Tersangka DM Terjerat Pasal Berlapis, Ancaman Hukuman 15 Tahun Penjara

- Penulis

Selasa, 27 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamena, 27 Januari 2026 – Satuan Narkoba Polres Jayawijaya berhasil menangkap seorang tersangka berinisial DM yang diduga kuat sebagai pengedar sekaligus pengguna narkotika jenis sabu. Penangkapan dilakukan setelah penyelidikan intensif selama tiga hari dan menemukan barang bukti seberat 38,42 gram.

Kapolres Jayawijaya AKBP. Anak Agung Made Satriya Bimantara S.IK., melalui Kasat Narkoba Iptu J.B. Saragih, SH menjelaskan bahwa DM memenuhi tiga unsur tindak pidana:
– Pengedar: terbukti dari barang bukti sabu yang dikemas dalam paket-paket kecil.

– Pemakai: hasil tes urine menunjukkan DM positif menggunakan narkotika.

– Pemilik barang: sabu yang ditemukan diakui sebagai milik tersangka.

Atas perbuatannya, DM dijerat dengan Pasal 111, 114, dan 127 Undang-Undang Narkotika, serta disandingkan dengan Pasal 609 ayat 1 KUHP baru. Ancaman hukuman maksimal mencapai 15 tahun penjara.

Kasat Narkoba mengungkapkan, DM pernah tertangkap lima tahun lalu dalam kasus serupa. Namun saat itu tidak ditemukan barang bukti sehingga dibebaskan. Kali ini, polisi menegaskan tersangka tidak bisa lolos karena bukti yang diamankan cukup kuat.

Dalam penggerebekan, polisi menemukan:
– Sabu 38,42 gram yang dipecah menjadi paket kecil.

– Satu timbangan elektronik untuk menakar sabu sebelum dijual.

– Harga jual sabu berkisar Rp 1,5 juta per gram, sementara paket kecil yang tidak terbaca di timbangan tetap dijual sekitar Rp 1 juta.

Menurut penyelidikan, sabu tersebut dipasarkan di wilayah Wamena, Tolikara, Lanny Jaya, dan Puncak Jaya.

“Mayoritas pengguna adalah sopir lajuran. Para bandar memanfaatkan kebutuhan sopir untuk tetap terjaga selama perjalanan panjang. Dari hasil interogasi, diketahui sopir bisa mengemudi hingga dua hari tanpa tidur setelah mengonsumsi sabu,” tegas Iptu Saragih.

Iptu Saragih menegaskan bahwa penangkapan DM menjadi bukti keseriusan Polres Jayawijaya dalam memberantas peredaran narkotika di Papua Pegunungan. Kasus ini juga menyoroti fenomena penggunaan narkoba di kalangan sopir lajuran yang dijadikan target pasar oleh para bandar.

Penulis : Gin

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Polres Jayawijaya

Berita Terkait

Kantah Jayawijaya Lakukan Pengukuran Ulang Tanah Runway Bandara Wamena, Pastikan Presisi Data dan Kepastian Hukum
Kantah Jayawijaya Hadir dalam Mediasi Polres: Klarifikasi Teknis Pertanahan Distrik Asso Lokobal Jadi Fokus Utama
Kapolda Jermias Rontini Ingin Hidupkan Kembali Rumah Apung Kwatisore, Potensi Hiu Paus Nabire Didorong Jadi Ikon Wisata dan Penggerak Ekonomi Lokal
Kabut Asap Tebal di Lembah Baliem Ganggu Operasional Bandara Wamena, Jarak Pandang Turun hingga 500 Meter
Kupon BBM Dinilai Hambat Pelayanan, DPRK Jayawijaya Minta Pengawasan Ketat dan Koordinasi Lintas Instansi
Pendidikan Demokrasi Berkelanjutan: KPU Papua Pegunungan Tanamkan Kesadaran Politik Sejak Dini di Kalangan Pelajar SMA Kristen Wamena
Polres Nduga Hadir di Tengah Siswa SD Inpres Kenyam, Dorong Generasi Muda Tumbuh Disiplin, Taat Aturan, dan Berkarakter
Polres Paniai Komitmen Perkuat Sinergi Lintas Instansi, Dukung Satpol PP Tegakkan Perda dan Ciptakan Ketertiban Umum

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:51 WIT

Kantah Jayawijaya Lakukan Pengukuran Ulang Tanah Runway Bandara Wamena, Pastikan Presisi Data dan Kepastian Hukum

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:40 WIT

Kantah Jayawijaya Hadir dalam Mediasi Polres: Klarifikasi Teknis Pertanahan Distrik Asso Lokobal Jadi Fokus Utama

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:13 WIT

Kapolda Jermias Rontini Ingin Hidupkan Kembali Rumah Apung Kwatisore, Potensi Hiu Paus Nabire Didorong Jadi Ikon Wisata dan Penggerak Ekonomi Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:26 WIT

Kabut Asap Tebal di Lembah Baliem Ganggu Operasional Bandara Wamena, Jarak Pandang Turun hingga 500 Meter

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:09 WIT

Kupon BBM Dinilai Hambat Pelayanan, DPRK Jayawijaya Minta Pengawasan Ketat dan Koordinasi Lintas Instansi

Berita Terbaru