Wamendagri Ribka Haluk Tinjau PLBN Skouw, Dorong Penguatan Perbatasan

- Penulis

Rabu, 21 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura, 20 Mei 2025 – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Dr. Ribka Haluk, S.Sos., M.M melakukan kunjungan kerja ke Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Provinsi Papua, Selasa (20/5/2025). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka memastikan pengelolaan wilayah perbatasan berjalan optimal, baik dari sisi infrastruktur, pelayanan publik, maupun kerja sama antarnegara.

Kedatangan Wamendagri Ribka Haluk disambut hangat oleh Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Suzana Wanggai, beserta jajaran instansi lintas sektor seperti Bea Cukai, Karantina, dan Imigrasi yang bertugas di kawasan perbatasan.

Wamendagri Ribka Haluk menegaskan bahwa pengelolaan wilayah perbatasan merupakan bagian dari tugas pokok dan fungsi Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Bina Administasi Kewilayahan (Dirjen Bina Adwil) dengan sinergitas bersama Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP).

“BNPP dan Kemendagri terus bersinergi dan kami ingin memastikan proses administrasi berjalan baik, termasuk aktivitas pertukaran ekonomi antarnegara. Serah terima aset juga baru saja dilakukan, dan kami memantau kelanjutannya,” ujar Ribka.

Ia mengapresiasi perkembangan PLBN Skouw, khususnya dari aspek infrastruktur dan aktivitas ekonomi masyarakat lintas negara.

“Kami melihat perbatasan di Skouw sudah cukup baik, termasuk nilai tukar pasar yang lancar. Pemerintah Indonesia juga telah memberikan hibah untuk mendukung pembangunan di sisi negara tetangga,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ribka menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan di kawasan perbatasan sesuai arahan Menteri Dalam Negeri.

“Pelayanan harus terus ditingkatkan, baik dari sisi infrastruktur, administrasi, kesehatan, hingga layanan karantina. Di PLBN Skouw ini kami melihat kemajuan yang sangat baik, dan kami harap Pemerintah Provinsi Papua terus memperkuat hal tersebut,” jelasnya.

Tak hanya meninjau fasilitas PLBN, Wamendagri Ribka Haluk juga menyempatkan diri mengunjungi pasar yang berada di kawasan PLBN Skouw. Dalam kunjungan tersebut, ia berinteraksi langsung dengan para pedagang lintas negara yang beraktivitas di area pasar. Ia berdialog dan mendengarkan aspirasi serta harapan para pelaku usaha kecil di perbatasan.

“Aktivitas ekonomi masyarakat sangat penting untuk dijaga dan diperkuat. Pasar ini menjadi titik pertemuan dan penguatan hubungan masyarakat antarnegara. Pemerintah harus terus hadir untuk mendukung geliat usaha masyarakat di wilayah perbatasan,” ungkapnya saat berdialog dengan para pedagang.

Sementara itu, Penjabat Sekda Papua, Suzana Wanggai, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wakil Menteri. Ia menegaskan komitmen Pemprov Papua dalam mendukung upaya penguatan hubungan lintas batas.

“Kami senantiasa berkoordinasi dengan pemerintah pusat melalui BNPP untuk meningkatkan people-to-people contact antara masyarakat Indonesia dan Papua Nugini. Kerja sama pendidikan, ekonomi, hingga event tahunan terus kami lakukan untuk memperkuat hubungan bilateral dan mendorong aktivitas ekspor-impor,” ungkap Suzana.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden dan Mendagri atas perhatian besar terhadap pembangunan wilayah perbatasan.

“Kini wilayah perbatasan sudah sangat terbuka dan aktivitas ekonomi mulai berkembang. Tinggal bagaimana kami di tingkat provinsi memanfaatkannya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Konsulat Indonesia untuk Papua Nugini, Tangkuman Alexander, memaparkan sejumlah proyek bantuan hibah Indonesia dalam kerja sama lintas batas.

“Pada fase pertama, Pemerintah Indonesia memberikan bantuan untuk tiga proyek, yakni renovasi SD Wutung, pembangunan gedung pemadam kebakaran (fire station), dan fasilitas pengelolaan sampah (waste management). Ketiganya hampir rampung dan segera diserahterimakan tahun ini,” jelasnya.

Fase kedua kerja sama akan meliputi pengadaan kendaraan pemadam kebakaran, kendaraan sampah, dan pelatihan petugas pemadam kebakaran. Saat ini, negosiasi terkait penyediaan listrik lintas negara masih berlangsung.

Kunjungan ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Indonesia dalam memperkuat kawasan perbatasan sebagai beranda terdepan negara, serta menjadikannya pusat pertumbuhan baru melalui kerja sama lintas batas yang konkret dan berkelanjutan. (*)

Penulis : Gin

Editor : A. Buendi

Sumber Berita: Humas Kemendagri

Berita Terkait

Operasi Penegakan Hukum Yahukimo: Dua Terduga Anggota Kelompok Bersenjata Diamankan
Wakil Bupati Puncak Jaya, Mus Kogoya, SE., MM., Tegaskan Komitmen Berantas Produksi Miras Lokal Ilegal
Sentuhan Kasih di Pesisir: Kapolda Papua Tengah Boyong Tim Medis ke Kampung Amapare
10 Poin Hasil Pertemuan Masyarakat dan Pemerintah Lanny Jaya Mengenai Penyelesaian Konflik Sosial di Wamena
Debi Yoweni: Bimtek SIPD-RI Tingkatkan Kompetensi ASN Pengelola Keuangan di Papua Pegunungan
Gubernur Papua Pegunungan Dorong ASN Tingkatkan Disiplin Pengelolaan Keuangan Daerah Melalui SIPD-RI
Ketahanan Pangan vs Hak Ulayat: Dilema Proyek Merauke dalam Sorotan Film
Keterbatasan Tak Jadi Halangan, Kapolda Papua Tengah Berjuang Penuhi Kebutuhan Brimob

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:00 WIT

Operasi Penegakan Hukum Yahukimo: Dua Terduga Anggota Kelompok Bersenjata Diamankan

Rabu, 20 Mei 2026 - 18:33 WIT

Wakil Bupati Puncak Jaya, Mus Kogoya, SE., MM., Tegaskan Komitmen Berantas Produksi Miras Lokal Ilegal

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:52 WIT

Sentuhan Kasih di Pesisir: Kapolda Papua Tengah Boyong Tim Medis ke Kampung Amapare

Rabu, 20 Mei 2026 - 14:12 WIT

10 Poin Hasil Pertemuan Masyarakat dan Pemerintah Lanny Jaya Mengenai Penyelesaian Konflik Sosial di Wamena

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:25 WIT

Debi Yoweni: Bimtek SIPD-RI Tingkatkan Kompetensi ASN Pengelola Keuangan di Papua Pegunungan

Berita Terbaru