Daerah

Pernyataan Kontroversial Abisay Rollo Dikecam Tokoh Muda Baptis Papua

Wamena – Ketua Kaum Muda Baptis Seluruh Tanah Papua, Akia Wenda, mengecam pernyataan Walikota Jayapura, Abisay Rollo, yang beredar dalam sebuah video berdurasi 40 detik. Ia menilai bahwa seorang pemimpin tidak seharusnya mengeluarkan pernyataan yang mencederai persatuan Orang Asli Papua (OAP), baik mereka yang berasal dari gunung maupun pesisir.

“Pak Walikota bukanlah pendatang, melainkan Orang Asli Papua dari Port Numbay yang berlatar belakang sebagai tokoh adat. Namun, pernyataannya dinilai diskriminatif dan berpotensi memecah belah sesama OAP,” ujar Akia Wenda kepada media ini, Selasa (17/6/25).

Menurutnya, masyarakat Papua dari wilayah gunung yang menetap di Kota Jayapura adalah warga negara Indonesia sekaligus OAP yang memiliki hak yang sama untuk hidup dan tinggal di tanah Papua, dari Sorong hingga Samarai.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa Injil telah membebaskan orang Papua dan semua orang untuk hidup dengan bebas, sebagaimana kehadiran Ottow dan Geisler yang membawa terang melalui Injil di Mansinam. Namun, ia menyayangkan pernyataan seorang pemimpin Kristen yang justru mengecewakan sesama umat Tuhan yang mendiami tanah ini.

“Orang gunung yang tinggal di Port Numbay adalah bagian dari keluarga besar. Semua aset, bangunan, dan tanah tidak ada yang gratis. Pernyataan ini seolah-olah mengesampingkan fakta tersebut,”tambahnya.

Setiap mahasiswa dari wilayah gunung yang melakukan demonstrasi dan pemalangan kampus melakukannya dengan agenda dan tuntutan yang jelas, demi kepentingan seluruh mahasiswa.
“Demo-demo itu kan dipimpin oleh mahasiswa dengan tujuan yang jelas,” ungkapnya.

Akia Wenda juga menduga bahwa pernyataan ini bukan murni dari Walikota Abisay Rollo, melainkan adanya pihak-pihak tertentu yang mencoba mencederai kesatuan OAP, sehingga membuatnya melontarkan pernyataan yang kontroversial.

Sebagai bentuk tanggung jawab, ia meminta Abisay Rollo segera mengajukan permintaan maaf karena pernyataannya dianggap menyinggung keluarga dan saudara-saudara sendiri.

Adapun pernyataan Abisay Rollo yang beredar luas di media sosial dalam video berdurasi 40 detik adalah sebagai berikut:

“Kamu tidak ada palang-memaalang Kota Ini, bukan orang pantai, ini orang-orang gunung ini! Ini harus saya sampaikan supaya kita tahu persis. Kalau yang buat segala macam persoalan di kota ini, ini bukan orang-orang pantai. Tidak ada demo di kota ini, siapa yang demo di kota ini? Kita coba di kota, Polres, Pak Dandim, semua kita—kita kembalikan ke kampung masing-masing supaya jangan merusak kota ini.”

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Pemusnahan Barang Bukti Oleh Polres Jayawijaya Jadi Langkah Preventif Jaga Stabilitas Papua Pegunungan

Wamena, 20 Juli 2026 – Polres Jayawijaya kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban…

7 jam ago

Papua Pegunungan Tegaskan Komitmen Berantas Miras, Ganja, dan Sajam Ilegal

Wamena, 20 Juli 2026 – Komitmen Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan bersama aparat penegak hukum dalam…

7 jam ago

74 Pelajar Terbaik Ikuti Diklat Paskibraka Provinsi Papua Pegunungan 2026

Wamena, 20 Juli 2026 – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik…

9 jam ago

Syukuran Satu Tahun Kepemimpinan, Bupati Puncak Jaya Ajak ASN Jadi Teladan

Mulia, 20 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya menggelar Syukuran Satu Tahun Kepemimpinan Bupati…

9 jam ago

Bupati Puncak Jaya Tegaskan Disiplin ASN dan CPNS sebagai Fondasi Pemerintahan Profesional

Mulia, 20 Juli 2026 – Bupati Puncak Jaya, Dr. Yuni Wonda, S.Sos., S.IP., M.M., menegaskan…

10 jam ago

Usai Aksi Pemalangan, Polres Mimika Gerak Cepat Amankan Lima Terduga Pelaku Pembegalan

TIMIKA – Aksi pemalangan dengan membakar ban dilakukan keluarga korban dugaan pembegalan di Jalan Cenderawasih,…

12 jam ago