Daerah

Seretnya Dana Otsus Papua Pegunungan Picu Kekhawatiran DPRP

Wamena — 24 Juli 2025, Realisasi anggaran Dana Otonomi Khusus (Otsus) di Provinsi Papua Pegunungan hingga pertengahan tahun 2025 masih jauh dari harapan. Hal ini menjadi sorotan utama dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRP Papua Pegunungan bersama Pemerintah Provinsi, yang digelar Rabu (23/7/2025) di Kantor DPRP.

Ketua DPRP Papua Pegunungan, Yos Elopere, menyampaikan kekhawatiran atas lambatnya penyerapan anggaran yang berdampak langsung pada pelaksanaan berbagai program pembangunan. Menurutnya, jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa mengganggu proses pembahasan APBD Perubahan dan APBD tahun berikutnya.

“Waktu kita tinggal lima bulan. Kalau syarat penyaluran dana Otsus tidak segera dibereskan, program bisa mandek dan anggaran terpaksa digeser ke tahun depan,” tegas Yos.

Dana Otsus selama ini menjadi tulang punggung pembiayaan pembangunan di Papua Pegunungan. Ketergantungan terhadap dana ini sangat tinggi, sehingga keterlambatan penyalurannya berisiko menimbulkan stagnasi di berbagai sektor.

Penjabat Sekretaris Daerah, Drs. Wasuok Demianus Siep, mengungkapkan bahwa hingga Juli 2025, realisasi pendapatan daerah baru mencapai 24,9 persen, sementara belanja daerah tercatat 24,41 persen. Ia menyebut bahwa kendala utama terletak pada proses administratif yang harus diselesaikan sebelum dana Otsus bisa dicairkan.

“Kami masih bergelut dengan syarat salur dari pusat. Tanpa itu, dana tidak bisa turun,” jelas Wasuok.

Ia menambahkan bahwa sekitar 75 persen program Pemprov bergantung pada dana Otsus. Sementara itu, sumber pendapatan lain seperti Dana Alokasi Umum (DAU) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih sangat terbatas. PAD sendiri hanya mengandalkan pajak rokok dan kendaraan, yang jumlahnya kecil dan berdampak pada besaran DAU yang diterima.

“Kalau penerimaan pajak rokok dan kendaraan rendah, otomatis DAU juga ikut turun. Kami sedang cari solusi, termasuk menjalin kerja sama dengan Kementerian ESDM agar bisa dapat bagian dari pendapatan PT Freeport Indonesia,” tambahnya.

Banggar DPRP mendesak pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah konkret agar penyaluran dana Otsus tidak lagi tersendat. Mereka juga meminta agar program yang sudah direncanakan bisa segera dijalankan, mengingat waktu yang semakin sempit.

Dengan tekanan waktu dan harapan masyarakat yang tinggi, percepatan realisasi anggaran menjadi kunci agar pembangunan di Papua Pegunungan tidak terhambat lebih jauh.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Polres Puncak Jaya Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Komitmen Persatuan dan Pengabdian kepada Masyarakat

PUNCAK JAYA – Lapangan Apel Mako Polres Puncak Jaya menjadi saksi penguatan kembali komitmen jajaran…

3 jam ago

Korban Penganiayaan Berat di Dogiyai, Aipda Agus Sugianto Dievakuasi ke RS Bhayangkara Jayapura untuk Penanganan Medis Lanjutan

NABIRE – Aipda Agus Sugianto, personel Polsek Kamu, Polres Dogiyai, korban penganiayaan berat oleh empat…

4 jam ago

Polda Papua Tengah Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Komitmen Persatuan dan Pelayanan Humanis

NABIRE – Semangat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa kembali diteguhkan jajaran Polda Papua Tengah dalam…

5 jam ago

Pengungkapan Jaringan Amunisi Ilegal di Mimika, Satgas Damai Cartenz Tangkap Tiga Orang dan Sita Puluhan Butir Tajam

TIMIKA– Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 mengamankan tiga orang terkait dugaan kepemilikan dan peredaran amunisi…

6 jam ago

KNPB Gelar Ibadah dan Mimbar Bebas di Wamena, Polres Jayawijaya Tegaskan Situasi Aman dan Terkendali

WAMENA — Kepolisian Resor Jayawijaya memastikan kegiatan yang dilakukan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di…

10 jam ago

Dirreskrimum Polda Papua Tengah Turun Langsung Pimpin Tim Khusus Usut Pengeroyokan Anggota Polsek Kamu di Dogiyai

DOGIYAI – Polda Papua Tengah bergerak cepat mengusut kasus pengeroyokan terhadap personel Polsek Kamu, Polres…

24 jam ago