menunjukkan bahwa sastra tumbuh dari Sabang sampai Merauke… Tidak ada sekat primordial dalam sastra; yang ada hanyalah kejujuran suara dan kemanusiaan.”

“Air Mata Sumatera” bukan sekadar kumpulan puisi. Buku ini juga menjadi sarana penggalangan dana untuk membantu korban bencana, menjadikannya karya sastra yang tak hanya menyentuh hati, tetapi juga berdampak nyata. Peluncuran resmi antologi ini dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Januari 2026 di Padang Panjang, Sumatera Barat.

Prestasi Yosua menjadi bukti bahwa suara dari pelosok negeri, termasuk dari tanah tinggi Papua, memiliki kekuatan untuk menggema di panggung nasional. Ini adalah kemenangan bagi semangat literasi, keberagaman, dan kemanusiaan.

Penulis : Gin

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Pemkab Nduga Sambut Kapolres Nduga yang Baru, Dorong Kolaborasi dan Penguatan Keamanan
Festival Budaya Lembah Baliem Dihentikan, Dua Warga Terluka Akibat Penembakan
Momen Unik: Wamenpar Turun Langsung Abadikan Atraksi Budaya Papua Pegunungan
Wamenpar Ni Luh Puspa Resmi Buka Festival Budaya Lembah Baliem ke-34
Festival Budaya Lembah Baliem ke-34: Papua Pegunungan Tunjukkan Wajah ke Dunia
Lima Dokter Muda Nduga Resmi Magang di RS Unhas Makassar Guna Lanjutkan Pendidikan Spesialis
Festival Kopi Papua 2026: Merawat Warisan, Membangun Masa Depan Ekonomi Papua
Membangun Kembali Harapan Ekonomi Kampung: Revitalisasi BUMKam Misyani Sebagai Penggerak Potensi Lokal di Kampung Tobati

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:47 WIT

Pemkab Nduga Sambut Kapolres Nduga yang Baru, Dorong Kolaborasi dan Penguatan Keamanan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:36 WIT

Festival Budaya Lembah Baliem Dihentikan, Dua Warga Terluka Akibat Penembakan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:52 WIT

Momen Unik: Wamenpar Turun Langsung Abadikan Atraksi Budaya Papua Pegunungan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:41 WIT

Wamenpar Ni Luh Puspa Resmi Buka Festival Budaya Lembah Baliem ke-34

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:28 WIT

Festival Budaya Lembah Baliem ke-34: Papua Pegunungan Tunjukkan Wajah ke Dunia

Berita Terbaru