Pemprov Papua Pegunungan Gelar Pelatihan Gizi Bencana 2026 Guna Tingkatkan SDM Bidang Kesehatan

- Penulis

Selasa, 4 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WAMENA, 3 Agustus 2026 – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan melalui Dinas Kesehatan menggelar Pelatihan Gizi Bencana Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan kualifikasi sumber daya manusia (SDM) kesehatan dalam menghadapi situasi kedaruratan dan bencana. Kegiatan berlangsung pada 3–6 Agustus 2026 di Hotel Baliem Pilamo, Wamena.

Pelatihan tersebut dibuka oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Papua Pegunungan, Lukas W. Kosay, yang hadir mewakili Gubernur Papua Pegunungan. Hadir pula Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Pegunungan, Titus Kogoya, SKM., SE., bersama para peserta dari delapan kabupaten di Papua Pegunungan.

Kegiatan menghadirkan fasilitator dari Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Papua dan Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dengan materi yang berfokus pada penanganan gizi dalam kondisi bencana.

Dalam sambutan Gubernur Papua Pegunungan yang dibacakan Lukas W. Kosay, pemerintah provinsi memberikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan atas terselenggaranya pelatihan tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Menurutnya, Papua Pegunungan memiliki tantangan geografis yang cukup berat serta beragam potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Dalam kondisi tersebut, kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, dan masyarakat yang terdampak membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam pemenuhan kebutuhan gizi.

“Penanganan gizi saat terjadi bencana merupakan bagian penting untuk memastikan masyarakat tetap sehat, kuat, dan mampu melewati masa-masa sulit. Karena itu, tenaga kesehatan harus memiliki kemampuan yang memadai agar dapat memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan berkualitas,” ujar Lukas saat membacakan sambutan gubernur.

Ia juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan pelatihan sebagai sarana meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, serta saling berbagi pengalaman agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di daerah tugas masing-masing.

Lebih lanjut, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kapasitas tenaga kesehatan di seluruh kabupaten melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Langkah tersebut diharapkan mampu membangun sistem kesehatan yang tangguh, menjangkau masyarakat hingga wilayah terpencil, serta siap menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Pegunungan, Delli Editha Ronsumbre, S.KM., M.M., mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan pelatihan gizi bencana pertama yang dilaksanakan di Papua Pegunungan dengan dukungan pendanaan dari Bantuan Operasional Kesehatan (BOK).

Peserta pelatihan berasal dari delapan kabupaten, terdiri atas tenaga gizi dari Dinas Kesehatan kabupaten, rumah sakit, puskesmas, serta melibatkan BPBD Provinsi Papua Pegunungan sebagai mitra kerja dalam penanggulangan bencana.

Delli menjelaskan bahwa keberadaan ahli gizi sangat penting dalam setiap fase penanganan bencana. Mereka berperan memastikan kebutuhan nutrisi para penyintas terpenuhi melalui penyediaan makanan bergizi, sekaligus memberikan edukasi mengenai konsumsi pangan yang aman dan sesuai selama masa tanggap darurat hingga pemulihan pascabencana.

Ia menambahkan, berbagai bencana seperti gempa bumi, tanah longsor, banjir, kekeringan, hingga kebakaran hutan yang terjadi di berbagai daerah telah menunjukkan bahwa persoalan gizi menjadi salah satu tantangan serius. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan angka kekurangan gizi, kekurangan zat gizi mikro, bahkan masalah gizi kronis apabila tidak ditangani secara tepat.

Melalui pelatihan ini, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan berharap seluruh tenaga kesehatan memiliki kesiapan yang lebih baik dalam memberikan layanan gizi pada situasi bencana, sehingga dampak terhadap kesehatan masyarakat dapat diminimalkan dan pelayanan kepada kelompok rentan dapat dilakukan secara optimal.

Penulis : Kaleb Lau

Editor : Buendi

Sumber Berita: Pemprov Papua Pegunungan

Berita Terkait

Rapat Koordinasi Kamtibmas di Wamena, Kapolda Papua Tegaskan Perlunya Evaluasi Bersama TNI, Polri dan Pemerintah Daerah Hadapi Ancaman Keamanan
Tim Olmek Nawa Serukan Netralitas Pemerintah dan SC-OC dalam Rapimpurda Hingga Musda KNPI Yahukimo
Satgas Damai Cartenz Amankan NB, Diduga Pasukan KKB Batalyon Yamue di Dekai Yahukimo
Ketua TP-PKK Nduga Ny. Replina K. Beon Pimpin Pertemuan Rutin Bulanan, Tegaskan Konsistensi Jalankan 10 Program Pokok PKK untuk Kesejahteraan Keluarga
Kapolres Jayawijaya Tegaskan Komitmen Berantas Peredaran Miras, Wanita Muda Ditangkap di Hom-Hom
Launching Sekolah Sepanjang Hari, Kapolres Puncak Jaya Bicara Masa Depan Anak Papua
Dari Gotong Royong, Harapan Keamanan Warga Paronggo Mulai Dibangun
Ribka Haluk Klarifikasi Isu OAP: Jangan Terpengaruh Informasi Keliru

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 17:27 WIT

Rapat Koordinasi Kamtibmas di Wamena, Kapolda Papua Tegaskan Perlunya Evaluasi Bersama TNI, Polri dan Pemerintah Daerah Hadapi Ancaman Keamanan

Rabu, 23 September 2026 - 16:57 WIT

Tim Olmek Nawa Serukan Netralitas Pemerintah dan SC-OC dalam Rapimpurda Hingga Musda KNPI Yahukimo

Rabu, 23 September 2026 - 16:29 WIT

Satgas Damai Cartenz Amankan NB, Diduga Pasukan KKB Batalyon Yamue di Dekai Yahukimo

Rabu, 23 September 2026 - 15:52 WIT

Ketua TP-PKK Nduga Ny. Replina K. Beon Pimpin Pertemuan Rutin Bulanan, Tegaskan Konsistensi Jalankan 10 Program Pokok PKK untuk Kesejahteraan Keluarga

Rabu, 23 September 2026 - 15:32 WIT

Kapolres Jayawijaya Tegaskan Komitmen Berantas Peredaran Miras, Wanita Muda Ditangkap di Hom-Hom

Berita Terbaru