Daerah

Sosialisasi Bencana di Wamena: Dari Teori ke Simulasi Lapangan

Wamena, 17 November 2025 – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan dan mitigasi bencana selama dua hari di Gedung Sekolah Minggu GKI Betlehem Wamena. Kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta yang berasal dari tiga distrik rawan bencana, yakni Kurulu, Witawaya, dan Pisugi, serta melibatkan staf Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan sejumlah stakeholder lokal.

Sambutan Bupati Jayawijaya, Athenius Murip, yang dibacakan oleh Asisten II Setda Jayawijaya, Lekius Yikwa, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. Ia berharap sosialisasi ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana di wilayah Jayawijaya.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, saya menyampaikan selamat datang kepada Kepala BPBD, para instruktur dari Provinsi Papua Pegunungan, dan seluruh peserta. Kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana,” ujar Lekius.

Dalam sambutannya, Bupati juga menyoroti posisi geografis Indonesia yang berada di pertemuan tiga lempeng besar dunia Eurasia, Pasifik, dan Australia yang menjadikan wilayah ini rentan terhadap gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, dan bencana lainnya.

Ia menegaskan bahwa penanggulangan bencana harus dilakukan secara komprehensif dan terkoordinasi, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Tiga tahapan utama yang harus dijalankan meliputi Pra-Bencana (Perencanaan dan Pencegahan), Tanggap Darurat (Saat Bencana Terjadi), Pasca-Bencana (Rehabilitasi dan Rekonstruksi).

Semua tahapan tersebut harus melibatkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Bupati Jayawijaya berharap melalui sosialisasi ini akan tercipta sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh elemen terkait dalam membangun sistem kesiapsiagaan yang tangguh dan responsif terhadap bencana.

Ketua Panitia, Arlin A. Chaniago, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam melakukan pencegahan serta menghadapi bencana secara mandiri dan terorganisir.

“Narasumber kegiatan berasal dari BPBD Provinsi Papua Pegunungan, yang akan memberikan materi dan simulasi langsung di lapangan. Kegiatan ini juga bertujuan menyamakan persepsi masyarakat terkait penanggulangan bencana, khususnya di kawasan bantaran Sungai Baliem yang rawan banjir dan longsor,” tutup Arlin Chaniago.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Pemkab Nduga Salurkan 2,5 Ton Beras untuk Warganya Yang Mengungsi di Distrik Walaik Kabupaten Jayawijaya

WAMENA, 3 September 2026 — Pemerintah Kabupaten Nduga terus menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat Nduga yang…

9 jam ago

Tak Hanya Terima Bantuan, Guru Dibekali Keterampilan Operasikan Starlink

Mulia, 3 September 2026 — Dukungan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua Tahun Anggaran 2026 kembali…

10 jam ago

HUT Polwan ke-78: Polwan Polres Jayawijaya Gelar Bakti Sosial di Pasar Potikelek

WAMENA – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Polisi Wanita (Polwan) ke-78, jajaran Polwan…

12 jam ago

Kadis Kominfo Akbar: Internet Harus Jadi Sumber Belajar, Bukan Sekadar Hiburan

Mulia, 3 September 2026 — Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya melalui Dinas Komunikasi dan Informatika terus…

12 jam ago

Bupati Yuni Wonda: Pendidikan Prioritas, Generasi Muda Harus Melek Teknologi

Mulia, 3 September 2026 — Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya melalui Dinas Komunikasi dan Informatika terus…

13 jam ago

Apresiasi FOCIM Kota Jayapura, BTM: Keluarga Diberkati, Kota Diberkati

JAYAPURA-Wali Kota Jayapura dua periode (2011–2016 dan 2017–2022), Dr. Benhur Tomi Mano, MM., mengapresiasi kehadiran…

14 jam ago