Daerah

Rakerkesda 2026 Papua Pegunungan Tekankan Pelayanan Kesehatan hingga Pelosok, Pemprov Minta Kabupaten Hadir Lebih Dekat dengan Masyarakat

WAMENA, 2 November 2026. Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menegaskan pentingnya menghadirkan pelayanan kesehatan yang benar-benar menjangkau seluruh masyarakat, termasuk warga yang berada di wilayah terpencil dan sulit diakses. Upaya tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Tahun 2026 di Hotel Baliem Pilamo, Wamena, Senin (2/11/2026).

Mengusung tema “Percepatan Transformasi Menuju Papua Pegunungan Sehat, Mandiri dan Berdaya Saing”, Rakerkesda menjadi ruang bagi pemerintah provinsi dan delapan kabupaten untuk membahas arah pembangunan kesehatan, mengevaluasi program yang telah berjalan, serta menyusun strategi menghadapi persoalan pelayanan kesehatan di daerah.

Kegiatan dibuka oleh Asisten I Provinsi Papua Pegunungan, Drs. Wasuok Demianus Siep, yang mewakili Gubernur Papua Pegunungan. Pertemuan tersebut turut dihadiri para kepala dinas kesehatan kabupaten, narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua, serta jajaran pejabat dan tenaga kesehatan.

Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan pada kesempatan itu, Wasuok menyampaikan bahwa tantangan pembangunan kesehatan di Papua Pegunungan tidak dapat dilepaskan dari kondisi geografis, keterbatasan transportasi, belum meratanya tenaga kesehatan, serta ketersediaan fasilitas, obat-obatan, dan peralatan medis.

Namun, menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi alasan untuk memperkuat kerja bersama, bukan menjadi penghambat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Berbagai tantangan tersebut tidak boleh membuat kita menyerah. Justru melalui pertemuan seperti ini, kita harus mampu membangun komitmen, menyatukan langkah, dan mencari solusi nyata agar pelayanan kesehatan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, termasuk masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil dan sulit dijangkau,” demikian pesan Gubernur yang disampaikan Wasuok.

Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan kesehatan harus dilihat dari dampak langsung yang dirasakan masyarakat. Pelayanan kepada ibu dan anak, penurunan angka kematian ibu dan bayi, penanganan stunting, serta pengendalian penyakit menular menjadi bagian penting yang harus terus diperhatikan.

Pemerintah, lanjutnya, tidak cukup hanya menyediakan program dan anggaran. Seluruh jajaran kesehatan dituntut untuk membangun pola pelayanan yang aktif, dengan menjangkau masyarakat hingga ke kampung-kampung.

“Jangan hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan, tetapi bangun pelayanan yang aktif menjangkau masyarakat hingga ke kampung-kampung,” tegasnya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi penekanan agar Rakerkesda menghasilkan langkah nyata yang dapat diterapkan oleh masing-masing daerah. Setiap kabupaten diharapkan memiliki komitmen, target, serta rencana tindak lanjut yang jelas dan dapat dievaluasi bersama.

Lima Prioritas Perkuat Pembangunan Kesehatan

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Pegunungan, Titus Kogoya, mengatakan Rakerkesda memiliki peran penting dalam menyatukan arah kebijakan kesehatan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.

Menurut Titus, berbagai persoalan kesehatan yang dihadapi Papua Pegunungan membutuhkan penanganan yang terencana, berbasis data, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

“Rakerkesda ini merupakan forum penting untuk mengevaluasi program kesehatan, menyelaraskan kebijakan, dan memperkuat koordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, Titus menggarisbawahi lima agenda prioritas yang perlu menjadi perhatian bersama.

Agenda pertama adalah peningkatan pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan. Pemerintah kabupaten diminta mengevaluasi capaian indikator, memperbaiki kualitas data, dan menyusun langkah konkret untuk memenuhi target pelayanan.

Kedua, percepatan penurunan stunting serta pengendalian penyakit menular, termasuk TBC, malaria, dan HIV. Upaya ini perlu didukung dengan penguatan pelayanan ibu dan anak serta pemantauan kesehatan balita.

Ketiga, pemerataan tenaga kesehatan dan peningkatan mutu pelayanan. Pemetaan kebutuhan tenaga kesehatan, optimalisasi fasilitas kesehatan, serta ketersediaan obat-obatan menjadi bagian penting dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Keempat, penguatan perencanaan program yang berbasis data dan kondisi riil di lapangan. Setiap kegiatan diharapkan tidak hanya terlaksana secara administratif, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kelima, memastikan hasil Rakerkesda ditindaklanjuti melalui rencana aksi yang terukur, dengan target, penanggung jawab, dan jadwal pelaksanaan yang jelas.

Titus menegaskan bahwa seluruh agenda tersebut membutuhkan komitmen bersama, terutama dari pemerintah kabupaten sebagai penyelenggara pelayanan kesehatan di wilayah masing-masing.

“Setiap kabupaten diharapkan menghasilkan komitmen dan rencana tindak lanjut yang jelas, dilengkapi target, penanggung jawab, dan waktu pelaksanaan agar dapat dipantau bersama,” katanya.

Ia berharap koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten semakin kuat sehingga pelaksanaan program kesehatan dapat berjalan lebih terarah dan menjawab kebutuhan masyarakat.

Mendorong Pelayanan yang Lebih Dekat dengan Masyarakat

Rakerkesda Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sistem pelayanan kesehatan di Papua Pegunungan, khususnya dalam mengatasi kesenjangan akses antara wilayah yang mudah dijangkau dan daerah terpencil.

Melalui forum tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Pegunungan mendorong lahirnya rekomendasi serta rencana aksi yang dapat menjadi pedoman dalam pelaksanaan pembangunan kesehatan ke depan.

Titus mengajak seluruh jajaran kesehatan untuk menjadikan kepentingan masyarakat sebagai dasar dalam setiap kebijakan dan pelaksanaan program.

“Mari kita jadikan Rakerkesda Tahun 2026 sebagai momentum untuk menghasilkan langkah nyata dalam meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan demi terwujudnya masyarakat Papua Pegunungan yang sehat, mandiri, dan berdaya saing,” tutupnya.

Dengan penguatan koordinasi dan komitmen lintas daerah, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan berharap pembangunan kesehatan dapat semakin merata, serta menghadirkan pelayanan yang layak, berkualitas, dan manusiawi bagi seluruh masyarakat.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Korban Penikaman di Ilaga Diterbangkan ke Timika, Kapolres Sebut Tiga Orang Diduga Terlibat

PUNCAK – Korban penganiayaan berat menggunakan senjata tajam, Muchsin Muchtar, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN)…

41 menit ago

Sekda Papua Pegunungan Elai Giban Minta Seluruh OPD Tuntaskan Penginputan RKA 2027, Pembahasan APBD Harus Berjalan Tepat Waktu

WAMENA, 2 November 2026 – Sekretaris Daerah Provinsi Papua Pegunungan, Elai Giban, S.E., M.M., meminta…

1 jam ago

Sekda Papua Pegunungan Minta OPD Bergerak Cepat, Realisasi APBD Perubahan 2026 Dikebut Jelang Akhir Tahun

WAMENA, 2 November 2026 – Sekretaris Daerah Provinsi Papua Pegunungan, Elai Giban, S.E., M.M., meminta…

2 jam ago

Wakapolda Papua Tengah Jadi Pembina Upacara di SMA dan SMK Kristen Anak Panah Nabire, Tanamkan Disiplin, Kesadaran Hukum, dan Semangat Meraih Prestasi

NABIRE – Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah terus menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan melalui program…

4 jam ago

Satreskrim Polres Jayawijaya Bergerak Cepat Tangani Kebakaran RM Inaton di Wamena, Penyebab Masih Didalami

WAMENA – Personel Polres Jayawijaya melalui Satuan Reserse Kriminal bergerak cepat menangani peristiwa kebakaran yang…

9 jam ago

HUT Ke-63 Injil Masuk di Tanah Ndugama, Momentum Mengingat Sejarah Keselamatan dan Menjawab Tantangan Generasi Papua

REFLEKSI HUT KE-63 INJIL MASUK DI TANAH NDUGAMA 31 Oktober 1963 – 31 Oktober 2026…

19 jam ago