Daerah

Tim Mari-Yo Pertanyakan Pemberhentian Tiga Komisioner KPU Kota Jayapura oleh DKPP

JAYAPURA | Tim Pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Papua, Nomor Urut 2 Mathius Fakhiri – Aryoko Rumaropen (Mari-Yo), mempertanyakan tindakan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang memberhentikan tiga komisioner KPU Kota Jayapura.

Keputusan tersebut dianggap tidak memiliki dasar yang kuat karena sebelumnya Mahkamah Konstitusi (MK) telah membatalkan hasil Pilkada Papua karena pelanggaran administrasi yang dilakukan Yeremias Bisai selaku Calon Wakil Gubernur dari Benhur Tommy Mano.

“Jadi menjadi sangat naif, jika tiga anggota KPU Kota Jayapura ini harus diberhentikan untuk sesuatu proses yang sesungguhnya sudah dianggap tidak ada oleh Mahkamah konstitusi, dan unprosedural menurut DKPP sendiri,” ujar Juru Bicara Pasnagan Mari-Yo Muhammad Rifai Darus, melalui keterangan tertulis, Minggu (6/7/2025).

Rifai juga mengungkit, bahwa sebelum MK membatalkan hasil Pilkada Papua, DKPP juga sudah memutuskan seluruh Komisioner KPU Papua bersalah karena telah meloloskan Yeremias Bisai sebagai peserta Pilkada.

“Contoh yang paling mutakhir adalah putusan nomor 229 tahun 2025 yang hanya memberi teguran keras kepada 5 anggota KPU Papua yang nyata-nyata melakukan perbuatan melawan hukum dengan melanggar undang undang Pilkada dan PKPU, serta melawan kode etik penyelenggara pemilu, yang berdampak pada kerugian keuangan negara sebanyak 204 miliar rupiah, yang sekali lagi perlu ditegaskan, perbuatan 5 anggota KPU Papua tersebut merupakan pangkal dari semua masalah pilkada di Papua,” tuturnya.

Ia menyayangkan, DKPP seperti tidak menimbang fakta hukum yang sudah ada karena saat ini seluruh proses Pilkada Papua yang sebelumnya sudah dibatalkan. “Maka seharusnya dapat dimaknai bahwa Pilkada Papua itu tidak pernah ada, karena unprosedural, maladministrasi, dan tidak memenuhi syarat sebagai sebuah proses yang disebut pilkada, sehingga harus diulang dan dimulai dari nol,” kara Rifai.

Kemudian ia pun mempertanyakan apakah setelah putusan MK yang membatalkan hasil Pilkada Papua karena kelalalian KPU Papua yang meloloskan Yeremias Bisai, tidak lagi ditindak lanjuti,

“Pertanyaan kritis harus diajukan kepada DKPP adalah, mengapa yang diberhentikan hanya penyelenggara Tingkat bawah (Kota)? Sementara Penyelenggara Tingkat Provinsi hanya diberi teguran keras? Bukankah seharusnya penyelenggara Tingkat provinsi di Papua yang paling bertanggungjawab terhadap ketidakbenaran proses pilkada di Papua?” tutupnya.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Rakor Bersama Mendagri dan Menteri PKP, Papua Pegunungan Siapkan Program Pembangunan 2.200 Rumah untuk Masyarakat

Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Menteri…

52 menit ago

Pemprov Papua Pegunungan Sampaikan Penjelasan Perubahan APBD 2026, Pendapatan Naik Rp489,8 Miliar dan Belanja Tembus Rp1,95 Triliun

Wamena, 29 September 2026 — Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menyampaikan penjelasan mengenai Rancangan Peraturan Daerah…

10 jam ago

Pelindo Regional 4 Jayapura Gelar Sosialisasi Peralihan Nota Jasa Kepelabuhanan, Dorong Integrasi Layanan dan Kemudahan Administrasi

Jayapura, Rabu, 26 September 2026 – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Cabang Jayapura serta PT…

17 jam ago

TPK Jayapura Lakukan Pengecatan Marka Pelabuhan, Wujudkan Komitmen K3 dan Lingkungan Kerja Aman, Tertib, Nyaman

Jayapura, 15 September 2026 – PT Pelindo Terminal Petikemas Jayapura melaksanakan kegiatan pengecatan marka di…

17 jam ago

Lomba Bertutur Puncak Jaya 2026 Resmi Ditutup, 25 Peserta Tingkat SD dan SMP Tunjukkan Keberanian dan Kreativitas di Depan Publik

MULIA, 30 September 2026 – Rangkaian Lomba Bertutur Tingkat SD dan SMP Kabupaten Puncak Jaya…

17 jam ago

Turnamen Kapolda Papua Tengah Cup I Jadi Panggung Pelajar SMP Nabire Tunjukkan Bakat Sepak Bola dan Karakter Kompetitif

  Turnamen yang digelar oleh Golden Generation Nabire Papua Tengah ini menawarkan total Rp76 juta…

18 jam ago