Tolikara Dorong Pertanian Terintegrasi: Kebun, Ternak, dan Adat Jadi Satu

- Penulis

Jumat, 12 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 12 Juni 2026– Pemerintah Kabupaten Tolikara terus memperkuat konsep pembangunan pertanian yang sesuai dengan karakter wilayah pegunungan. Dalam Rapat Konsolidasi Pembangunan Pertanian Wilayah Papua Tahun 2026 di Kementerian Pertanian RI, Bupati Tolikara Willem Wandik menegaskan bahwa sistem pertanian di daerahnya harus dibangun secara terintegrasi dengan menggabungkan sektor tanaman pangan, hortikultura, dan peternakan babi.

Menurut Willem Wandik, masyarakat Tolikara sejak lama telah menerapkan pola pertanian yang saling mendukung antara kebun dan peternakan. Ubi jalar bukan hanya menjadi pangan pokok masyarakat, tetapi juga menjadi sumber pakan ternak, sementara kotoran ternak dapat diolah kembali menjadi pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan lahan.

“Pendekatan pembangunan pertanian di Papua Pegunungan tidak boleh dipisah-pisahkan. Kebun, ternak, sumber air, dan masyarakat adat adalah satu kesatuan yang harus dikelola secara berkelanjutan,” tegasnya.

Dalam konsep tersebut, Pemerintah Kabupaten Tolikara akan memprioritaskan revitalisasi kebun ubi jalar, pengembangan keladi dan jagung, perluasan hortikultura dataran tinggi, penyediaan bibit ternak babi berkualitas, pelayanan kesehatan hewan, hingga pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk organik.

Program ini juga didukung dengan pengembangan sistem pertanian tanpa limbah atau zero waste. Sisa hasil panen dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sementara kotoran ternak diolah menjadi kompos untuk menyuburkan kebun. Dengan pola ini, petani diharapkan dapat menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan hasil panen.

Selain itu, pemerintah daerah akan memberikan pendampingan langsung kepada keluarga petani melalui tenaga penyuluh untuk meningkatkan kemampuan budidaya tanaman pangan lokal, pengelolaan peternakan, hingga pengolahan hasil pertanian agar memiliki nilai tambah ekonomi.

Bupati Willem Wandik juga menegaskan bahwa keberadaan ternak babi memiliki nilai yang jauh lebih luas daripada sekadar komoditas ekonomi. Dalam kehidupan masyarakat Tolikara, ternak babi menjadi bagian penting dari adat istiadat, simbol kekayaan keluarga, alat penyelesaian konflik, hingga digunakan dalam berbagai upacara budaya.

Karena itu, program pengembangan peternakan akan mencakup penyediaan bibit unggul, penerapan biosekuriti, pencegahan penyakit, vaksinasi, penyediaan tenaga kesehatan hewan, manajemen pakan lokal, pencatatan populasi ternak, serta penguatan tata niaga hasil peternakan.

Melalui kebijakan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tolikara berharap dapat mewujudkan sistem pertanian yang mandiri, berbasis pangan lokal, ramah lingkungan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari kampung hingga ke kota.

“Bagi masyarakat Tolikara, kehilangan ternak babi bukan hanya kehilangan aset ekonomi, tetapi juga memengaruhi kehidupan sosial dan adat. Karena itu, pembangunan pertanian harus mampu menjaga keduanya secara bersamaan,” demikian salah satu poin penting dalam materi yang disampaikan Bupati Tolikara pada forum nasional tersebut.

Penulis : Gin

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Pemda Tolikara

Berita Terkait

Polda Papua Tengah Gelar Lomba Saka Bhayangkara, Puluhan Pelajar SMA/SMK Diasah Jadi Generasi Disiplin dan Pelopor Kamtibmas
Sinergitas TNI-Polri Kian Solid, Puluhan Personel Sisir Kota Mulia Lewat Patroli dan Razia Senjata Tajam
Komisi Informasi Papua Barat Menangkan Ahli Waris, BPN Manokwari Diperintahkan Serahkan Warkah Dua Sertipikat Tanah Milik Almarhum Charles Siatmiko Hendratno
RSUD ELVRIDA SARA LANJUTKAN PROGRAM MAGANG TAHAP II DI RSUD MIMIKA, PERKUAT TRANSFORMASI MENUJU AKREDITASI
Kapolda Papua Tengah Pimpin Aksi Green Policing di Nabire, Gandeng TNI, KKSS dan Masyarakat Bersihkan Lingkungan serta Tanam Pohon
Pemberantasan Kejahatan Terus Digencarkan, Kejari Jayawijaya Musnahkan Barang Bukti dari 59 Kasus yang Telah Berkekuatan Hukum Tetap
Sekda Papua Pegunungan Buka Rakor DPRK Mekanisme Pengangkatan, Dorong Pengawasan Otsus dan Pengelolaan Dana yang Transparan
Polres Jayawijaya dan Damkar Padamkan Kebakaran Rumah di Belakang Pasar Misi

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 15:50 WIT

Polda Papua Tengah Gelar Lomba Saka Bhayangkara, Puluhan Pelajar SMA/SMK Diasah Jadi Generasi Disiplin dan Pelopor Kamtibmas

Sabtu, 7 November 2026 - 15:38 WIT

Sinergitas TNI-Polri Kian Solid, Puluhan Personel Sisir Kota Mulia Lewat Patroli dan Razia Senjata Tajam

Sabtu, 7 November 2026 - 09:35 WIT

Komisi Informasi Papua Barat Menangkan Ahli Waris, BPN Manokwari Diperintahkan Serahkan Warkah Dua Sertipikat Tanah Milik Almarhum Charles Siatmiko Hendratno

Jumat, 6 November 2026 - 15:34 WIT

RSUD ELVRIDA SARA LANJUTKAN PROGRAM MAGANG TAHAP II DI RSUD MIMIKA, PERKUAT TRANSFORMASI MENUJU AKREDITASI

Jumat, 6 November 2026 - 12:51 WIT

Kapolda Papua Tengah Pimpin Aksi Green Policing di Nabire, Gandeng TNI, KKSS dan Masyarakat Bersihkan Lingkungan serta Tanam Pohon

Berita Terbaru