Operasi Gabungan Ungkap Praktik Ilegal di Wamena, Belasan Tersangka Diamankan

- Penulis

Sabtu, 19 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamena, Papua Pegunungan — Kota Wamena kembali menunjukkan ketegasannya sebagai garda terdepan dalam menjaga ketertiban dan moralitas sosial. Lewat operasi gabungan yang melibatkan Polres Jayawijaya, Pemerintah Daerah, Forum Pemberantasan Miras dan Napza (FPMN), serta Forkopimda dan TNI-Polri, praktik perjudian, miras ilegal, hingga prostitusi berhasil dibongkar dari sejumlah titik rawan.

Razia besar ini dimulai Jumat (18/9) sore pukul 15.46 WIT, diawali apel di Kantor Bupati yang dipimpin Wakil Bupati Jayawijaya, Ronny Elopere, S.IP., M.KP. Operasi kemudian bergerak ke depan Gudang Beras Bulog Wamena, lokasi yang dicurigai sebagai pusat perjudian Rolex dan peredaran miras.

“Kami tidak akan kompromi dengan aktivitas yang menghancurkan masa depan masyarakat Papua,” tegas Ronny Elopere.

 Penggerebekan I: Judi Rolex dan Miras
Pukul 16.23 WIT, tim menemukan 9 pelaku, terdiri dari 1 warga asli Papua dan 8 warga non-Papua. Barang bukti berupa meja Rolex, uang tunai, dan angka taruhan turut disita. Para tersangka langsung dibawa ke Polres Jayawijaya untuk pemeriksaan intensif.

Penggerebekan II: Karaoke Gelap dan Prostitusi Terselubung
Lokasi kedua di dekat LP Wamena menjadi titik operasi berikutnya. Petugas menemukan botol-botol miras seperti Vodka dan Wiro, serta mengamankan satu pria asal NTT dan dua wanita pekerja seks asal Palembang yang diduga beroperasi sebagai PSK dalam karaoke ilegal. Warga sekitar mengaku terganggu oleh aktivitas malam yang berisik.

Penggerebekan III: Miras di Perumahan Satpol PP
Di Jalan Safri Darwin, aparat menemukan miras jenis CT di rumah salah satu anggota Satpol PP. Pemilik rumah telah diamankan untuk diproses hukum.

Interogasi dan Tindakan Tegas
Di Mapolres, Wakil Bupati Elopere menginterogasi dua wanita PSK. Mereka mengaku baru tiba di Wamena atas ajakan seseorang bernama Kapten Pitu Batu alias Bang Brian. Pemerintah Daerah menegaskan bahwa Wamena bukan tempat untuk merusak masyarakat Papua dengan aktivitas destruktif.

“Kalau datang untuk mencari makan, datanglah dengan cara baik. Jangan membawa miras dan merusak rumah tangga orang Papua,” tegas Ronny.

 Langkah Lanjut dan Komitmen Pemda
– Seluruh pelaku akan diproses hukum tanpa tebang pilih.
– Barang bukti akan dimusnahkan secara resmi.
– Pelaku prostitusi dan pendatang tanpa izin akan dipulangkan ke daerah asal.

Ketua FPMN Papua Pegunungan, Theo Hesegem, menyebut pelaku tanpa identitas resmi sebagai “warga liar” yang menciptakan efek sosial negatif.

“Miras dan judi harus diberantas karena menghancurkan masa depan orang Papua,” tutup Wakil Bupati Jayawijaya.

Penulis : Gin

Editor : A. Buendi

Berita Terkait

Polres Puncak Gelar Nobar Final Piala Dunia, Wujudkan Kebersamaan Polri dan Masyarakat
Kapolres Mimika Imbau Suporter Final Piala Dunia Jaga Ketertiban
Turnamen Kapolda Papua Tengah Cup 2026 Lahirkan Juara Muda Bulutangkis di Mimika
Kapolda Papua Tengah : Ajak Masyarakat Rayakan Final Piala Dunia dengan Sportivitas
Meriah! Balap Perahu 15 PK HUT Bhayangkara Pecah di Nabire
PN Jayapura Nyatakan Penetapan Tersangka LL Sah Menurut Hukum
Kapolres Mimika Terkesan Wajah Bersih Kampung Kokona
Distrik Yigi, Dal, Mbua, dan Mbulmu Yalma Terima Bantuan Beras dari Pemkab Nduga

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 21:26 WIT

Polres Puncak Gelar Nobar Final Piala Dunia, Wujudkan Kebersamaan Polri dan Masyarakat

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:29 WIT

Kapolres Mimika Imbau Suporter Final Piala Dunia Jaga Ketertiban

Minggu, 19 Juli 2026 - 12:27 WIT

Turnamen Kapolda Papua Tengah Cup 2026 Lahirkan Juara Muda Bulutangkis di Mimika

Minggu, 19 Juli 2026 - 11:58 WIT

Kapolda Papua Tengah : Ajak Masyarakat Rayakan Final Piala Dunia dengan Sportivitas

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:32 WIT

Meriah! Balap Perahu 15 PK HUT Bhayangkara Pecah di Nabire

Berita Terbaru