Categories: Uncategorized

Wakil Gubernur Papua Pegunungan Dorong Percepatan Dapur MBG di Delapan Kabupaten

Wamena, 8 Mei 2026 — Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Velix Wanggai melakukan pertemuan bersama Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Papua Pegunungan dalam rangka mendorong percepatan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua Pegunungan. Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Papua Pegunungan Ones Pahabol serta jajaran perwakilan Badan Gizi Nasional.

Velix Wanggai menegaskan bahwa kehadiran Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua bertujuan memastikan program prioritas Presiden, khususnya Makan Bergizi Gratis, dapat berjalan efektif dan menyentuh seluruh anak-anak di Tanah Papua, terutama di Papua Pegunungan.

Menurutnya, program MBG tidak hanya berfokus pada penanganan stunting dan peningkatan gizi anak, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat melalui rantai pasok pangan lokal dan pembangunan dapur MBG di berbagai wilayah Papua Pegunungan.
“Target kita di Tanah Papua cukup besar, yakni 2.472 dapur MBG. Dengan jumlah penerima manfaat yang mencapai ratusan ribu anak, maka dibutuhkan langkah-langkah percepatan yang bersifat terobosan, baik dari sisi regulasi, waktu, pola pengelolaan maupun penyesuaian terhadap kondisi geografis dan sosial di Papua,” ujar Velix.

Ia menambahkan bahwa konsep yang didorong adalah “MBG rasa Papua” atau MBG kontekstual Papua, sehingga pelaksanaannya dapat menyesuaikan dengan karakteristik wilayah dan budaya masyarakat setempat.
Velix juga menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah daerah, gereja, yayasan, koperasi, komunitas hingga mitra investor dalam mendukung pembangunan dapur MBG. Selain itu, program ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal, terutama mama-mama Papua dan generasi muda.

“Dalam satu dapur diperkirakan dapat menyerap sekitar 30 tenaga kerja lokal. Mama-mama bisa bekerja, anak-anak muda Papua juga dapat dilibatkan untuk mengelola dapur secara mandiri,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa program MBG merupakan investasi jangka panjang yang tidak hanya menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak, tetapi juga mendekatkan pasar bagi hasil pertanian masyarakat Papua.

“MBG jangan hanya dilihat sebagai program makan gratis, tetapi sebagai cara mendekatkan pasar dan off taker bagi hasil pertanian masyarakat seperti tomat, kol, kentang, daging maupun hasil kebun lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol, menyampaikan bahwa program MBG sangat tepat diterapkan di Papua Pegunungan, khususnya bagi masyarakat di wilayah pedalaman dan terpencil.
Ia mengungkapkan bahwa secara budaya dan kondisi sosial, masih banyak anak-anak di pedalaman yang berangkat sekolah tanpa sarapan karena keterbatasan makanan dalam keluarga.

“Di daerah pedalaman, banyak anak berjalan kaki berkilo-kilo menuju sekolah dalam kondisi perut kosong. Saya sendiri lahir dan besar dalam kondisi seperti itu. Karena itu program MBG ini sangat cocok dan sangat dibutuhkan masyarakat di pedalaman,” ujar Ones.

Menurutnya, persoalan yang sempat muncul dalam pelaksanaan MBG sebelumnya lebih disebabkan oleh kesalahan informasi yang berkembang di masyarakat. Namun, melalui pendekatan dan sosialisasi yang baik, masyarakat kini mulai menerima dan mendukung program tersebut.
Ones juga menilai kehadiran dapur MBG mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi mama-mama Papua. Hasil kebun seperti sayur dan buah kini dapat langsung dibeli oleh dapur MBG tanpa harus dibawa jauh ke pasar.

“Sekarang mama-mama tidak perlu lagi khawatir sayur tidak laku di pasar. Mereka cukup membawa hasil kebun ke dapur MBG, dibeli di situ, lalu kembali ke kebun lagi. Ini sangat membantu ekonomi masyarakat,” katanya.

Selain itu, program MBG juga dinilai mampu memberdayakan generasi muda Papua melalui keterlibatan langsung dalam pengelolaan dapur dan sistem distribusi pangan di daerah.

Di akhir pertemuan, Ones Pahabol berharap percepatan pembangunan dapur MBG di delapan kabupaten Papua Pegunungan dapat segera dilakukan secara bertahap tanpa harus menunggu terlalu lama, sehingga manfaat program dapat segera dirasakan masyarakat luas.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Community Gateway Wamena, Langkah Nyata Pemerataan Internet di Papua Pegunungan

Wamena, 8 Mei 2026 — Upaya pemerataan akses digital di kawasan timur Indonesia terus diperkuat…

29 menit ago

Wakil Gubernur Papua Pegunungan: Konflik Hanya Bawa Penderitaan, Saatnya Berdamai

Wamena, 8 Mei 2026 — Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi…

49 menit ago

Kapolda Papua Tengah: Informasi Korban Jiwa Masih Simpang Siur, Fokus pada Penyelamatan

Tembagapura – Aparat kepolisian bergerak cepat mengevakuasi masyarakat yang menjadi korban luka tembak ke rumah…

10 jam ago

Bhayangkari Papua Tengah Ajak Pengurus Perkuat Kekompakan di HUT ke-46 Yayasan Kemala Bhayangkari

Nabire - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Yayasan Kemala Bhayangkari digelar dengan penuh khidmat…

16 jam ago

Semangat Persipura Satukan Warga Papua Tengah, Kapolda Ajak Nobar Aman dan Humanis

Nabire - Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, mengajak seluruh masyarakat Papua Tengah untuk…

16 jam ago

Bantuan Alat Kerja dan Bama, Fransina Daby Bangun Kemandirian Petani Jayawijaya

Wamena – Anggota DPR Papua Pegunungan dari Fraksi Demokrat, Fransina Daby, terus bergerak menyalurkan bantuan…

21 jam ago