Pengabdian Tanpa Batas Polri di Surga Kecil Papua: Menjaga Asa Merawat Damai

- Penulis

Senin, 23 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Polres Jayapura, Aiptu Abang saat mengajar anak-anak putus sekolah dalam program Gabus. (Foto Dokumen Polda Papua)

Anggota Polres Jayapura, Aiptu Abang saat mengajar anak-anak putus sekolah dalam program Gabus. (Foto Dokumen Polda Papua)

JAYAPURA – Tanah Papua memang mempesona dengan keindahan alam maupun laut yang masih asri dan terjaga. Pantas saja, Papua mendapat julukan surga kecil jatuh ke bumi hingga menarik perhatian wisatawan mancanegara.

Dibalik keindahan Papua, ada perjuangan keras untuk menjaga agar tetap aman, damai dan tentram. Dia adalah anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang terus merawat kedamaian di Papua.

Tak hanya mengayomi masyarakat, Polri di Papua juga memiliki peran ganda yang tidak kalah penting. Misalnya menjadi sahabat masyarakat, seperti yang ditunjukkan Aiptu Saenal Abidin di Kampung Nelayan Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua.

Saenal merupakan anggota Polsek Jayapura Selatan yang cakap berkomunikasi dan bergaul dengan masyarakat. Kemampuannya inilah yang mendorong untuk mengemban tugas sebagai Bintara Pembina Keamanan Ketertiban Masyarakat atau Bhabinkamtibmas.

Sosok Saenal kini bertransformasi menjadi figur yang akrab dengan warga setempat.  Kesehariannya yang penuh dedikasi terlihat dari rutinitasnya menyambangi warga kampung nelayan.

Bhabinkamtibmas Figur Sahabat Masyarakat

Anggota Polsek Jayapura Selatan, Aiptu Saenal Abidin saat berdiskusi bersama warga Kampung Nelayan Hamadi. (Foto Dokumen Polda Papua)

Saenal tidak hanya dikenal karena peranannya dalam menjaga keamanan, tetapi juga karena kepeduliannya terhadap masyarakat. Setiap hari, Saenal meluangkan waktu untuk berkeliling kampung, berbincang dengan para nelayan. Saenal tak pernah mundur ketika mendengarkan keluh kesah nelayan.

Saenal bahkan memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang mereka hadapi. Saenal juga aktif dalam kegiatan keagamaan di kampung tersebut.

Salah satu kontribusinya yang paling terlihat adalah ketika ia memberikan imbauan Kamtibmas usai Shalat Jumat di Masjid Terapung Al Aqsha.

Masjid ini menjadi tempat di mana ia tidak hanya beribadah, tetapi juga menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas dan motivasi kepada para jamaah.

Dalam tugasnya, Saenal sering kali mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan antarwarga dan meningkatkan ketakwaan. Tak hanya itu, Saenal turut mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.

“Bapak Saenal bukan hanya polisi bagi kami, tetapi juga seorang saudara dan pembimbing,” ujar Arman, salah satu warga yang berprofesi sebagai penjual ikan.

Bagi Arman, kehadiran Saenal tidak hanya memperkuat hubungan antara Polisi dan masyarakat. Namun, menurutnya, ini menjadi bukti kehadiran Bhabinkamtibmas sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan harmonis.

Nyalakan Semangat Belajar Anak Putus Sekolah

Anggota Polres Jayapura, Aiptu Abang saat mengajar anak-anak putus sekolah dalam program Gabus. (Foto Dokumen Polda Papua)

Selain menjadi sahabat masyarakat, anggota Polri di Papua juga turun mengajar pendidikan non formal. Mereka menyasar anak putus sekolah maupun orang dewasa yang belum mengenal huruf.

Salah satu caranya dengan menghadirkan program Gerakan Baca Tulis atau Gabus. Program ini telah berjalan di wilayah Kabupaten Jayapura sejak tahun 2021.

Hebatnya lagi, Aiptu Abang, sosok penggerak program Gabus diusulkan kembali sebagai kandidat dalam program Hoegeng Award 2025. Usulan ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, sosok Aiptu Abang, telah menyalakan semangat belajar anak-anak Papua, khususnya di Jayapura.

“Aiptu Abang memiliki kepedulian besar terhadap anak-anak yang putus sekolah maupun yang belum pernah mengenyam pendidikan,” ungkap Agustina Felle, wanita yang juga berprofesi sebagai guru di Jayapura.

Menurut Agustina, Aiptu Abang sangat aktif dalam dunia pendidikan. Ia pun mengaku kagum dengan semangat Abang saat mengajar anak-anak putus sekolah.

Kapolsek Kawasan Bandara Sentani, Iptu Wajedi mengapresiasi program Gabus yang dijalankan Aiptu Abang di wilayah binaannya. Tidak hanya membimbing untuk belajar membaca dan menulis, Aiptu Abang juga disebut sering memberikan motivasi agar anak-anak tidak patah semangat dalam mengejar cita-cita.

“Aiptu Abang ini orangnya semangat kasih motivasi, mendorong anak-anak untuk mereka tetap harus maju, tetap belajar. Jangan kecewa, jangan berpikir bahwa kalian tidak punya masa depan, itu kata-kata motivasi yang selalu diberikan oleh beliau Aiptu Abang,” tuturnya.

Dalam program Hoegeng Corner 2024, Aiptu Abang pernah bercerita awal mula program Gabus di Jayapura. Program itu bermula saat adanya pergantian Kapolres Jayapura pada 2021.

“Beliau (Kapolres) mengumpulkan seluruh Bhabinkamtibmas untuk membuat terobosan ke wilayah binaan masing-masing, salah satu yang ditawarkan ke kami, Gabus,” ungkapnya.

Kala itu, Aiptu Abang mengaku langsung turun ke lapangan untuk mencari anak-anak yang belum bisa baca tulis. Seiring berjalannya waktu, anak binaan program Gabus itu semakin bertambah.

“Saya bisa kumpul awal sekitar 15 kurang lebih. Kami ajarkan mereka di bawah-bawah pohon, di teras rumah. Kita cari momen yang santai tapi bagaimana serius,” cerita Aiptu Abang sembari mengenang.

Terpanggil Mengajar Ngaji hingga Jadi Panutan

Anggota Polres Keerom, Aiptu Imam Ghozali mengajar mengaji anak-anak di Mushola Fatkhun Najah. (Foto Dokumen Polda Papua)

Hampir mirip dengan Aiptu Abang, seorang anggota Polri yang bertugas di Polres Keerom juga menjadi sosok yang menginspirasi. Dia adalah Aiptu Imam Ghozali, Kasubsi Bankum Sikum Polres Keerom.

Imam Ghozali sapaan akrabnya dengan penuh keikhlasan secara rutin mengajar anak-anak mengaji di Mushola Fatkhun Najah. Mushola ini terletak di Jalan Flamboyan RT 13 RW 04, Kampung Wiantre, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom.

Tak hanya menjadi sarana pembelajaran agama, Imam Ghozali turut menciptakan hubungan yang harmonis antara polisi dan masyarakat, terutama generasi muda. Anak-anak terlihat antusias diajar oleh sosok polisi yang dikenal ramah dan humanis.

Imam Ghozali sendiri mengaku bahagia bisa berbagi ilmu agama dengan anak-anak. Menurutnya, mengajar ngaji bukan hanya tugas tambahan, tetapi menjadi bentuk ibadah dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya kepada anak-anak.

“Saya ingin mereka tumbuh dengan dasar agama yang kuat, sehingga bisa menjadi generasi penerus yang beriman dan bertakwa,” ungkapnya.

Bagi Imam Ghozali, pendidikan agama sangat penting dalam membentuk karakter anak sejak usia dini.

“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Dengan menanamkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan sejak kecil. Kita sedang mempersiapkan mereka menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan bermanfaat bagi masyarakat,” lugasnya.

Gayung bersambut, rutinitas Imam Ghozali ternyata mendapat respons baik dari pimpinan. Kapolres Keerom, AKBP Astoto Budi Rahmantyo bahkan mendukung penuh inisiatif ini sebagai bagian dari tanggung jawab Polri dalam membentuk generasi penerus bangsa yang lebih baik.

Budi menilai kegiatan Imam Ghozali mencerminkan komitmen Polres Keerom dalam mewujudkan visinya yaitu “Dari Keerom Untuk Indonesia”.

“Apa yang dilakukan oleh Aiptu Imam Ghozali merupakan contoh nyata bahwa seorang anggota kepolisian tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga dapat menjadi panutan dalam kehidupan bermasyarakat, terutama dalam hal spiritual,” pungkas Budi. (*)

Penulis : Syaiful

Editor : Achmad

Berita Terkait

Hari Kartini di Papua Pegunungan: Anak-Anak PAUD Warnai Jalan Santai dengan Semangat Kebersamaan
Satgas Cartenz 2026 Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum di Wilayah Puncak Jaya
Wakil Bupati Lanny Jaya Resmi Buka Forum OPD RKPD 2027: Langkah Strategis Menuju Pembangunan Terarah
Ribka Haluk Bersyukur: Impian Bandara Douw Aturure Kini Jadi Kenyataan
Satu Iman, Satu Kasih: 17 Denominasi Gereja Bersatu di Perayaan Injil Lembah Baliem
Operasi Gabungan di Pegunungan Bintang Berhasil Amankan DPO Kasus Pembunuhan Tukang Ojek
ASN, Honorer, dan Ormas Bersatu: Momentum Kebersamaan Bangun Puncak Jaya Lebih Tangguh
Bupati Yuni Wonda: Bekerja Nyata, Jaga Aset, Wujudkan Pelayanan Terbaik

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 20:55 WIT

Hari Kartini di Papua Pegunungan: Anak-Anak PAUD Warnai Jalan Santai dengan Semangat Kebersamaan

Selasa, 21 April 2026 - 13:38 WIT

Satgas Cartenz 2026 Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum di Wilayah Puncak Jaya

Selasa, 21 April 2026 - 11:51 WIT

Wakil Bupati Lanny Jaya Resmi Buka Forum OPD RKPD 2027: Langkah Strategis Menuju Pembangunan Terarah

Selasa, 21 April 2026 - 07:16 WIT

Ribka Haluk Bersyukur: Impian Bandara Douw Aturure Kini Jadi Kenyataan

Senin, 20 April 2026 - 16:55 WIT

Satu Iman, Satu Kasih: 17 Denominasi Gereja Bersatu di Perayaan Injil Lembah Baliem

Berita Terbaru