Wamena,- Forum Pribumi Papua Pegunungan secara tegas menolak keberadaan Forum Peduli Pembangunan Papua Pegunungan yang dipimpin oleh Kalvin Penggu. Mereka menyebut forum tersebut tidak mencerminkan perjuangan para pencari kerja (pencaker) yang selama ini menyuarakan aspirasi secara independen dan bermartabat.
“Forum itu tidak pernah mewakili kami. Kami pencaker berdiri atas nama sendiri, tanpa ditunggangi siapa pun,” tegas Sekretaris Forum Pribumi, Betho Entama, kepada wartawan di Wamena, Selasa (4/6).
Forum Pribumi menilai bahwa narasi yang dibawa oleh Kalvin Penggu cenderung menyesatkan dan tidak mencerminkan semangat pembangunan manusia yang tengah diperjuangkan oleh para pencaker dari delapan kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan.
Aksi Bermartabat, Berbasis Data.
“Aksi kami bukan asal turun ke jalan. Semua berdasarkan data, fakta, dan kehendak masyarakat yang ingin perubahan,” ujar Betho.
Forum menekankan bahwa gerakan pencaker bersifat intelektual, terukur, dan bukan ajang politisasi. Mereka meminta agar tidak ada pihak yang memprovokasi masyarakat dengan informasi keliru.
Para pencaker menyerukan pentingnya menjaga ruang demokrasi di Papua Pegunungan dan menuntut pemerintah bersikap terbuka.
Hak menyampaikan pendapat dijamin oleh Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998, dan menurut Forum Pribumi, hal itu merupakan bagian penting dari upaya membangun masyarakat yang demokratis dan kritis terhadap kebijakan pemerintah.
“Gubernur harus bersikap bijak dan terbuka. Jangan bungkam suara rakyat,” pungkas Betho
Penulis : Gin
Editor : A. Buendi















