Puncak Jaya Gencarkan Sosialisasi Stunting, Libatkan Keluarga dan Tokoh Masyarakat

- Penulis

Kamis, 3 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mulia, 2 September 2026 — Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) terus memperkuat upaya percepatan pencegahan dan penurunan angka stunting melalui kegiatan sosialisasi kepada masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Puncak Jaya, Rabu (2/9/2026), merupakan bagian dari pelaksanaan pembangunan keluarga melalui pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga serta advokasi dan promosi Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga) di Distrik Gurage dan Distrik Yambi.

Kegiatan tersebut turut menghadirkan tenaga kesehatan dan narasumber, di antaranya Dr. dr. Muh. Nasir Ruki sebagai pemateri. Penyampaian materi kepada masyarakat juga dibantu oleh Lirinda Wonda selaku penerjemah.

Dalam laporan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana yang disampaikan oleh Sekretaris Dinas, Agustinus Naisaban, S.IP., M.Sos., dijelaskan bahwa stunting masih menjadi salah satu tantangan pembangunan kesehatan yang membutuhkan perhatian dan penanganan secara bersama-sama.

Menurutnya, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Karena itu, diperlukan keterlibatan pemerintah, tenaga kesehatan, kader, keluarga, tokoh masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan pencegahan sejak dini.

Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya, kata Agustinus, telah menunjukkan komitmen dalam percepatan penurunan stunting melalui berbagai program dan upaya konvergensi. Komitmen tersebut juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah, dengan Kabupaten Puncak Jaya meraih penghargaan sebagai kabupaten terbaik dalam penanganan stunting selama dua tahun berturut-turut, yakni pada 2024 dan 2025.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan upaya pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Puncak Jaya,” jelasnya.

Ia menambahkan, masih terdapat sejumlah tantangan di lapangan, terutama berkaitan dengan pemahaman keluarga mengenai gizi, pola asuh, pemberian ASI eksklusif, makanan pendamping ASI yang bergizi dan pemantauan tumbuh kembang anak melalui Posyandu.

Melalui sosialisasi tersebut, pemerintah berharap pengetahuan dan kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga keluarga dapat berperan aktif dalam mencegah risiko stunting sejak masa kehamilan hingga anak memasuki masa pertumbuhan.

Sementara itu, Bupati Puncak Jaya, Yuni Wonda, S.Sos., S.IP., MM., dalam sambutannya menegaskan bahwa program pencegahan stunting merupakan salah satu bentuk pelayanan pemerintah yang manfaatnya harus benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat.

Bupati menjelaskan, berbagai program pemerintah yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, termasuk pelayanan bagi ibu hamil, penanganan stunting, bantuan pangan, pendidikan dan berbagai program pembangunan lainnya, merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Program seperti ini harus diikuti dengan baik oleh bapak dan mama semua. Sekarang sudah waktunya kita berubah. Anak harus diperhatikan sejak dalam kandungan, setelah lahir, hingga masa pertumbuhannya,” ujar Bupati.

Menurutnya, orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam mempersiapkan generasi masa depan. Perhatian terhadap asupan makanan, kesehatan, pertumbuhan dan pendidikan anak harus dimulai sejak dini.

Bupati juga mengingatkan agar orang tua tidak lagi menerapkan pola pengasuhan seperti masa lalu yang kurang memperhatikan kebutuhan tumbuh kembang anak. Pemerintah, lanjutnya, telah menyediakan berbagai program dan dukungan agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan dan pemenuhan gizi yang lebih baik.

“Anak-anak ini adalah generasi penting untuk masa depan. Kita yang sekarang sudah semakin bertambah usia, tugas kita adalah mempersiapkan anak-anak supaya mereka sehat, pintar dan nantinya dapat menjadi pemimpin serta bekerja di mana saja,” ungkapnya.

Bupati Yuni Wonda juga mengapresiasi kehadiran para orang tua yang membawa anak-anak mereka dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan langsung masyarakat sangat penting agar informasi yang diberikan oleh dokter, tenaga kesehatan dan ahli gizi dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia berharap kegiatan sosialisasi pencegahan stunting tidak berhenti pada kegiatan tersebut, tetapi dapat dilanjutkan secara berkesinambungan di berbagai distrik dan kampung di Kabupaten Puncak Jaya.

“Ini bukan hanya kegiatan hari ini. Sosialisasi harus terus dilakukan agar masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan dan pertumbuhan anak,” katanya.

Bupati Yuni Wonda kemudian secara resmi membuka kegiatan sosialisasi pencegahan stunting Kabupaten Puncak Jaya Tahun 2026.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan makanan tambahan secara simbolis kepada perwakilan peserta dari Distrik Gurage dan Distrik Yambi.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sesi sosialisasi dan edukasi kepada para peserta.
Kegiatan sosialisasi dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 2–4 September 2026, dengan sasaran keluarga berisiko stunting, ibu hamil, ibu menyusui, calon pengantin, kader TP-PKK, Tim Pendamping Keluarga serta tokoh masyarakat.

Penulis : Gin

Editor : A. Buendi

Sumber Berita: Diskominfo Puncak Jaya

Berita Terkait

MRP Papua Pegunungan Pertanyakan Kuota IPDN yang Hilang, Tiga Kabupaten Hanya Loloskan Dua Praja dari Jatah Tiga Orang
TP PKK Lanny Jaya Salurkan Modal Usaha Rp85 Juta untuk Mama-Mama Pelaku Usaha Produktif, Perkuat Ekonomi Keluarga dari Kampung hingga Kota
Kasus Pencurian Semen di STKIP Kristen Wamena Mulai Terungkap, Dua Terduga Pelaku Diamankan dan Dua Lainnya Masih Diburu
Dapat Laporan dari Pilot Drone, Polisi dan Damkar Jayawijaya Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran Lahan di Kampung Wouma
Razia Miras di Wamena, Sat Resnarkoba Polres Jayawijaya Amankan Puluhan Botol Minuman Berlabel dari Lokasi yang Diduga Jadi Tempat Penjualan
BBM Subsidi Diduga Dijual Kembali dengan Harga Selangit, DPRK Jayawijaya Soroti Pertalite Eceran di Wamena Capai Rp35 Ribu per Liter
Tangani Keaksaraan, Dispenbud Kota Jayapura Perkuat Jenjang Pendidikan Dasar
DWP Papua Pegunungan Gelar Rangkaian Program Edukatif dan Sosial pada HUT ke-27, Dorong Lahirnya Perempuan Berkarakter dan Berdaya

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:23 WIT

MRP Papua Pegunungan Pertanyakan Kuota IPDN yang Hilang, Tiga Kabupaten Hanya Loloskan Dua Praja dari Jatah Tiga Orang

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:31 WIT

TP PKK Lanny Jaya Salurkan Modal Usaha Rp85 Juta untuk Mama-Mama Pelaku Usaha Produktif, Perkuat Ekonomi Keluarga dari Kampung hingga Kota

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:25 WIT

Kasus Pencurian Semen di STKIP Kristen Wamena Mulai Terungkap, Dua Terduga Pelaku Diamankan dan Dua Lainnya Masih Diburu

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:47 WIT

Dapat Laporan dari Pilot Drone, Polisi dan Damkar Jayawijaya Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran Lahan di Kampung Wouma

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:41 WIT

Razia Miras di Wamena, Sat Resnarkoba Polres Jayawijaya Amankan Puluhan Botol Minuman Berlabel dari Lokasi yang Diduga Jadi Tempat Penjualan

Berita Terbaru