Sriwijaya Air Dinilai Abaikan Misi Sosial, Pemprov Papua Pegunungan Putuskan Kerja Sama

- Penulis

Senin, 7 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamena 7 Juli 2025— Rencana kerja sama antara Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan maskapai nasional Sriwijaya Air kandas di tengah jalan. Bukan soal teknis penerbangan, melainkan karena perbedaan visi soal subsidi sosial yang dinilai tak kunjung mendapat angin segar dari pihak maskapai.

Kepala Dinas Perhubungan Papua Pegunungan, Jimmy Yoku, menyampaikan bahwa proposal subsidi untuk masyarakat yang diajukan pemprov tidak mendapat tanggapan semestinya dari Sriwijaya Air.

“Kami ingin memberi kemudahan bagi guru, pelajar, pasien rujukan, tokoh adat, hingga warga dalam kondisi darurat—yang memiliki KTP Papua Pegunungan. Tapi respons dari Sriwijaya Air sangat mengecewakan,” ujar Jimmy dalam keterangannya.

Langkah kerja sama ini sebenarnya bagian dari program unggulan 100 hari kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo dan Ones Pahabol. Tujuannya sederhana namun berdampak besar: memberi akses transportasi udara yang terjangkau dan sekaligus menekan inflasi yang selama ini mencekik masyarakat daerah pegunungan.

Namun, setelah serangkaian komunikasi yang dinilai tidak profesional dan usulan yang diabaikan, Pemprov mengambil langkah tegas—membatalkan kerja sama.

 Surat resmi pembatalan telah dilayangkan pada Senin, 7 Juli 2025 ke manajemen Sriwijaya Air.

Sementara itu, pihak maskapai justru mengajukan skema subsidi berbeda: pemerintah daerah diminta menanggung biaya 50 kursi kosong per penerbangan pulang-pergi, masing-masing 30 untuk rute Wamena–Biak dan 20 untuk Wamena–Makassar. Total? 100 kursi tiap kali bolak-balik.

Jimmy menilai skema tersebut bisa diterima, tetapi mengabaikan kebutuhan sosial yang menjadi jantung dari misi pemerintah daerah.

“Kami tak ingin program ini hanya jadi formalitas, sementara masyarakat yang benar-benar membutuhkan tak merasakannya.”

Pemerintah Papua Pegunungan kini tengah menyusun strategi baru, dengan pola kerja sama alternatif yang lebih berpihak pada rakyat.

“Kami mohon kesabaran dari warga delapan kabupaten Papua Pegunungan. Kami tetap berkomitmen menurunkan biaya mahal lewat kerja sama yang lebih berpihak dan berdaya guna,” tutup Jimmy.

Penulis : Kaleb Lau

Editor : Buendi

Sumber Berita: Pemprov Papua Pegunungan

Berita Terkait

RSUD Elvrida Sara Nduga Masuk Program Pengampuan Nasional dan Quick Win Kemenkes, Siap Tingkatkan Layanan Kesehatan
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Intan Jaya Cek Kesehatan Personel demi Pelayanan Prima
Fans Jerman Jayapura Rayakan HUT ke-5 dengan Berbagi Kasih
Final Kapolda Cup I 2026 Papua Tengah Tuntas, Ajang Bulutangkis HUT Bhayangkara ke-80 Lahirkan Para Juara
Polres Puncak Jaya Gelar Olahraga Bersama Forkopimda, Kapolres Tegaskan Semangat “Polisi untuk Masyarakat”
Pemuda Katolik Papua Wakili Pemuda Papua Tandatangani Kesepakatan Pembentukan Gerakan SI SALI
Polres Intan Jaya Ajak Warga Meriahkan Jalan Santai HUT Bhayangkara ke-80, Siapkan Beragam Hadiah Menarik
BPJS Kesehatan Wamena Gelar Forum Komunikasi dan Forum Kemitraan Bersama Pemangku Kepentingan Kabupaten Nduga untuk Perkuat Layanan JKN

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 16:35 WIT

RSUD Elvrida Sara Nduga Masuk Program Pengampuan Nasional dan Quick Win Kemenkes, Siap Tingkatkan Layanan Kesehatan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 15:55 WIT

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Intan Jaya Cek Kesehatan Personel demi Pelayanan Prima

Sabtu, 27 Juni 2026 - 10:01 WIT

Fans Jerman Jayapura Rayakan HUT ke-5 dengan Berbagi Kasih

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:47 WIT

Final Kapolda Cup I 2026 Papua Tengah Tuntas, Ajang Bulutangkis HUT Bhayangkara ke-80 Lahirkan Para Juara

Sabtu, 27 Juni 2026 - 00:30 WIT

Polres Puncak Jaya Gelar Olahraga Bersama Forkopimda, Kapolres Tegaskan Semangat “Polisi untuk Masyarakat”

Berita Terbaru