JAYAPURA – Tiga pasangan calon calon (balon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Supiori telah menuntaskan pemeriksaan kesehatan sebagai salah satu persyaratan untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Dalam tahapan pemeriksaan kesehatan, bakal calon mengawali dengan pemeriksaan kejiwaan di Rumah Sakit Jiwa Abepura, tes bebas narkoba di Badan Narkotika Nasional (BNN), hingga diakhiri dengan pemeriksaan kesehatan di RSUD Dok II Jayapura, Minggu (1/9).
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Supiori, Uria Awom mengatakan tiga pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Supiori melewati pemeriksaan kesehatan dengan lancar tanpa kendala.
“Semua pemeriksaan kesehatan berjalan lancar karena masing-masing pasangan calon sudah mendapat LO, kemudian rumah sakit juga punya petugas yang mendampingi setiap bakal calon untuk melakukan pemeriksaan,” kata Awom, Minggu (1/9).
Ia menjelaskan, duet Norlin Mamoribo dan Hein Korwa menjadi pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Supiori pertama yang menjalani pemeriksaan kesehatan di Jayapura.
Lanjutnya, dua paslon lain yaitu Heronimus Mansoben – Sahrul Hasanuddin Nunsi (Hersan) dan pasangan Yotam Wakum – Marinus Maryar (Yomari), juga sudah menuntaskan pemeriksaan kesehatan pada Minggu siang.
“Kami berterima kasih karena ada pendampingan dari dokter hingga sampai dengan hari ini hingga pukul 12.00 semuanya sudah selesai. Hasilnya nanti akan diplenokan,” katanya.
Divisi teknis penyelenggara KPU Supiori, Selvia Mudoni mengatakan ada tiga metode pemeriksaan yakni pemeriksaan kesehatan, tes narkoba, dan juga kesehatan jiwa, psikologi dan psikiatri.
“Satu paslon kami per tanggal 29 Agustus sudah lebih awal jalani psikologi di RS Jiwa, kemudian tanggal 30 Agustus di BNN dan RS Dok II, lalu disusul juga oleh dua paslon yang baru selesai. Sampai hari minggu ini kami KPU Kabupaten Supiori telah selesai melakukan pemeriksaan kesehatan di RS Dok II dengan tiga item pemeriksaan,” jelasnya.
Balon Bupati Supiori dari duet Hersan, mengucap syukur karena telah melalui tes kesehatan dengan lancar.
“Semua sudah berjalan dengan baik, artinya kami sampai di sini tidak ada yang sulit, padahal pemeriksaan itu merupakan independensi dari pihak RS, namun kami melakukannya dengan baik, artinya proses itu berjalan baik dan lancar,” kata Mansoben.
Ia menyampaikan terima kasih kepada pihak KPU dan direktur RS dan RSUD Supiori, Bawaslu dan Gakkumdu yang selalu mendampingi, sehingga pemeriksaan kesehatan dapat dilalui oleh bakal calon dengan lancar tanpa kendala.
“Kami secara pribadi menyampaikan terima kasih karena semua proses bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.
Sahrul Hasannudin Nunsi, tandem Mansoben juga menyampaikan terima kasih karena proses pemeriksaan kesehatan yang mereka lewati bisa berjalan lancar dan tanpa kendala.
“Kami dari Paslon menyampaikan terima kasih kepada penyelenggara KPU, Gakumdu, tenaga medis dan semua para LO yang ikut mendampingi, termasuk itu yang telah memfasilitasi kami, sehingga kami bisa melaksanakan pemeriksaan kesehatan dengan baik,” kata Hasan.
Ia mengatakan tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang sama dengan pasangan calon calon lainnya, tidak ada kendala maupun tekanan.
“Semua pelayanan di rumah sakit kami apresiasi, tidak ada yang tersendat, mereka profesional, tepat waktu, dan ramah. Jadi semua berlangsung secara harmonis sehingga kami sebagai paslon merasa tidak ada tekanan, tidak merasa ada kejanggalan, karena kami diperlakukan sama, dan memang itu harapan kami,” ungkapnya.
Menurut Hasan, pesta demokrasi harus dimaknai sebagai suatu keceriaan, namun tetap menjaga dan memegang teguh profesionalitas untuk mendapatkan pemimpin yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Supiori.
Ia juga menegaskan semua pasangan calon calon di Pilkada Supiori 2024 adalah sahabat karib dan rekan kerja. Oleh karena itu ia menekankan bahwa pesta demokrasi ini bukan untuk ajang bersaing dan saling menjatuhkan. Menurutnya, persahabatan dan persahabatan tetap menjadi yang utama.
“Kami di sini bukan untuk bertarung, tapi kami berlomba untuk menciptakan ide dan gagasan karena kami semua teman, nanti biarkanlah masyarakat dan Tuhan yang menentukan. Kami tidak mau mengorbankan peristiwa dua tiga bulan dengan persahabatan yang telah kita bina selama puluhan tahun,” tuturnya.
Ia menambahkan, pesta demokrasi adalah lumrah, dilaksanakan oleh setiap warga negara sebagai bagian dari konstitusi, setelah pesta demokrasi selesai, kerukunan harus tetap terjaga dengan baik.
“Ini tentu harus diketahui oleh semua masyarakat, ini adalah pendidikan politik, karena harapan kita ke depan bangsa kita harus betul-betul menjadi bangsa yang berdemokrasi dengan sehat, sempurna, karena harkat dan martabat hidup kita menjadi jaminan bagi kita semua,” ujarnya.
Bakal calon lainnya dari calon independen, Yotam Wakum juga mengatakan proses pemeriksaan kesehatan di Kota Jayapura telah berjalan dengan baik.
“Kami sangat berterima kasih dan sangat mengapresiasi pelayanan RS Dok II, direktur RS dan Direktur RS Kabupaten Supiori yang telah membantu proses pemeriksaan kesehatan yang merupakan bagian dari tahapan Pilkada. Kami berterima kasih juga kepada KPU, Gakumdu dan Bawaslu yang sudah mendampingi kami,” kata Yotam.
Ia juga setuju dengan pernyataan Sahrul Hasanuddin Nunsi yang menyatakan persahabatan dan persaudaraan harus tetap dijunjung dalam pesta demokrasi meskipun kubu berbeda.
“Pada prinsipnya bahwa kami berempati ini adalah sahabat, kakak dan adik. Kami harus saling saling menghormati dan menghargai. Siapapun dia yang terpilih dan dipilih, kami harus menghormati dan menghargai, kami tidak ada perbedaan, kami adalah sahabat terbaik,” katanya.
Tandem Yotam Wakum, Marinus Maryar mengatakan tes kesehatan yang telah dijalani merupakan sebuah tahapan untuk memenuhi persyaratan menuju Pilkada.
“Satu yang penting dari proses pemeriksaan kesehatan ini kami bisa mengetahui apa yang baik dan buruk, dan bisa jadi catatan untuk rekomendasi kami ke depan,” katanya. (*).















