WAMENA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Pegunungan terus memperkuat pendidikan demokrasi bagi generasi muda melalui kegiatan Sosialisasi Pemilih Berkelanjutan bagi Pemilih Pemula di SMA Kristen Wamena.
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari KPU Papua Pegunungan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman pelajar mengenai hak pilih, tanggung jawab sebagai warga negara, serta pentingnya berpartisipasi dalam proses demokrasi.
Materi sosialisasi disampaikan oleh Koordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia KPU Papua Pegunungan, Parlindungan Simanjuntak, bersama Koordinator Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi, Naftali Emanuel Paweka. Para siswa dan siswi mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias.
Naftali Emanuel Paweka mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, pendidikan pemilih tidak hanya bertujuan menyampaikan informasi mengenai pemilu, tetapi juga membangun kesadaran generasi muda terhadap hak, kewajiban, dan tanggung jawab sebagai warga negara.
Ia menekankan bahwa pendidikan pemilih perlu dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya menjelang pelaksanaan pemilu. Dengan demikian, masyarakat, khususnya pemilih pemula, dapat memahami proses kepemiluan, persyaratan sebagai pemilih, pemutakhiran data pemilih, serta tata cara menggunakan hak pilih sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Parlindungan Simanjuntak menekankan pentingnya pendidikan pemilih sebagai bekal bagi generasi muda agar mampu menggunakan hak pilih secara mandiri, cerdas, dan bertanggung jawab.
Menurutnya, pemilih pemula perlu memahami bahwa pemilu bukan sekadar kegiatan memberikan suara, melainkan mekanisme demokrasi untuk menentukan kepemimpinan dan keterwakilan rakyat.
Selain memahami hak pilih, para pelajar juga didorong untuk berpikir kritis dalam menerima informasi kepemiluan. Mereka diharapkan mampu memeriksa kebenaran informasi, memahami program dan gagasan peserta pemilu, serta tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum terverifikasi.
Literasi demokrasi juga mencakup sikap menghormati perbedaan pilihan politik, menolak politik uang, dan menghindari penyebaran informasi yang menyesatkan. Sikap tersebut dinilai penting untuk membangun budaya demokrasi yang sehat sekaligus menjaga persatuan dan keharmonisan masyarakat Papua Pegunungan.
Melalui sosialisasi di lingkungan sekolah, KPU Papua Pegunungan berupaya mendekatkan informasi kepemiluan kepada generasi muda dengan pendekatan edukatif dan komunikatif. Kerja sama dengan sekolah, komunitas pemuda, perguruan tinggi, dan unsur masyarakat lainnya juga menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pendidikan demokrasi.
KPU Papua Pegunungan berharap kegiatan pendidikan pemilih berkelanjutan dapat membentuk generasi muda yang kritis, mandiri, berintegritas, serta bertanggung jawab dalam menggunakan hak pilih.
Pemahaman demokrasi sejak dini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesadaran pelajar terhadap pentingnya partisipasi dalam pemilu, tetapi juga menumbuhkan sikap saling menghormati di tengah perbedaan demi mendukung kehidupan demokrasi yang sehat di Papua Pegunungan.
WAMENA – Kabut asap yang menyelimuti wilayah Lembah Baliem, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, semakin parah…
WAMENA – Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Jayawijaya meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan…
NDUGA – Kapolres Nduga, KOMPOL Erol Sudrajat, S.Sos., M.Si., bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) dan…
PANIAI – Kepolisian Resor (Polres) Paniai menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi bersama Pemerintah Daerah (Pemda)…
INTAN JAYA – Kepolisian tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan, tetapi juga mengambil bagian dalam…
WAMENA, 19 Oktober 2026 – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Pegunungan, Elai Giban, S.E., M.M.,…