Daerah

Skandal Gratifikasi: 95 Senator DPD RI Diduga Terlibat Suap Pemilihan Pimpinan

JAKARTA – Muhammad Fithrat Irfan, mantan Staf Ahli DPD RI Sulawesi Tengah, kembali mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 7 Maret 2025. Didampingi kuasa hukumnya, Azis Yanuar, Fithrat menyerahkan data tambahan terkait dugaan suap dalam pemilihan Ketua DPD RI dan Wakil Ketua MPR RI unsur DPD RI. Ia mengungkapkan bahwa 95 senator diduga menerima gratifikasi untuk memenangkan pasangan calon tertentu.

“Saya menyerahkan 95 nama senator DPD RI yang diduga memberi dan menerima aliran dana suap. Kita percayakan kepada KPK untuk menindaklanjuti laporan ini,” ujar Fithrat. Ia juga menyerahkan bukti elektronik berupa tangkapan layar percakapan yang mendukung laporannya.

Kuasa hukum Azis Yanuar menambahkan bahwa dugaan suap ini tidak hanya melibatkan anggota DPD, tetapi juga petinggi partai. Salah satu bukti yang diserahkan adalah rekaman percakapan antara Fithrat dan Ahmad Ali, mantan Wakil Ketua Umum Partai Nasdem, yang diduga terlibat dalam penyediaan dana untuk pemenangan Wakil Ketua MPR RI unsur DPD RI, Abcandra Akbar Supratman Putra.

*Skema Suap Terungkap*
Fithrat menjelaskan bahwa setiap anggota DPD RI dijatah USD 13 ribu, terdiri dari USD 5.000 untuk pemilihan Ketua DPD RI dan USD 8.000 untuk Wakil Ketua MPR RI. Uang tersebut diberikan secara langsung dari kamar ke kamar anggota dewan untuk memastikan dukungan suara.

“Transaksinya dilakukan door to door. Uang itu ditukarkan dengan hak suara mereka untuk memilih pasangan calon tertentu,” ungkap Fithrat. Ia juga menyebut salah satu senator asal Sulawesi Tengah, berinisial RAA, sebagai penerima dugaan suap.

*Laporan Awal dan Bukti Tambahanran awal kasus ini telah disampaikan oleh Fithrat pada 6 Desember 2024 dengan nomor aduan 2024-A-04296. Dalam laporan terbaru, ia menyerahkan rekaman percakapan yang menguatkan dugaan keterlibatan sejumlah pihak, termasuk petinggi partai.

KPK diharapkan segera menindaklanjuti laporan ini untuk memastikan transparansi dan integritas dalam pemilihan pimpinan DPD RI dan Wakil Ketua MPR RI unsur DPD RI. Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan jumlah uang yang signifikan dan dugaan keterlibatan banyak pihak.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Bupati Aletinus dan Wabup FGT Resmikan Puskesmas Muara, Pelayanan Kesehatan Kini Diperkuat di Wilayah Perbatasan Lanny Jaya

MUARA, LANNY JAYA – Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya terus memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat…

8 jam ago

Detik-Detik Pesawat Caravan PK-LTF Keluar Landasan di Intan Jaya, Ban Diduga Terlepas Saat Menyentuh Runway dan Dua Penumpang Terluka

INTAN JAYA – Pesawat Caravan PK-LTF milik Asian One Air tergelincir saat mendarat di Bandara…

11 jam ago

Polri Hadir untuk Masyarakat, Kapolres Puncak Jaya dan Bhayangkari Serahkan Bantuan Sembako kepada Keluarga Korban Kebakaran di Distrik Muara

PUNCAK JAYA – Kapolres Puncak Jaya AKBP Yudha Wicaksono bersama Ketua Bhayangkari Cabang Puncak Jaya…

13 jam ago

Maximus Tipagau Bantah Terlibat sebagai Penyelenggara Seminar Potensi Mineral dan Migas Papua, Perusahaan Minta Klarifikasi Terbuka

NABIRE – Maximus Tipagau melalui pihak perusahaannya memberikan klarifikasi atas tudingan sejumlah pemuda yang menyebut…

1 hari ago

Wujud Kepedulian terhadap Pendidikan Anak Papua, Kapolres Puncak Jaya dan Bhayangkari Turun Langsung Berikan Perlengkapan Sekolah kepada Siswa SD Negeri Mulia

PUNCAK JAYA – Kepedulian terhadap pendidikan anak-anak ditunjukkan Polres Puncak Jaya bersama Bhayangkari melalui pembagian…

1 hari ago

Dari Pantai MAF, Polda Papua Tengah Perkuat Gerakan Peduli Lingkungan, Bersihkan Pantai dan Tanam Pohon

NABIRE – Menjaga alam bukan sekadar imbauan, tetapi membutuhkan aksi nyata, semangat inilah ditunjukkan Polda…

1 hari ago