Bantuan Pemprov Papua Pegunungan dan Pusat Minim Dinilai Minim Terhadap Kejadian Bencana di Nduga

- Penulis

Selasa, 11 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kenyam, 11 November 2025 — Pemerintah Kabupaten Nduga melalui Tim Penanganan Bencana Alam Distrik Dal dan Mebarok terus berupaya melakukan pencarian korban bencana yang melanda sejak 1 November 2025. Hingga saat ini, tim gabungan telah menemukan 10 jenazah, sementara 5 korban lainnya masih dalam pencarian di Distrik Dal. Sementara itu di Distrik Mebarok dari 8 orang yang dilaporkan hanyut baru satu orang yang ditemukan.

Pemda Nduga bersama tim terus berupaya masuk ke Distrik Mebarok namun geografis yang sulit menjadi kendala tersendiri. Oleh sebab itu diharapkan adanya dukungan oleh semua pihak Pemda Provinsi Papua Pegunungan, Pusat, Basarnas dan juga TNI/Polri

Ketua Tim Penanganan Bencana, Otomi Gwijangge, S.Hut., MPWK, yang juga mewakili Pemerintah Kabupaten Nduga, mengungkapkan bahwa pencarian dilakukan sepanjang aliran Kali Kenyam—mulai dari hulu hingga hilir—dan akan terus berlanjut selama satu minggu ke depan.

Namun, Otomi mengaku pihaknya mulai kewalahan karena minimnya dukungan dari instansi terkait, termasuk Basarnas, TNI/Polri, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan maupun lembaga bantuan lainnya.

“Selama ini yang aktif hanya tim dari pemerintah daerah, masyarakat, dan keluarga korban. Kami terus bekerja keras, tapi keterbatasan fasilitas menjadi kendala besar,” ujarnya di Kenyam, Selasa (11/11/2025).

Otomi menegaskan, saat ini pemerintah daerah membutuhkan dukungan serius dari Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan juga Pemerintah Pusat. Bantuan yang dibutuhkan antara lain transportasi udara seperti helikopter untuk evakuasi, serta bahan makanan dan logistik bagi masyarakat terdampak.

“Kami mohon perhatian dan bantuan dari Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat. Kondisi di lapangan sangat sulit, akses menuju lokasi kejadian hanya bisa ditempuh lewat udara. Kami butuh heli dan bantuan logistik untuk melanjutkan evakuasi korban yang tersisa,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Nduga berharap status Kejadian Luar Biasa (KLB) yang telah ditetapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah di tingkat provinsi dan nasional untuk segera turun tangan memberikan bantuan.

“Tim kami tidak akan berhenti sampai seluruh korban ditemukan. Tapi tanpa dukungan dari provinsi dan pusat, proses ini akan berjalan sangat lambat,” tutup Otomi.

Penulis : Gin

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

BCA Gelar Genera-Z Berbakti 2026, Mahasiswa UNCEN dan UNAIR Adu Inovasi Bangun Desa Wisata
Youth Camp HKBP Papua Dorong Kreativitas Generasi Muda Lewat Ecoprint
Dari Lima Distrik Menuju Fakultas Kedokteran: Harapan Baru Anak Mamberamo Tengah
Langkah Berani Bupati Yonas: Membuka Jalur Mandiri Kedokteran untuk Putra-Putri Asli Mamberamo Tengah
Pemkab Nduga Tegaskan Disiplin Guru: Data Tenaga Pendidik Dimutakhirkan
Aksi Jambret Berakhir di Laut, Polisi Gunakan Kapal Cepat untuk Tangkap Pelaku
Operasi Damai Cartenz-2026 Gelar Razia Senjata Tajam di Nabire
Pemerintah Kabupaten NDUGA melalui RSUD Elvrida Sara Kenyam Siapkan Dokter Spesialis Asli Nduga Melalui Kerja Sama Dengan UGM

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:10 WIT

BCA Gelar Genera-Z Berbakti 2026, Mahasiswa UNCEN dan UNAIR Adu Inovasi Bangun Desa Wisata

Sabtu, 30 Mei 2026 - 13:00 WIT

Youth Camp HKBP Papua Dorong Kreativitas Generasi Muda Lewat Ecoprint

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:18 WIT

Dari Lima Distrik Menuju Fakultas Kedokteran: Harapan Baru Anak Mamberamo Tengah

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:46 WIT

Langkah Berani Bupati Yonas: Membuka Jalur Mandiri Kedokteran untuk Putra-Putri Asli Mamberamo Tengah

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:01 WIT

Pemkab Nduga Tegaskan Disiplin Guru: Data Tenaga Pendidik Dimutakhirkan

Berita Terbaru